ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Gunung ES Mencair


__ADS_3

"Kenapa tuan Aris tiba-tiba kesal apa ada yang salah" gumam Kikan saat melihat Aris masuk kedalam rumah.Kikan pun berjalan memasuki rumah keluarga Wijaya.


"Assalamualaikum nek"salam Kikan saat memasuki rumah.


"Wa'alaikum salam nak"jawab nenek Puspa yang saat itu duduk dengan Aris.Kikan pun menghampiri nenek Puspa untuk Salim.Kikan pamit pada semuanya untuk pergi ke dapur membantu semua menyiapkan untuk makan malam.


Aris dan nenek Puspa pun mengobrol membicarakan tentang Kikan.


"Bagaimana ris kondisi mu"tanya nenek Puspa


"Baik nek"jawab Aris singkat.


"Kenapa kau datang-datang terlihat kesal begitu ada apa"tanya sang nenek saat melihat wajah kesal Aris.


"Tidak kenapa-kenapa nek" jawab Aris singkat kembali.


"Kau ini selalu begitu,Kikan gimana di apartemen tidak kau apa-apakan kan"


"Menurut nenek aku mau ngapain"ucap ketus Aris yang mendengar pertanyaan yang seolah menuduhnya.


"ya siapa tau kau jahati dia"jawab acuh nenek Puspa.


"Nenek tanya saja itu orangnya"jawab Aris menunjuk Kikan yang berjalan menghampiri keduanya.


"Kikan kau tidak di apa-apakan sama Aris kan di apartemen?"tanya nenek Puspa pada Kikan yang saat itu meletak kan minuman pada keduanya.


"Hah maksud nenek"tanya Kikan yang masih belum mengerti.


"iya kamu tidak di jahati cucuku kan"tanya nenek Puspa kembali.


"Owh tidak nek malah tuan Mendaftarkan aku kursus"jawab Kikan senang.

__ADS_1


Nenek Puspa dapat melihat senyum kebahagiaan saat Kikan bicara meskipun kaget dan heran dengan sang cucu.Nenek Puspa pun reflek melihat ke arah sang cucu karena kurang percaya.


"Kenapa nenek melihatku begitu"tanya Aris yang melihat tatapan sang nenek yang tidak percaya.


"Apa kau bicara benar Ki,karena nenek tidak percaya sama cucuku"tanya nenek Puspa tak percaya.


Kikan pun yang awalnya akan kembali ke dapur pun tak jadi karena nenek Puspa masih memberikannya pertanyaan.


"Iya nek benar,baru saja kami pulang dari tempat kursus" jawab Kikan.


"Lalu kau kursus apa"tanya nenek Puspa kembali.Kikan pun menjawab semua pertanyaan dari nenek Puspa dengan antusias.Sedangkan Aris yang berada di sana berasa tak di hiraukan karena sang nenek dan Kikan sesibuk berdua.


"Haduh kalian ini kalau sudah kumpul lupa dengan yang lain"gumam Aris yang kemudian berlalu pergi.


"kau itu ganggu aja"protes sang nenek.Nenek Puspa pun bahagia karena sang cucu ternyata telah berubah Gunung Es telah mencair batin nenek Puspa.


Hari-hari Kikan pun berubah yang biasanya hanya berdiam diri setelah menyelesaikan tugas rumahnya sekarang dia di sibukkan dengan kegiatan kursus.


"Tuan ini hasil dari tempat kursus ku apa tuan mau mencobanya"tanya Kikan saat melihat Aris yang sedang bersantai.


"Hmmm mana"pinta Aris


Kikan pun mengambilkan potongan kue buatannya pada Aris.


"Ini tuan,kalau enak atau tidak bilang ya tuan biar bisa aku ulang lagi"ucap Kikan meminta kritik dan saran pada Aris.


Aris pun langsung memakan kue buatan Kikan dengan lahapnya.


"Ki nambah lagi"pinta Aris saat kue yang di sodorkan padanya tadi telah habis.tak terasa Aris telah menghabiskan tiga potong kue sehingga merasakan kenyang.Sedangkan Kikan yang menunggu komentar Aris hanya diam menunggu.Aris yang melihat tatapan penuh tanya dan penasaran Kikan pun tertawa.


"Tuan kenapa tertawa,"tanya Kikan saat melihat Aris.

__ADS_1


"Kau lucu Ki seperti orang yang lagi menunggu sesuatu saja"ucap Aris yang tak sadar jika dirinya lah yang di tunggu oleh Kikan.


"Lha kan saya nunggu komentar tuan"ucap Kikan.


"Lho kau menunggu ku untuk apa"tanya Aris


"Ya kan tuan makan kue buatan saya jadi saya tunggu komentarnya gimana kue saya"jawab Kikan kesal sehingga memanyunkan mulutnya.


"Bibirmu biasa aja kucium baru tau rasa"ucap Aris yang keceplosan.


"Apa tuan"tanya Kikan yang masih kaget dengan ucapan sang tuan muda.


Aris yang sadar pun menepuk jidat karena bicara yang keceplosan."Haduh kok mulut ini gak bisa di rem sih,ini gara-gara Kikan terlihat lucu sih"batin Aris.


"Tuan apa tadi"tanya Kikan kembali.


"Tidak ada,kue mu enak"jawab bohong Aris.


"Tapi tadi tuan tidak bilang gitu"cerca Kikan yang masih ragu dengan pendengarannya.


"Memang kau dengar apa"tanya Aris yang ingin menggoda Kikan.Karena melihat Kikan penasaran Aris tau jika gadis itu mendengar ucapannya."Kalau ketahuan ya sudah mau gimana lagi"pikir Aris.


"Tuan bilang mau ci...."ucap Kikan ragu dan menundukkan kepala malu.


Aris pun tersenyum karena ternyata Kikan mendengar ucapannya."Ya kau tak salah dengar aku ingin mencium mu"ucap Aris jujur.


Kikan pun terkejut karena ucapan Aris yang ternyata benar.Kikan pun yang saat itu duduk reflek berdiri karena kaget.Tapi karena posisi berdiri yang tidak seimbang Kikan pun hampir jatuh jika tangan Aris tak menggapainya.


****


Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉

__ADS_1


Matur Suwun teman"


__ADS_2