
Kikan nampak bertanya-tanya ada apa dengan Aris karena sejak kemaren lelaki itu lebih banyak diam tak seperti biasanya dan hari ini pun tiba-tiba meminta waktu untuk bisa mengobrol dengan dirinya.
Aris yang telah seharian berkutat dengan pekerjaannya pun sampai tak sadar jika waktu sudah menunjukkan waktu makan siang dia baru berhenti ketika mendengar suara dering dari handphone nya.
"Halo Assalamualaikum"salam Aris menjawab telp.
"WAlaikum salam mas"jawab Kikan yang berada di sebrang.
"Iya Ki ada apa"tanya Aris
"Kok ada apa,aku kan Uda chat mas tadi"kesal Kikan yang ternyata dia tau Aris tak membaca chat nya.
"Aku belum baca Ki,aku sibuk"jawab Aris.
"Ya sudah kalau begitu tidak jadi mas lanjutkan kerja mu dulu aku tutup telponnya"ucap Kikan yang akan menutup telponnya.
"lho Ki kok di tutup tunggu dulu"cegah Aris.
"Tidak jadi mas nanti saja,Assalamualaikum" ucap Kikan yang kemudian menutup telponnya.
"Wa'alaikum salam"jawab Aris.Setelah telpon keduanya di tutup Aris pun langsung membaca chat yang di kirim Kikan."Memang dia chat apa sih"gumam Aris.Saat membaca chat dari Kikan ,Aris nampak terkejut ternyata gadis itu telah mengirimi dia begitu banyak chat yang tak ada satu pun dia baca sedari tadi.Aris pun di buat kelimpungan karena takut Kikan marah padanya sehingga dia pun mencoba menghubungi Kikan kembali namun tak di angkat oleh Kikan."Kenapa gak di angkat apa dia marah padaku"gumam Aris.
Saat dirinya sibuk menghubungi Kikan tampak pintu ruangan di ketuk dan ternyata yang mengetuk adalah asistennya.
"Permisi tuan"ucap Gery saat memasuki ruangan aris.
__ADS_1
"Iya"jawab Aris singkat.
"Sudah waktunya kita pergi meeting tuan dengan pak Kusuma"ucap Gery mengingatkan Aris.
"Ach iya ayo"jawab Aris yang kemudian berdiri dan keluar dari ruangannya di ikuti oleh sang asisten.Hari ini Aris memang sibuk dengan urusan kerjanya.
Kikan yang saat itu baru selesai menemui dokter pun terkejut dengan banyak nya panggilan tak terjawab dari Aris."Ya Tuhan kenapa banyak sekali telpon dari mas Aris"pikir Kikan.
Saat Aris menelpon tadi memang Kikan sedang di panggil oleh dokter yang memeriksa sang ayah.Dokter tersebut menjelaskan jika hari ini sudah ada kemajuan dari pak Sastro ayah kikan.dan Kikan pun nampak senang mendapatkan kabar itu sehingga dirinya pun memberitahukan pada keluarganya.
Sang adik yaitu Fajar yang tadi mendapat kabar dari sang kakak pun langsung meluncur ke rumah sakit untuk menemani sang kakak.Kikan yang tak tahu jika adiknya ke rumah sakit siang itu pun nampak terkejut."Lho jar kok kamu disini"tanya Kikan.
"Iya kak tadi setelah kakak telpon aku kemari"jelas Fajar.
"Oh hanya ngobrolin aku mau lanjut kuliah apa gimana gitu sih kak,trus aku jawab mau kerja untuk bisa bantu kakak bayar hutang ke keluarga mas Aris,sudah itu aja memang kenapa kak"jelas fajar yang kemudian bertanya kepada sang kakak.
"Tidak ada hanya bertanya saja"jawab Kikan.Tapi wanita itu pun memikirkan jawaban sang adik karena merasa tidak ada yang salah dari jawaban sang adik tapi kenapa Aris menjadi sedikit diam.
Fajar yang melihat sang kakak nampak memikirkan sesuatu pun bertanya."Kak"panggil fajar dengan menyentuh pundak sang kakak.
"Iya dek kenapa"tanya Kikan kaget.
"Kakak kenapa"tanya fajar
"Tidak ada apa-apa,oh ya kamu tadi naik apa kemari"tanya Kikan.
__ADS_1
"Naik motor kak"jawab sang adik.
"Berapa ongkosnya kakak ganti"tanya Kikan.
"kok ongkos kak aku bawa motor sendiri"jawab Fajar.
Kikan yang mendengar jawaban sang adik pun kaget darimana fajar mendapatkan motor."Motor,kamu bawa motor siapa dek"tanya Kikan kaget.
"Aku bawa motor yang katanya di kirim sama kak Aris tadi"jelas Fajar.
"Sebentar aku telpon mas Aris dulu,kamu juga kenapa langsung pakai aja sih"kesal Kikan pada sang adik.
Fajar yang melihat kekesalan sang kakak pun merasa bersalah karena langsung memakai pemberian Aris.
Kikan pun berusaha menghubungi Aris untuk menanyakan tentang motor pemberiannya.Tapi tak ada satu pun panggilan yang di jawab Aris.
Kikan nampak kesal juga kepada Aris karena tak bilang dulu saat akan memberi mereka motor."kenapa sih gak bilang kalo ngasih motor,telp gak di jawab coba aku chat aja"gumam Kikan.Akhirmya dia pun mengirim chat kembali pada Aris untuk menanyakan motor tersebut.
Aris yang sibuk dengan meetingnya tak mengetahui jika banyak panggilan masuk.
...**************...
Terima kasih teman-teman untuk Like nya ๐๐.Semoga kalian suka ya dengan karya ku yang pertama ini.
Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis๐
__ADS_1