
"aku... kenapa lu minta gue jadi pacar lu?" Tanya Eira berusaha memecah keheningan tersebut.
"karena, gue cinta sama lo"
Deg!
Entah apa yang kini bisa menjabarkan perasaan yang Eira rasakan, ia merasa berjuta juta kupu kupu menggelitik di perutnya, jantungnya juga tak berhenti berdetak kencang. Entahlah ia merasa bahagia dan gugup dalam satu waktu.
"gue..."
"gue gak nerima penolakan!" tekan Gavin membuat Eira menatapnya datar.
"kalau lu gak nerima penolakan, ngapain lu nanyak ngab!" omel Eira membuat Gavin mengedikkan bahunya acuh.
"basa basi doang" sahutnya tenang.
Percayalah, bahwa Eira tengah mengumpati Gavin dari dari hatinya. Mengapa di saat saat romantis ini Gavin harus menghancurkannya dengan sikap angkuhnya itu.
"Tcih menyebalkan!" celetuk Eira membuat Gavin tersenyum lebar.
"jadi malam ini, lu jadi milik gue sepenuhnya. Dan lu gak memiliki hak berdekatan dengan laki laki lain. Ingat itu! gue akan selalu ngawasin lu" tegas Gavin membuat Eira memutar bola matanya malas.
"Tcih, sejak kapan gue bilang nerima elu, dan kenapa lu jadi posesif begini" gerutu Eira saat Gavin belum melepaskan pelukannya.
"bodo amat" ketus Gavin membuat Eira menghela nafasnya.
"Ayo pulang! udah semakin dingin" bujuk Eira sambil mengelus kepala Gavin. Gavin pun hanya mengangguk menarik Eira untuk segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
...*****...
Paginya, ketiga gadis cantik itu serentak berjalan keluar apartement menuju ke parkiran mobil.
Dan seperti biasanya, karena Eira membawa mobilnya sendiri kemarin. Eira pun memutuskan untuk membawa pribadi juga hari ini, sedangkan Jihan dan Jessika mereka semobil bersama.
Baru saja ia membuka pintu mobil notif singkat di ponselnya berhasil menghentikan gerakannya. Ia mengangkat tangannya menatap siapa yang mengirimi nya pesan.
"Kak Zikon..." lirih pelan.
Klik
📩Eira! kakak tunggu kamu di taman belakang sekolah kamu 15 menit lagi.📩
Eira mengerutkan keningnya membaca pesan singkat dari Zikon. Tumben tumben saja. Bukankah Zikon jika ingin bertemu, ia akan nyosor telebih dahulu tanpa meminta izin. Dan kali ini Eira yakin ada sesuatu yang rumit yang akan di jelaskan kakaknya nanti.
__ADS_1
📩oke📩 balasnya singkat.
"WOI RA! AYO, TELAT INI" teriak Jihan membuat Eira reflek melihat ke arahnya "Ia sabar elah" gerutunya dan langsung memasuki mobil nya dengan mendumel pelan.
Sesampai nya di sekolah, Eira langsung berlari ke arah taman belakang sekolah setelah berpamitan kepada kedua sahabatnya.
"Kalian duluan aja, gue masih mau ke toilet dulu" tukas Eira.
"oh yaudah, perlu di anter?" tanya Jessika yang di gelengi oleh Eira.
"No! duluan aja" setelahnya ia berlari meninggalkan kedua sahabatnya yang menatap nya tanpa rasa curiga sama sekali.
Baru saja Eira menghilang di hadapan mereka, kini mereka di hadapkan lagi dengan sang wakil osis membuat keduanya meneguk kasar ludah masing masing, dan merasa malas sekaligus.
"astaga kalian ini... sampai kapan kalian berhenti membuat onar. lihat! bahkan dalam setahun ini nama kalian terus terdaftar menutupi murid murid yang lain." gerutu Amel sambil memberikan sebuah map, yang berisi dengan catatan kenakalan Jessika dan Eira, karena Jihan anak baru. Ia masih tak bisa dikatakan seperti Jessika dan Eira.
"alah lu perlu nya sama Eira kan? biar dia minta maaf sama Bryan? Tcih basi tau gak! lagian salah lu berdua juga, ngapain ngehalangi kita kita, kemarin itu Eira ada urusan penting." sahut Jessika dengan tegas dan lantang.
"alah palingan juga kalian pingin cabut kan" tuduh Amel membuat Jihan geram. "lu..." tunjuknya namun di hentikan oleh Jessika.
