
Aris di buat tertegun dengan permintaan Kikan.Ya saat di tengah perjalan pulang mereka melewati penjual mie ayam.
"Tuan bisa ya berhenti saja sebentar kok gak lama"pinta Kikan.
"memang kau mau apa"tanya Aris.
"Tolong ya tuan"
"ya...ya.. pak berhenti dulu "ucap Aris setuju dan meminta sopir untuk berhenti.
"Tapi bisa kita mudur sedikit aja kan pak"pinta Kikan kepada sopir.
"bisa mbak memang kemana "tanya sopir yang bernama Budi.
"Ke situ pak "tunjuk Kikan ke penjual mie ayam.
""oh iya mbk "pak Budi pun memundurkan mobil untuk parkir lebih dekat ke penjual mie itu.
Setelah dekat Kikan pun langsung turun untuk menghampiri penjual mie ayam sampai dia lupa untuk ijin kepada Aris.
Aris yang ditinggal pun tercengang dengan tingkah Kikan."Dia minta berhenti lalu nyelonong aja hanya untuk mie ayam "gumam aris heran.
"Mbak Kikan memang unik den" ucap sang sopir yang mendengar Aris.
"Iya kau benar pak" jawab Aris membenarkan ucapan sopirnya.
Kikan yang saat itu memesan mie pun sadar jika dia tidak menawari orang di dalam mobil
"Ya ampun aku lupa menawari mereka"ucap Kikan dengan menepuk jidatnya.Dia pun kembali menghampiri mobil Aris.
"Kita lihat pak mau apa lagi dia"ucap Aris kepada sang sopir saat melihat Kikan menghampiri mobil mereka.
Saat dekat dengan mobil Kikan pun menawari pak Budi."Pak Budi mau mie ayam tidak"tanya Kikan.
"Ach ti..tidak mbk"jawab sopir menolak karena di tatap tuan mudanya dari belakang kursi.
"Tapi saya sudah pesan pak"ucap Kikan.
"Lalu untuk apa kau bertanya pada dia "tanya Aris acuh.
"Ya saya hanya memastikan tuan "jawab Kikan nyengir.
"Lalu kau pesan berapa" tanya Aris kembali.
__ADS_1
"Pesan dua tuan "jawab Kikan
"Hanya dua "
"iya untuk saya dan pak Budi " jawab Kikan tanpa dosa.
"Dan kau tidak membelikan atau menawariku"tanya Aris yang tak habis pikir dengan ART satu ini.
"Ya masak tuan mau"jawab Kikan
saat Aris akan menjawab tukang mie ayam itu menghampiri mereka mengantar mie ayam pesanan Kikan.
"Mbak ini pesanannya"ucap penjual itu
"iya pak makasih"jawab Kikan menerima mie nya.
"Ini pak buat pak budi"ucap Kikan menyerahkan mie ayam yang satu lagi pada sopir.
"Itu mie yang satu buat ku"ucap Aris tiba-tiba
"tapi ini punya saya tuan"jawab Kikan mempertahankan mie nya.
"Ya kau pesan lagi sana,salah siapa tidak menawari ku.Cepat sini"jawab Aris dengan merebut mie di tangan Kikan.Kikan pun akhirnya mengalah dan pesan lagi meskipun dengan cemberut.
"Sudah pesan sana tu bibir gak usah begitu juga"ucap Aris menyindir Kikan yang nampak memanyunkan bibirnya karena kesal.
"Ayo pak kita makan "ajak Aris kepada sopirnya.
"Tapi apa tidak menunggu MBK Kikan den"
"ach tidak usah biarkan dia makan menyusul" jawab Aris.
Setelah selesai dengan perdebatan mie ayam mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah Wijaya.Saat sampai terlihat nenek Puspa dan Sherly menunggu di ruang tamu.
"Assalamualaikum" Salam Kikan saat memasuki rumah.
"Waalaikum salam" jawab nenek puspa dan Sherly bersamaan.
"Kok baru datang,biasanya gak selama ini kak terapi mu"tanya Sherly pada sang kakak.
"Kau tanya itu sama wanita di belakang ku" jawab Aris acuh.
"Hah lah memang ada apa kak kikan"tanya Sherly heran.Kikan yang di tanya pun nampak malu di buatnya karena mereka lama diluar itu ulah nya yang meminta makan mie di jalan.
__ADS_1
"Kok diam ki" tanya nenek Puspa.
"Tadi itu ada orang yg tiba-tiba ngidam nek "sindir Aris pada Kikan.
"Hah ngidam,emang siapa yang hamil"tanya Sherly kaget.
"Itu yang ngidam"jawab Aris dengan menunjuk Kikan.
"apa,kau hamil Ki "tanya nenek Puspa kaget.
"Ach tidak nek"jawab Kikan."Aduh tuan malah saya dituduh ngidam segala"protes Kikan pada aris.
"lha memang benar kau tiba-tiba minta mie ayam kan " jawab Aris tak terima.
"Tapi kan gak ngidam juga tuan " jawab Kikan menolak tuduhan Aris."Lagian kita lama juga bukan karena saya saja tapi juga karena wanita jadi-jadian itu juga" ucap Kikan.
"Aduh apa lagi ini tadi ngidam sekarang wanita jadi-jadian"ucap nenek Puspa yang penasaran.
Sherly yang melihat perdebatan antara sang Kakan dan Kikan pun tertawa menyeringai.
"Wow ada apa ini dengan mereka,kayak melihat perdebatan sepasang orang yang lagi pacaran aja"pikir Sherly.
"Ach sudah lah aku capek mau kamar"ucap Aris."Sher bawa aku ke kamar "pinta Aris pada sang adik.
"iya kak " jawab Sherly menghampiri sang kakak.
Di ruang tamu hanya tinggal Kikan dan nenek Puspa saja."Nek aku pamit kebelakang dulu" ucap Kikan.
"Tunggu nenek mau bertanya padamu" ucap nenek Puspa menghentikan Kikan.
"i..iya nek"jawab Kikan takut.
"Apa maksud mu dengan wanita jadi-jadian"tanya nenek Puspa penasaran.
"Oh itu nek wanita yang tadi bertemu kami di rumah sakit"jawab Kikan yang sebenarnya.
"Siapa dia"tanya nenek Puspa kembali.
"Aku tidak tahu nek cuma tadi saat melihat tuan Aris wanita itu.........."jawab Kikan menceritakan kejadian di rumah sakit tadi.
"Sialan ternyata wanita itu belum kapok juga"ucap kesal nenek Puspa.
****
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉
Matur Suwun teman"