
" Kan ini bener rumah nenek Puspa,besar sekali" ucap kagum Jihan melihat rumah nenek Puspa.Mereka di persilahkan pelayan untuk masuk dan menunggu sebentar untuk di panggilkan nenek Puspa.
"Iya bener kamu tidak dengar tadi satpam bilang apa"
"Rumah nya gede ya dan barang-barangnya mewah"ucap Jihan berbisik pada Kikan.Sedangkan Kikan yang di ajak berbicara oleh Jihan pun bergumam dan berandai-andai.
"Jihan andai aku punya rumah Segede gini bersih-bersihnya gimana ya"ucap Kikan.Jihan yang mendengar ocehan Kikan tak habis pikir dengan sahabatnya.
"Hah masih juga mikir bersih-bersihnya!" heran Jihan.
"Ya kan bener pasti capek dong beresinnya" ucap Kikan.
"Kikan...Kikan terserah lah" ucap Jihan menyerah.
Nenek Puspa pun datang menghampiri 2 gadis yang sedang menunggunya." Ya ampun sampai juga kalian di rumah nenek"
"Iya nek kami takut nyasar tadi" ucap Kikan
"Nek ini bener rumah nenek "ucap Jihan yang tiba-tiba bersuara.
"iya ini rumah nenek Jihan"
"Nek ini Rumah apa lapangan sepak bola?"ucap Jihan lucu.
Nenek Puspa yang mendengar ucapan Jihan pun tertawa sedangkan Kikan menggeleng kan kepala mendengar pertanyaan sahabatnya.
"Oh iya nek ini buat nenek"ucap Kikan memberikan bolu buatannya
"Wah kamu kok repot-repot sih,kalian kesini aja nenek sudah senang "
"Tapi tambah senang lagi kan nek kalau ada itu" ucap Jihan Menggoda nenek Puspa sambil menunjuk bolu dari Kikan.KKikan yang mendengar omongan sahabatnya pun menyenggol tangan Jihan dan memberi kode untuk diam.
"Hehehe kamu tahu aja "ucap nenek Puspa tersenyum.
"Kikan kamu kapan datang dari desa nak" tanyak nenek Puspa.
"Aku datang kemaren nek "jawab Kikan
"Apa terus apa kamu gak capek langsung bikin ini"
"Kikan mah kalau buat nenek apa juga di buatin nek,bener gak Kan" ucap Jihan sambil bermain mata kepada Kikan.
Nenek Puspa yang melihat tingkah Jihan pun tertawa.
"Ayo kita ke taman belakang kita ngobrol disana " ajak nenek Puspa
__ADS_1
"Baik nek"
"Siap nek"
ucap Kikan dan Jihan bersamaan.
Pelayan nenek Puspa pun bertanya-tanya siapa tamu nyonya besar mereka.Karena kedatangan 2 gadis itu membuat nyonya besar tertawa bahagia.
"Akhirnya aku bisa melihat senyum lepas seperti itu" ucap kepala pelayan yang di benarkan oleh semua pelayan yang melihat ke 3 wanita di taman yang sedang bercanda.
Di taman Kikan,Jihan dan nenek Puspa saling berbincang dan bercanda bersama.
"Nek makasih ya untuk semua bantuan yang nenek berikan pada ku selama ini"ucap Kikan kepada nenek Puspa.
"Sama-sama Kikan nenek sudang menganggap mu cucu nenek jadi sudah sewajarnya jika membantu mu"jawab nenek Puspa.
"Kalau Kikan cucu angkat nenek aku apa dong?" tanya Jihan saat memotong pembicaraan antara nenek Puspa dan Kikan.
"Kau cucu nakal ku"ucap nenek Puspa dengan tertawa yang di ikuti oleh Kikan dan Jihan yang juga tertawa.
****
Saat sang nenek berbahagia di rumah karena bertemu Kikan dan Jihan
Aris di kantor mendapatkan laporan dari salah satu anak buahnya yang disuruh mencari tau tentang kegiatan nenek Puspa selama di kota M.Dan Aris terkejut ternyata nenek Puspa menghampiri gadis yang telah menolongnya.
Orang suruhan Aris pun memberikan kegiatan yang di lakukan Oleh Kikan selama ini.