"Ingat Mel! gue gak akan segan segan ngeluarin lu dari sekolah ini" ancam Jessika sambil berbisik membuat Amel menegang.
"lu gak bakal bisa ngeluarin gue dari sini, bokap gue adalah pemilik setengah saham di sekolah ini" bentak Amel merasa jengah.
"Tcih, pemilik saham aja bangga. Asal lu tau sekolah ini milik kakek gue! mau apa lo" tantang Jessika sambil bersedekap.
Tanpa mengeluarkan kata kata lagi, Amel beranjak dari sana meninggalkan Jessika dan Jihan dengan perasaan Dongkol.
"mantep lu Jess.." puji Jihan membuat Jessika mendongakkan kepalanya angkuh. "Jessika di lawan" sombongnya sambil mengibas pelan rambut lurusnya.
Jihan sendiri Terkekeh kecil sambil mengikuti jalan Jessika yang terlebih dahulu beranjak.
...----------------...
"kak!" panggil nya membuat Zikon yang awalnya berdiri membelakangi kini berbalik menatapnya.
"ayo ikut kakak!" titah Zikon dengan wajah serius nya.
"mau kemana?" tanya Eira menahan pergelangan Zikon yang terasa sangat erat.
"kakak kenapa sih?" tanya nya aneh.
Seakan Zikon tak ingin banyak berbicara. Ia beralih menggendong Eira dan membawanya menghilang dalam sekejap menggunakan sihir.
__ADS_1
Bhom!
Mereka mendarat sempurna di sebuah Hutan. Yang tampak selerti perbatasan. Terbukti dengan adanya jurang disana. Dan Eira pernah melihat keadaan ini sebelumnya, saat ia bermimpi terdampar di perbatasan Vampire dan Serigala.
Sedangkan sekarang ia tak tau ini berbatasan apa.
"Kak-"
Belum sempat Eira berbicara Zikon terlebih dahulu menyentuh kepalanya sambil membaca sesuatu dari mulut nya yang berkomat kamit.
Seperti kecepatan cahaya. Kini Eira kaget saat ia kembali dengan wujud aslinya, yang memiliki kuping panjang bermata Hijau dengan rambut coklat bergelombang, dan gaun keemasan yang cantik disambut sayap Putih transparan di belakangnya.
"in- ini wujud asli Elf..." gumamnya tak percaya. Tak jauh berbeda dengan Eira, Zikon pun turut berubah bentuk dengan warna yang sama, hanya saja sayapnya bewarna hitam transparan.
"kak! apa maksudnya ini?" tanya Eira menatap tajam ke arah Zikon yang tetap memasang wajah datarnya.
"kita akan ke kerajaan Elf" Eira membelalakkan matanya menatap Zikon tidak percaya. "kenapa?" tanya nya takut.
Zikon menoleh menatap adiknya dengan intens."kita harus menemui nenek, agar ia bisa mengunci Aura kita yang bukanlah manusia biasa, jika aura ini tercuat keluar maka nyawa kita bisa dalam incaran makhluk makhluk lain!"
"sebab itu kakak selama ini bersembunyi dari dunia luar, hanya ingin menyembunyikan Aura ini, sedangkan lu! harum aura lu udah kelua Eira, jika seperti itu lu gak akan bisa pergi bebas lagi, sebelum aura darah campuran ini tidak di tekan atau di segel oleh nenek dan kakek." jelas Zikon dengan lembut.
"gue cuma gak mau lu kenapa Eira!" tegas Zikon membuat Eira terharu.
"baiklah! ayo bertemu nenek!" serunya nya dengan antusias membuat Zikon tersenyum tipis. "Ayo"
dengan cepat mereka melesat menggunakan sayap tranparan masing masing. keduanya berlomba lomba untuk menunjukkan siapa yang lebih cepat.
Dengan cepat Zikon menarik tangan Eira dan mendarat dengan sempurna. "yeay gue yang menang!" seru Eira dengan senang membuat Zikon berakting berpura pura marah.
"ya ya ya, lu yang menang!" namun kali ini Eira tak memperdulikan jawaban Zikon. Eira malah terperangah melihat sebuah istana Akar, yang sangat cantik, mewah dan elegan. Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa terhipnotis
"Astaga mewah sekali "
"SIAPA KALIAN"
...Besambung...
...☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆...
...•...
...•...
__ADS_1
...•...
...•...