ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Kembali ke Mansion Wijaya


__ADS_3

"Ya Tuhan begitu nyenyak nya aku tidur hari ini" ucap Nenek Puspa saat bangun tidur.


Sedangkan di dapur terdengar suara ribut orang memasak ya siapa lagi jika bukan Kikan yang sedang menyiapkan sarapan pagi.


"Akhirnya selesai juga"Gumam Kikan saat pekerjaannya telah selesai


"Hmmm harum sekali masakanmu Kikan"puji nenek Puspa.


"Ach Nenek,aku kira siapa,masakan ku biasa saja nek"ucap Kikan


"Bener tu nek memang masakan Kikan tiada duanya"puji Jihan yang baru selesai mandi pagi.


"Jihan jangan begitu"ucap Kikan yang terlihat malu akan pujian yang di dapat pagi itu.


"oh ya nek apakah nenek sudah enakan"tanya Kikan.


"ehm ya aq sudah merasakan segar badan ku" ujar sang nenek


"Kalau begitu nenek mandi dulu nanti saya siapkan semua dan tadi pagi sekali sopir nenek sudah kemari untuk mengantarkan pakaian nenek" beritahu Kikan kepada nenek Puspa.

__ADS_1


"Sopir ku,kenapa dia bisa kemari"heran sang nenek karena dia merasa tidak memberitahu keberadaannya kepada orang rumah.


"Iya nek semalam anak dan cucu nenek yang resek itu kemari untuk menjemput nenek"jawab Jihan yang baru keluar dari kamar.


"Apa jadi mereka kemari trus kenapa aku tidak tau?dan tadi kamu bilang cucuku yang resek maksudnya?" tanya nenek puspa yang kaget.


"iya mana nenek bisa tahu nenek kan sedang bermain di alam mimpi"" jawab Jihan dengan nyengir kuda nya."ya masak nenek gak tau cucu nenek sepertinya orang yang aneh,sudah resek,pemarah,semau dia juga..." penjelasan Jihan yang di potong oleh Kikan


"Jihan sudah stop,sudah sekarang nenek mandi dan kita sarapan okey"pinta Kikan kepada kedua orang yang ada di hadapannya


"baiklah kalau begitu"jawab nenek Puspa yang sambil berlalu menuju kamar mandi.


Kikan yang melihat pun merasa lucu karena ekspresi Jihan.


Hahahahha......tawa Kikan


"Kok kamu ketawa sih " ucap Jihan


"Habisnya kamu sih lucu Uda cerewet lagi masih pagi eh cemberut juga sekarang"

__ADS_1


Jihan pun yang mendengar ucapan Kikan memanyunkan bibirnya.


"sudah tu bibir biasa aja nanti aku kasih karet baru tahu rasa"goda Kikan


sedangkan yang di goda hanya bisa cemberut pagi itu.


Setelah semua selesai sarapan Jihan pun berpamitan kepada nenek Puspa dan Kikan untuk berangkat kerja dan Kikan pun hari itu rencananya akan menemani nenek Puspa yang akan pulang kerumahnya.


"Kikan kamu akan mengantarkan aku pulang kan"pinta sang nenek.


Kikan yang bingung pun menjawab jika dirinya tidak bisa menemani sang nenek karena masih harus ada pekerjaan yang di kerjakan.


Nenek Puspa yang mendengarkan nya pun sedikit kecewa karena Kikan tidak jadi mengantarkan nya pulang kerumah,


"Baiklah jika begitu "ucap nenek Puspa yang kecewa.


Kikan yang melihat kekecewaan nenek Puspa pun merasa tidak enak hati.


"Ehm maaf nek tapi kan kita kapan-kapan bisa ketemu nek!"janji Kikan

__ADS_1


"Benarkah dan aku masih bolehkan kemari menemui mu kikan?"tanyak nenek Puspa yang di angguki oleh Kikan dengan tersenyum.Nenek Puspa pun lega mendengarnya.


__ADS_2