ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Menjadi ART di rumah Wijaya.


__ADS_3

Kikan sudah 1 Minggu menjadi ART di rumah keluarga Wijaya.Dan selama satu Minggu ini juga Kikan menjalankan pekerjaannya untuk menemani nenek Puspa tapi tak hanya menemani Kikan pun bekerja layaknya pelayan yang ada di sana karena dia tidak ingin di bedakan dengan yang lainnya.


Ya setelah kepulangan Kikan dari bertemu Aris.semalaman Kikan memikirkan tentang yang di bicarakan oleh Aris.Sehingga dia memutuskan untuk mengikuti perintah Aris menjadi ART di rumahnya.


-Flashback On-


Malam setelah pertemuan Kikan dengan Aris dia begitu bingung apa yang harus dia lakukan.Saat memasak di dapur Kikan nampak melamun memikirkan keputusan yang harus di ambil dan meratapi Kemalang dirinya karena hutang.Jihan yang saat itu menuju dapur pun di buat kaget karena melihat masakan Kikan yang gosong.


"Kikan.." teriak Jihan yang langsung mematikan kompor.


Kikan pun di buat kaget dengan teriakan Jihan.


"Iya" dengan kagetnya Kikan menjawab


"Itu masakanmu gosong"


"Astaga"ucap Kikan kaget saat melihat masakannya yang gosong


"Kau kenapa masak sambil melamun"


"Maaf Jihan aku tadi.."ucap Kikan yang nampak bingung.


"Sudah-sudah kamu kedepan saja biar aku yang lanjutin"


"Tapi Jihan" ucap Kikan merasa tidak enak.


"Sudah sana"usir Jihan.


Setelah mereka selesai makan Jihan mengajak Kikan untuk mengobrol karena dia merasa ada yang aneh dengan sang sahabat.


"Kikan kau kenapa,aku lihat dari tadi sepertinya ada yang kau pikirkan"tanya Jihan


"aku tidak kenapa-kenapa kok"


"Kikan.."


"Iya apa"


"Apa yang kau pikirkan Kikan cerita lah"


"Aku beneran gak kenapa-kenapa" kilah Kikan


"Kau tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari ku Ki,aku tahu kamu"


"Hmmm... Aku.."


"Iya kau kenapa cepet jawab jangan bikin aku penasaran"


Setelah nya Kikan pun memutuskan untuk bercerita pada Jihan tentang pertemuannya dengan Aris. Jihan yang mendengarpun di buat kesal dengan cerita Kikan.

__ADS_1


"Kikan kau harus cerita ini ke Nenek Puspa!" ucap Jihan kesal


"Jangan Jihan" cegah Kikan.


"Tidak bisa,sini biar aku yang hubungi nenek Puspa"ucap Jihan yang saat itu sudah mau menghubungi nenek Puspa.


"Please Jihan jangan,dia meminta ku untuk tidak bercerita ke nenek dan memang sudah seharusnya aku membayarnya" ucap Kikan memohon"


"Tapi nenek Puspa tidak meminjamkannya padamu dia memberikan kepadamu Ki"


"Iya aku tau,anggap saja ini balas budi ku pada nenek Puspa.Ku mohon jangan beri tahu siapapun tentang hal ini"pinta Kikan kepada Jihan.


"Jadi kau akan bekerja di rumah nenek puspa" tanya Jihan atas keputusan Kikan yang di jawab dengan anggukan Kikan yang sudah yakin.


"Baiklah jika itu keputusanmu"ucap Jihan menyerah akan keputusan yang di buat Kikan.


Dan setelah mengambil keputusan itu pun Kikan bekerja di rumah nenek Puspa.Kikan berusaha untuk meyakinkan nenek Puspa untuk menerima dia bekerja di rumah nenek Puspa.Dan karena nenek Puspa yang berpikir jika Kikan bekerja dengan dirinya pasti Kikan bisa menemani dirinya yang kesepian.


-Flashback Off-


Hari ini tepat seminggu sudah Kikan bekerja di rumah nenek Puspa.Dan sejak dia bekerja disana dia tidak bertemu lagi dengan Aris.


"Nenek ayo kita makan siang" ajak Kikan pada nenek Puspa yang saat itu sedang asik merajut.


