
2 orang gadis remaja tampak bermain main di taman. mereka sudah berteman lama, dari umur mereka masih kanak kanak. pertemuan mereka di akibatkan oleh salah satu dari mereka adalah seorang duyung yang di sekap di dalam laboratorium untuk dijadikan percobaan.
namun gadis satunya berhasil mengacaukan ruang laboratorium tersebut dan menyelamatkan gadis duyung dari dalam aquarium raksasa itu.
sehingga kini menjadi teman yang saling melindungi satu sama lain, namun akibat sang temannya ada seorang manusia, gadis duyung itu selalu berselisih dengan ayahandanya yang tidak mengizinkannya untuk menuju ke daratan.
namun kekerasan kepalanya membuat ia kabur dari kerajaan dan tinggal di darat dalam waktu yang cukup lama.
"kakak Viola, aku lelah..." keluh gadis cantik di belakang seorang gadis yang berusia lebih tua 3 tahun dari sosok yang di belakang.
"ahh... aku lupa kalau kamu seorang duyung... ayo duduk..." ajak nya membantu gadis yang kelelehan itu untuk duduk.
"Abel? ayah meminta ku menikah dengan seorang anak dari teman lamanya" ujar Viola menyanggah dagunya dengan alis yang berkerut.
"maksud kakak seperti pejodohan?" tanya Abel memastikan, dan Viola mengangguk untuk menepati.
"kami, bangsa duyung juga seperti itu kakak! terlebih bagi anggota kerajaan, jika kami memiliki mate yang bukan setara dengan kami, maka kami akan dijodohkan dengan para duyung pria bangsawan juga" curhat Abel menidurkan tubuh nya di atas ilalang panjang.
"kejam sekali. apa mereka tidak memikirkan perasaan kalian?" tanya Viola menyusul tertidur.
"sudah kadidatnya begitu kakak, kami tidak bisa menolak" sahut Abel membuat Viola mengangguk.
"kapan kakak akan dijodohkan?" tanya Abel mengalihkan pembicaraan.
"besok adalah pernikahan ku" sahut Viola membuat Abel tekejut. "besok?" pekiknya kaget.
"sudahlah jangan membahas itu"
...*****...
__ADS_1
pernikahan itu pun terjadi, Viola pun tampak bahagia dengan kehidupannya yang baru. melihat itu Abel merasa senang dan bahagia, ia pun memutuskan untuk kembali kekerajaannya.
namun... 2 tahun berlalu Hubungan pernikahan Viola dan suaminya Zyan merenggang karena Viola melahirkan seorang bayi laki laki bermata Violet, tentu saja itu membuat sosok Zyan murka karena tak ada satupun dari mereka yang memiliki mata Violet.
Zyan terus terusan berusaha untuk membunuh anak tersebut namun Viola bersikeras untuk mempertahankannya, sampai ia tak sanggup lagi dan memberikan bayi laki laki itu terhadap kakak dari suami nya. semenjak itu juga Zyan menikah lagi dengan seorang gadis seumuran dengan Abel.
mereka menikah dan dikaruniai seorang anak laki laki yang sangat mirip dengan Zyan. Zyan pun begitu menyayanginya, namun kasih sayang Zyan kepada Viola mampu membuat seorang istri keduanya yang bernama Miranta itu cemburu.
dengan segala fitnah dan kekejamannya ia menuduh Viola di saat Viola mengandung lagi, dan semakin membuat Zyan murka dengan semua bukti yang ia lihat.
karena tak ingin nasib anak nya yang kali ini seperti anak pertamanya, ia kabur dari masion tersebut dan tinggal disebuah hutan lebat di perbatasam laut selatan, dengan adanya Abel yang membantunya disana, sehingga sebulan sebelum melahirkan, Viola berhasil di tanggkap oleh orang orang Zyan.
Dengan terpaksa pun Abel kembali ke habitatnya, namun siapa sangka ia harus bertemu lagi dengan kakaknya saat dimana kakaknya menggendong putri cantiknya dengan keadaan miris dan mata bengkak.
disana lah ia terakhir bertemu dengan sosok yang sangat di anggap kakaknya sendiri.
...*****...
"ma? kenapa kakakku memiliki mata yang berbeda?" tanya Eira memguat Abel yang sedang mengelap air matanya, langsung menatap sendu anak nya itu.
"awalnya mama juga gak tau, kenapa kakak mu bisa memiliki warna mata yang berbeda dari ibu dan ayahmu, namun... mama baru menyadarinya saat kau berada di hutan saat kau menyelamatkan Gavin, dan kau berubah"
"mama mengetahuinya?" kaget Eira yang langsung di angguki oleh Abel.
"kamu berubah menjadi seorang Demon namun berdarah Elf, mama sempat kaget melihat itu, namun dari sanalah mama tahu"
"saat terakhir perjumpaan mama dan bunda kamu, ia sempat seperti menyalurkan kekuatannya kepadamu, dan saat bunda mencari tahu hal itu semua, dan tepat saat kau membawa barang barang aneh kemarin"
"mama menyadari bahwa kakek mu adalah seorang Demon murni, dan nenek mu adalah seorang elf murni ! akibat itu kakak mu memiliki mata yang berbeda" jelas Abel panjang lebar membuat Eira kembali tertegun.
__ADS_1
"jadi benar kalau aku bukanlah seorang manusia?" tanya Eira yang diangguki oleh Abel.
"kamu tau sayang! papa dan mama bertemu tepat di alun alun kota, saat mama bingung ingin membawamu kemana" ucap Abel menggeladah kepala nya menatap langit langit.
"ma..." panggil Eira membuat Abel menatapnya.
"iya?"
"jika mama seorang duyung murni di laut selatan, berarti Dian?" Abel langsung menghela nafas mendengar pertanyaan itu.
"ya, tentu saja Dian adalah seorang duyung murni, disaat nanti umurnya tepat di 17 tahun, ia akan mengalami kesakitan yang luar biasa, namun ia tidak bisa berubah, karena mama sudah memberinya sebuah mantra sejak ia lahir"
"kecuali jika ia berani melangkah dan memasuki wilayah laut selatan, maka semua mantra itu akan hilang. ia akan dengan otomatisnya berubah jika ia menyentuh air laut" ujar Abel membuat Eira mengangguk mengerti.
"so, sebab itu mama ngelarang Dia untuk ke laut selatan?" tanya Eira yang di angguki Abel.
"mama mohon jaga rahasia ini baik baik, dan untuk kakakmu, pinta ia berhati hatilah dalam bertindak, karena jika ayah kalian tahu kakakmu atau dirimu adalah seorang elf , maka ia akan mudah untuk memperbudak kalian"
"dan ingat! kalian masih memiliki seorang saudara lagi, kita tidak bisa menebak apakah ia sosok yang baik ataupun tidak" ujar Abel dan di angguki oleh Eira.
"baiklah! Eira akan ingat pesan mama baik baik, kalau gitu Eira kekamar dulu ya ma..." pamitnya yang langsung di balas senyum oleh Abel.
setelah melihat putri sulungnya keluar, Abel menatap dalam hamparan kosong di depan pandangannya. "aku gak akan pernah maafin kamu bang Zyan. lihat! apa yang akan aku lakukan jika aku bertemu denganmu atau istri keduamu dia suatu saat nanti" gumamnya pelan, menggepal erat tangannya.
...Bersambung...
...☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆...
...°...
__ADS_1
...°...
...°...