"Aku harus bisa mencari tahu apa maksud wanita ini mendekati nenek"pikir Aris.
Aris pun memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu semua tentang Kikan.Saat sedang menelpon anak buahnya Pak Wijaya datang ke ruangan kerja Aris.
" Aris ada hal yang ingin ayah bicarakan dengan mu tentang perusahaan kita di Negara L apakah kau sibuk"
" Tidak aku tidak sibuk pah,memang kenapa dengan perusahaan kita disana" tanya Aris bingung.
" Tidak terjadi apa-apa hanya saja sepertinya ayah harus kesana untuk beberapa waktu" ucap pak Wijaya.
" Lalu apa hubungannya aku dengan papa yang mau ke Negara L"
" Papa mau saat di negara L kamu bisa tinggal di rumah kita untuk menemani nenek mu"
" Tapi maaf pah aku tidak bisa karena papah tau jika aku selalu dengan nenek dia akan meminta ku dan mendesak ku untuk segera menikah"
"Tapi Ris beliau sendirian di rumah" ucap pak Wijaya merayu sang anak.
__ADS_1
"Ada pelayan di rumah jadi nenek tidak akan kesepian"ucap dingin Aris.Dan pak Wijaya yang mendengar ucapan Aris pun menggelengkan kepalanya.
" Baiklah sepertinya kita harus bicarakan ini di rumah jadi kau pulanglah hari ini" pinta pak Wijaya.
"Iya aku akan usahakan" jawab singkat Aris.
" Baiklah papa kembali keruangan papa" pamit pak Wijaya yang di angguki sang anak.
Dan setelah beberapa waktu di rumah nenek Puspa Kikan dan Jihan pun berpamitan kepada nenek Puspa.
" Nek Kikan dan Jihan pulang dulu ya nanti kapan-kapan kita akan kesini lagi"pamit Kikan.
Jihan pun juga berpamitan dengan nenek Puspa tapi sebelum dia pergi Jihan menggoda nenek Puspa."Dengar gak nek Kikan bilang?" tanya Jihan.
" Ya dengar dong Jihan"
"emang Kikan bilang apa?"tanya Jihan kembali
"ya Kikan dan kamu akan kemari lagi kapan-kapan"
"Wah berarti nenek gak denger" goda Jihan kembali membuat nenek Puspa penasaran sedangkan Kikan yang sedang di bicarakan bengong karena bingung apa yang di ucapkan tadi perasaan apa yang di omongin nenek Puspa itu benar.
"Trus apa dong"tanya nenek Puspa penasaran.
"Kata Kikan...." ucap Jihan yang kemudian berbisik ke nenek Puspa.Dan nenek Puspa yang mendengar bisikan Jihan pun mengaminkan ucapan Jihan.
Kikan kembali di buat penasaran kenapa Jihan berbisik ke nenek Puspa dan kenapa nenek Puspa berbicara amin.
Saat Jihan menoleh ke arah Kikan,dia tau jika sahabatnya penasaran dan bukan Jihan namanya jika tidak jahil.Saat tau Kikan sahabatnya dalam mode bengong dia pun menggeret tangan Kikan untuk berjalan pulang,sedangkan Kikan. yang di seret nampak kaget sehingga berteriak atas kelakuan Jihan.
Nenek Puspa yang memandang ke dua gadis itu tersenyum bahagia.
" Nyonya sepertinya bahagia sekali kedatangan kedua gadis itu" ucap kepala pelayan dari arah belakang nenek Puspa.
Nenek Puspa yang mendengar ucapan pelayan pun menjawab " kau benar berkat mereka terutama Kikan aku merasa bahagia sekali" jawab nenek Puspa yang saat itu juga tidak mengalihkan pandangannya dari 2 gadis itu hingga mereka hilang dari pagar rumah nya.
" Nyonya mari kita masuk" ajak pelayan
" Baiklah ayo" jawab nenek Puspa.
" Mah kenapa di luar? "tanya pak Wijaya yang saat itu juga baru datang dari kantor.
"Kau sudah pulang nak"
" iya mah,mama belum menjawab ku kenapa berada di luar tadi"
__ADS_1
"Oh itu aku baru saja mengantarkan Kikan dan Jihan yang baru saja pulang"
" Kikan dan Jihan Siapa mereka " batin pak Wijaya.