ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Wanita Jadi-Jadian


__ADS_3

Sudah beberapa hari Kikan menemani setiap kegiatan Aris seperti berlatih berjalan dan belajar tentang agama.Hari ini adalah jadwal Aris untuk ke rumah sakit menjalani Terapi.Hari ini ada yang berbeda biasanya Aris pergi di temani oleh Sherly tapi hari ini dengan Kikan.


"Kak hari ini aku tidak bisa menemani mu ya"ucap Sherly.


"Kenapa"jawab Aris.


"Aku harus urus keperluanku kembali ke negara B kak"


"Kenapa harus hari ini sih"


"Kak aku sudah harus kembali,jadi untuk terapi Kakan nanti di temani kak Kikan ya"saran Sherly.


"Ya sudah" pasrah Aris.


Setelah itu Aris bersama Kikan pun pergi ke Rumah sakit.Di dalam mobil hanya ada keheningan saja karena Aris atau pun Kikan tak ada yang bersuara.


"Kikan"panggil Aris memecahkan keheningan.


"Iya tuan" jawab Kikan


"Kau nanti tunggu saja di luar mengerti"perintah Aris yang di angguki oleh Kikan.


Mereka pun telah sampai di rumah sakit.


Kikan mendorong kursi Aris menuju ruang terapi tapi di tengah perjalanan mereka bertemu seseorang yang membuat Aris marah.


"Wow ada direktur Wild's Corp ternyata" ucap wanita tersebut.Aris yang mendengar pun hanya cuek saja dan meminta Kikan untuk mendorong dirinya pergi dari sana.


"Tunggu "panggil wanita itu yang merasa tidak di gubris oleh Aris."Kau sombong sekali,meskipun sudah lumpuh kau masih tetap sombong ya"ucap sinis wanita itu.


"Apa mau mu"jawab Aris yang mulai terpancing.


"Tidak ada aku hanya ingin melihat lelaki seperti mu yang lumpuh,kasihan sekali ya"ejek wanita itu.


"aku tidak butuh belas kasih mu Jal*ng"ucap Aris marah.


"Wow santai dong,meski kau tidak minta pun aku merasa kasihan karena apa kau sekarang adalah lelaki cacat,lelaki yang tak berguna kau tau itu"ejek wanita itu kembali.

__ADS_1


"KAU"ucap marah Aris yang di tahan oleh Kikan.


"Tenang tuan"ucap Kikan mencoba menenangkan Aris dengan juga mengelus pundak Aris agar lebih bisa menurunkan amarah nya.Tapu wanita itu pun terus mengejek Aris dengan kata-kata kasarnya sehingga membuat kikan yang awalnya menenangkan Aris pun jadi terpancing juga emosinya.


"Nona anda dari tadi sudah banyak berbicara apa tidak capek?Dan maaf anda cantik tapi hati,mulut dan pikiran anda tidak secantik muka anda ya"ucap Kikan.


"Kau siapa hah"ucap wanita itu tak terima.


"Saya,saya Kikan nona"jawab Kikan polos.


"Jangan ikut campur kau"


"Maaf tapi saya dari tadi yang berada disini merasa risih dengan suara anda tau.Coba tanyak orang-orang itu pasti mereka terganggu dengan mulut anda"ucap Kika dengan menunjuk orang di sekitar.


"Kau"ucap wanita itu saat akan membalas ucapan Kikan tapi di hentikan oleh perawat yang ada disana.


"Maaf nona silahkan anda pergi jangan membuat keributan di rumah sakit"ucap perawat.


"Aku tidak mau "ucap wanita itu bersih keras tidak mau pergi karena ingin membalas omongan Kikan.


"Tuh dengar nona cepat pergi dari pada di panggilkan Surukiti"ucap kikan mengusir wanita itu tapi justru membuat semua orang termasuk Aris tertawa mendengar ucapan Kikan.


"Security kikan" ucap Aris membenarkan ucapan Kikan.


"Ach ya Sukuriti eh maksud saya Security"ucap Kikan dengan cengengesan.


"Mbak...mbak sampean ini kok lucu" ucap salah satu orang yang ada di rumah sakit itu.


"heheh maaf pak"ucap Kikan menutup mulutnya sambil tersenyum.


Wanita itu yang merasa di abaikan pun di tarik keluar oleh perawat.


"Nah gitu donk pergi dari tadi kek"ucap Kikan melihat kepergian wanita yang mengganggu tuan muda nya.


"Sudah Kikan ayo kita pergi"panggil Aris untuk pergi dari sana.


"Ach iya tuan ayo" jawab Kikan yang kembali mendorong Aris untuk masuk ruang terapi.

__ADS_1


Setelah beberapa jam terapi mereka pun pulang kembali kerumah.Di tengah jalan nampak Kikan yang melihat sang tuan muda.


"Kenapa kau melihatku seperti itu" tanya Aris.


"Tidak ada tuan "jawab Kikan.


"lalu kenapa kau melihatku begitu" tanya Aris kembali.


"Apa tuan tidak apa bertemu wanita jadi-jadian tadi"tanya Kikan tentang kondisi Aris setelah bertemu wanita tadi


"Maksud mu wanita jadi-jadian?"tanya Aris penasaran.


"wanita yang tadi itu tuan yang nyerocos terus gak ada rem nya " jelas Kikan.


"Owh dia memang aku kenapa"


"Ya gak apa-apa tuan hanya saya takut tuan gimana gitu setelah mendengar omongannya" ucap Kikan kembali yang merasa khawatir.


"Tenang saja aku tidak terpengaruh kan ada kau yang jadi jubir ku" ucap Aris.


"Ya ampun jubir kalah presiden " balas Kikan dengan cemberut.


setelah percakapan itupun mereka diam kembali tapi saat Kikan melihat ke jalan dia melihat warung Mie Ayam.Dia pun di buat ngeces membayangkan makan mie ayam itu karena itu makanan kesukaannya.


"Tuan apa saya boleh minta sesuatu"ucap ragu Kikan kepada Aris.


"Hmm kenapa" jawab Aris


"Bisa kita berhenti di depan "


"Untuk apa"tanya Aris yang melihat dimana kikan tadi menunjuk.


***


Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉


Matur Suwun teman"

__ADS_1


__ADS_2