ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Jalan-Jalan


__ADS_3

Saat di rumah keluarga Wijaya yang penuh keceriaan dan keramaian yang di buat oleh Sheryl berbanding terbalik di perusahaan Aris.Di di buat bingung dan khawatir oleh sang adik yang tidak ada di Negara B.


"Apa maksud mu Sheryl tidak ada?"Ucap terkejut Aris.saat mendengar laporan dari anak buahnya yang selama ini mengawasi sang adik di negara B.


"Cepat kalian cari dia sampai ketemu"marah Aris pada sang anak buah.


"Baik bos"ucap anak buah Aris.


"Kemana gadis nakal itu pergi"pikir Aris.Sejak mendapatkan laporan dari anak buahnya Aris pun berusaha untuk menghubungi ponsel sang adik tapi tidak tersambung sama sekali karena ponsel Sheryl sang di matikan.


"Ger keruangan ku sekarang"ucap Aris melalui sambungan telp.


"Ba.." ucap Gery terputus karena bos nya telah mematikan telp sepihaknya."Hah..... ada apa lagi ini sepertinya bos sedang kesal" gerutu Gery ."Permisi pak" ucap Gery masuk ke ruangan Aris


"hmm iya...."jawab Aris mengangguk


"Ada apa pak?"tanya Gery.


"Kau suruh anak buah mu untuk segera melacak dimana Sherly"perintah Aris.


"Baik pak..maaf pak mencari kemana?"tanya Gery kembali.


"Apa perlu aku jawab" ucap Aris dingin.


"Ach tidak pak maaf" jawab gugup Gery


Gery pun langsung keluar dari ruangan si bos untuk segera menjalankan perintahnya."Haduh Gery..kenapa kau jadi sebodoh itu,sudah tau bos mu seperti itu "gumam lirih Gery.

__ADS_1


Dia pun segera mencari tahu keberadaan sang adik bos yang menghilang dengan memerintah semua anak buah nya mencari di seluruh negara.


Dilain tempat Sherly mengajak Kikan untuk pergi berjalan-jalan.


"Nek bolehkah aku mengajak kak Kikan jalan-jalan?"ijin Sherly kepada sang nenek.


"Memang kau mau mengajak nya kemana?"Balik tanya nenek Puspa.


"Keliling aja nek hihihi" ucap Sherly dengan tertawa.


"Ya sudah pergilah kalian berdua" jawab nenek.


"Tapi nek pekerjaan saya belum selesai" tolak Kikan.


"Udah ayo kak jalan-jalan sama aku"ajak Sherly.


"Tapi nek aku gak mau merepotkan semuanya.Bagaimana kalau aku selesaikan dulu pekerjaan ku "ucap Kikan memeberi pengertian pada semuanya.


"Baiklah kalau begitu,ayo aku bantu kak"


"Apa" ucap Kikan kaget."Tidak...tidak biar aku selesaikan sendiri saja nanti baru kita keluar bagaimana"


"Baiklah aku tunggu saja "ucap pasrah Sherly


Beberapa saat berlalu pekerjaan Kikan pun telah selesai.Mereka berdua pun berpamitan kepada nenek Puspa.


"Nek kami berangkat ya"pamit Sherly.

__ADS_1


"Nek saya berangkat "pamit Kikan bermasaan dengan Sherly.


"Iya kalian hati-hati"jawab nenek Puspa yang di angguki oleh dua gadis itu.


"Sher kita mau kemana?"tanya Kikan saat di dalam mobil.


"Jalan keliling aja kak,memang kakak mau kemana"tanya Sherly balik.


Kikan yang tidak tau tentang kota itu pun hanya menggelengkan kepala.


"Aku terserah kamu Sher karna aku tidak tau kota ini"jelas Kikan.


"Oke deh kita Healing kak,Let's Go..." ucap Sherly semangat.


Kikan yang melihat Sherly dibuat geleng kepala.


Hari itu pun Kikan dan Sherly berkeliling kota dan pergi ke Mall.Saat di Mall Sherly mengajak Kikan untuk berbelanja.


"Kak kau mau beli apa"tanya Sherly.


"Tidak Sher aku ikut kau saja"


"Jangan gitu lha,ya sudah yuk ikut aku" ajak Sherly menggandeng Kikan.


Sherly pun membelikan banyak baju serta hal lain untuk Kikan.meskipun Kikan menolak tapi Sherly tidak mau tau.


Tanpa mereka sadari ada yang mengamati kegiatan mereka dari jauh.

__ADS_1


__ADS_2