"Sebentar Kikan ini belum selesai "


"Nenek itu bisa di lanjutkan lagi nanti sekarang nenek harus makan"ajak Kikan kembali yang saat itu juga menarik rajutan nenek Puspa.Nenek Puspa yang sudah tidak bisa menolak pun akhirnya menyerah karena jika tidak di turuti pasti Kikan akan bicara tanpa henti .


"Kikan kau tau,rumah ini menjadi hidup karna kau ada disini"ucap nenek Puspa saat mereka menuju ruang makan.Kikan merasa kasihan dengan nenek di umurnya yang senja seperti ini tidak ada Keluarga yang menemaninya setiap hari.


"Karna itulah aku disini nek"ucap Kikan. dengan tersenyum.


"Ya sudah ayo kita makan"ucap semangat nenek Puspa berjalan ke ruang makan dengan menggandeng Kikan.


Hari-hari setelah keberadaan Kikan semua yang tinggal di rumah itu merasa senang karena Kikan orang yang sangat pengertian juga ramah dan cerewet pastinya meskipun tidak se cerewet Jihan.


"Kikan bisakah nenek minta tolong padamu" ucap nenek Puspa saat selesai makan.


"Iya nek bisa memang apa yang mau nenek minta" tanya Kikan.


"Bisakah kau buatkan kue bolu seperti waktu itu"pinta nenek Puspa.


"tentu saja bisa nek akan aku buatkan"


"Okey makasih"


Hari itu dengan penuh semangat Kikan membuatkan permintaan nenek Puspa yaitu kue Bolu.


"Kikan kenapa kau ada disini bukannya menemani nyonya besar"tanya salah satu pelayan.

__ADS_1


"Iya mbak Marni ini nenek Puspa minta di buatkan bolu" jawab Kikan


"Oalah,sini aku bantu apa?"


"Gak usah mbk ini juga Uda tinggal di oven aja kok"


"Kamu tau gak Ki,sejak ada kamu disini nyonya besar kelihatan ayem banget apa lagi senyum nya sumringah"Ucap mbak Marni


"Kok karena saya mbak"


"Ya iya toh Ki orang kamu sering ngajak ngobrol lha kalo kita-kita lhak Yo takut mau ngajak ngobrol,sungkan rasanya Ki"


"Alhamdulillah kalau gitu mbak"


"Ya sudah kalau gak ada yang di bantu aku ke taman dulu ya tak siram-siram"ucap MBK Marni pergi.


"Iya mbk"jawab Kikan mengangguk.


Setelah Kikan menyelesaikan semua pekerjaan nya dia pun menghampiri Nenek Puspa yang kembali fokus dengan merajut.


"Nenek apakah gak capek merajut terus" tanya Kikan.


"Tidak juga,ini kan hobi nenek" ucap nenek dengan tersenyum.


"Baiklah tapi jangan lupa istirahat nek"


"iya sayang" jawab nenek Puspa.


"Nek apakah aku boleh bertanya" tanya Kikan ragu.


"Tanyalah"


"Nenek kenapa saat itu mau membantu ku"tanya Kikan


"Tidak ada alasan untuk tidak membantumu kikan"


"Tapi uang yang nenek keluarkan itu sangatlah banyak nek"


"Bagi nenek uang itu tak kalah berharga dengan bantuan yang kau berikan juga perhatian darimu yang seperti saat ini"ucap nenek Puspa.


"Terima kasih nek karena nenek keluarga ku saat ini telah tenang tanpa menanggung hutang dan adik ku Mita akhirnya bisa sembuh""ucap tulus Kikan.


"Sudah ah jadi sedih kan mana bolu yang aku minta"ucap nenek Puspa mengalihkan pembicaraan.


"Ach ya nek sebentar aku ambilkan"Kikan pun beranjak dari nenek Puspa untuk mengambil kue di dapur.


"Kikan seandainya kau tau nenek begitu ingin kau menjadi keluarga Wijaya"Batin nenek Puspa yang melihat kikan pergi ke dapur.


"Hah semoga saja menjadi kenyataan keinginan ku"gumam nenek Puspa.

__ADS_1


Disaat Nenek Puspa sedang menikmati bolu buatannya beliau di kagetkan dengan Gadis cantik yang tiba di rumahnya.


"Assalamualaikum" salam dari gadis cantik itu.


__ADS_2