
Aris telah sampai di rumah sakit ayah Kikan di rawat.Saat tiba Aris melihat Kikan yang sedang menangis dia pun bergegas menghampiri sang gadis.
"Kikan"panggil Aris pada sang gadis.
Kikan yang di panggil pun menoleh dan berlari menghampiri Aris.
"Mas Aris"jawab Kikan yang kemudian memeluk lelaki itu saat sudah dekat.
Aris yang melihat kesedihan yang di rasa oleh Kikan pun membalas pelukannya.
"Ada apa hmmm"tanya Aris dengan lembut.
"Ayah mas...ayah hik...hik..hik"jawab Kikan dengan menangis.
"ayo duduklah dulu"ajak Aris menuntun Kikan ke kursi."Coba jelaskan ada apa"tanya Aris kembali.
"Dokter bilang ayah tidak ada kemajuan mas dan kami harus siapkan diri untuk kepergian ayah"jelas Kikan."Aku gak mau ayah pergi mas,aku gak mau"ucap Kikan kembali.
"Kau tenang dulu ya kita akan cari cara untuk ayah mu sembuh"ucap Aris menenangkan Kikan.
"Tapi mas bagaimana caranya dokter pun sudah bilang begitu"tanya Kikan yang putus asa.
"Hey lihat aku,aku berjanji akan mencari dokter yang terbaik agar ayahmu kembali sembuh dan sadar"ucap Aris meyakinkan Kikan.
__ADS_1
"Te...terima kasih mas"ucap Kikan dengan menunduk sedih.
"Sudah kau tenang ya dan banyak berdoa"hibur Aris.
Setelah beberapa saat kedatangan Aris.Kikan yang sudah merasa tenang pun akhirnya sadar karena keberadaan Aris di dekatnya.
"Mas bukannya tadi bilang di kantor dan masih di negara B kenapa kau ada disini"tanya Kikan.
"Ach itu pekerjaan ku sudah selesai dan untuk yang tadi aku ingin memberi kejutan padamu tapi ternyata aku yang malah terkejut dengan kondisi mu"jelas Aris dengan menatap Kikan penuh rasa sayang.
"Mas maaf tadi aku sudah memeluk mu tiba-tiba"ucap Kikan malu karena tidak sadar telah berani memeluk sang tuan muda.
"kenapa kau minta maaf.aku tidak keberatan jika kau peluk.apa lagi jika kau peluk lagi sekarang"ucap Aris menggoda Kikan.
"Hahaha kau lucu Ki kalau begini"ucap Aris yang begitu senang melihat wajah Kikan yang bersemu merah."Aku lebih suka kau yang ceria jadi berjanji lah jangan sedih lagi hmm"ucap Aris kembali.
"Tapi mas jika aku melihat kondisi ayah saat ini aku sedih mas"ucap Kikan kembali
"Iya aku tahu kalau pun sedih dan ada masalah berbagi lah pada ku"ucap serius Aris
"Tapi mas,aku gak enak padamu"
"Kenapa tidak enak,ingat setiap masalah mu adalah masalah mas juga jadi kita hadapi bersama ya"ucap Aris meyakinkan Kikan.
__ADS_1
"Ich mas ini ngomong apa sih aku merasa gimana gitu" ucap Kikan yang merasa canggung.
"Lha kenapa memang nya,apa aku gak boleh perhatian sama kamu"ucap Aris.
"Ya tapi mas kan bos aku masak ngomong gitu.Kan aku jadi gak enak mas"jelas Kikan.
"Terserah kau saja lah.sepertinya kau lupa dengan ucapan ku waktu itu"kesal Aris.
"Ucapan apa memangnya"tanya Kikan yang benar-benar lupa.
"Kau benar lupa ya sudah lah aku pergi saja kalau gitu"kesal Aris yang kemudian akan beranjak pergi.
Kikan yang melihat reaksi Aris yang akan pergi pun menarik tangan Aris."Mas mau kemana"tanya kikan.
"Pergi daripada di sini kesal aku dengan kamu"
"ich lucu deh gitu aja ngambek,iya..iya aku ingat"ucap Kikan yang kemudian tertawa melihat ekspresi kesal Aris
...****************...
Buat yang puasa Selamat menjalankan ibadah puasa ya temen".Semangat puasanya πππ
Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulisπ.
__ADS_1