ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Ijin Pulang


__ADS_3

Kikan terkejut dengan umpatan yang di lontarkan nenek Puspa. "Kenapa nenek nampak marah juga ya"pikir Kikan


"Ya sudah Ki,kau istirahat lha nenek mau ke kamar dulu"pamit nenek Puspa berlalu pergi meninggalkan Kikan.


"Baik nek"jawab Kikan yang lantas juga pergi untuk ke kamarnya.


Saat malam hari nenek Puspa menemui Aris di kamarnya karena menanyakan tentang wanita yang di maksud Kikan tadi.


"RIS boleh nenek masu"ucap nenek Puspa saat masuk kamar Aris


"Masuk nek"jawab Aris mempersilahkan sang nenek.


"Nenek mau tanya apa benar yang di ucapkan Kikan"tanya nenek Puspa.


"Tentang apa nek "tanya Aris balik karena tidak tahu yang di maksud oleh sang nenek.


"Apa benar tadi kau bertemu dengan Lila" tanya nenek Puspa dengan menyebut nama wanita yang di ceritakan Kikan.Aris pun mengangguk mengiyakan pertanyaan sang nenek."Jadi dia sudah kembali ke kota ini" ucap nenek Puspa.


"Iya nek,dia kembali"ucap Aris dengan dingin.


"Lalu kau akan berbuat apa"tanya nenek Puspa lagi.


"Itu akan aku pikirkan nek,jadi nenek tenang saja"jawab Aris.


"Jika wanita ular itu datang berarti lelaki itupun juga datang,kau harus hati-hati Aris"ucap nenek Puspa mengingatkan sang cucu.


"Nenek tenang saja aku sudah meminta Gery untuk mencari tahu tentang semuanya"Jawab Aris dingin dengan sorot mata yang tajam.


"Baiklah jika begitu nenek keluar dulu kau istirahat lah"


"Iya nek" jawab Aris.


Setelah beberapa saat menjalani terapi di rumah sakit dan berlatih dirumah Aris menunjukkan kemajuan karena sekarang sudah tidak menggunakan kursi roda kembali .Dan kini pun hubungan nya dengan Kikan sudah lebih baik meskipun terkadang aris masih kesal melihat tingkah Kikan yang terkadang ceroboh dan polos.


Hari itu Kikan nampak meminta ijin pada nenek Puspa untuk pergi menemui sang sahabat yaitu Jihan.Karena sejak dia beberapa bulan bekerja di rumah nenek Puspa mereka belum bertemu dan hanya saling bertanya kabar lewat telpon.


"Nek,apa aku boleh bicara sesuatu"ucap Kikan pada nenek Puspa.

__ADS_1


"Iya Ki kenapa"tanya nenek Puspa.


Kikan pun nampak ragu akan menjawab nenek Puspa "Ehm begini nek apa aku besok boleh ijin sebentar"tanya Kikan.


"Kau mau kemana"


"Aku mau menemui Jihan nek"jawab Kikan dengan menunduk.


"Owh kenapa tidak dia saja yang kemari,nenek juga rindu dengan anak cerewet itu"ucap nenek Puspa.


"Tidak nek karena Jihan esok akan pulang kampung dan aku bertemu dengan nya untuk menitipkan sesuatu buat keluarga ku di kampung nek"jelas Kikan.


"Owh begitu,Kenapa kau tidak pulang sekalian pasti kau rindu juga kan dengan mereka"ucap nenek Puspa pada Kikan yang memberi ide untuk Kikan pulang kampung.


"Tapi apa boleh nek aku libur beberapa hari untuk pulang"tanya Kikan yang tidak enak.


"Kenapa tidak boleh,Kalau kau mau pulang gak apa-apa Kikan nenek ijinkan"ucap nenek Puspa mengijinkan Kikan pulang ke kampungnya.


Kikan pun nampak senang karena bukan hanya di ijinkan bertemu Jihan tapi juga di ijinkan untuk pulang kampung.Begitu senang Kikan yang akhirnya bisa bertemu dengan keluarga nya tapi di saat dia merasa senang Kikan sesaat teringat dengan Aris."Tapi nek bagaimana dengan tuan Aris "ucap Kikan ragu.


"Bukan begitu nek apa tuan Aris mengijinkan"tanya Kikan dengan suara lirih.


Nenek Puspa pun di buat heran dengan ucapan Kikan "Ya ampun Kikan aku pikir kenapa,masalah Aris biar nenek saja sekarang kau siap-siap saja untuk pulang ke kampung mu"ucap nenek Puspa menyuruh Kikan bersiap.


"Baik nek,terimakasih ya nek"ucap Kikan sambil mencium tangan nenek Puspa.


"Ya sudah sana"


"Baik nek"jawab Kikan dengan tersenyum bahagia.


Nenek Puspa yang melihat Kikan berlalu dari hadapan nya pun menyunggingkan senyum melihat kebahagiaan Kikan."Biarlah dia istirahat pulang kampung karena dia pasti lelah merawat Aris selama ini"gumam nenek Puspa.


Kikan pun telah selesai bersiap-siap untuk menemui Jihan dan pulang kampung.Dia pun berpamitan kepada semua pelayan di sana untuk libur beberapa hari.Saat dia akan berpamitan dengan nenek Puspa.Nampak nenek Puspa menyerahkan amplop kepada Kikan.


"Kikan ini untuk bekal mu pulang"ucap nenek Puspa sambil menyerahkan amplop itu pada Kikan.


Kikan yang melihat isi amplop itu pun nampak terkejut dia menolak pemberian nenek Puspa."Nek ini sungguh banyak sekali,aku tidak bisa terima ini nek"ucap Kikan menyodorkan kembali amplop itu kepada nenek Puspa.

__ADS_1


"Sudah kau bawa saja nenek tidak terima penolakan"ucap nenek Puspa tegas.


"Tapi nek "jawab Kikan tidak enak .


"Sudah pergilah itu pak Budi sudah menunggu dirimu untuk mengantar ke rumah Jihan"ucap nenek Puspa.


"Kok di antar pak Budi nek aku bisa naik angkot nek"


"Sudah jangan banyak protes pergilah.Tapi ingat kau harus kembali oke"ucap nenek Puspa mengingatkan Kikan


"Siap nek,kalau begitu Kikan pamit ya nek" jawab Kikan dengan berpamitan pada nenek Puspa.


Saat di perjalanan ke rumah Jihan sesaat Kikan merasa ada yang terlupa tapi dia tidak tahu apa.kikan berusaha mengingat tapi semua yang dia bawa pun sudah di ceknya tapi tidak ada yang tertinggal hingga dia pun sampai di kontrakan Jihan.


Saat sampai di depan kontrakan sang sahabat Kikan pun memanggil Jihan yang sedang berada di dalam.


"Assalamualaikum Jihan" salam Kikan


"Waalaikum salam"Jawab Jihan yang tidak tahu jika hari itu sahabat nya akan datang."Kikan"teriak Jihan.


mereka pun berpelukan saat bertemu."Bukannya kau akan kemari besok" tanya Jihan.


"Iya tapi aku diberi ijin nenek hari ini kemari dan aku juga di ijinkan pulang bersama dengan mu Jihan"ucap Kikan senang.


"Wow yang benar Ki"tanya Jihan tak percaya.


"Iya benar" jawab Kikan


"Baiklah besok kita pergi tapi hari ini aku ingin ngobrol banyak dengan dirimu"ucap Jihan antusias dan di setujui oleh Kikan.


Jadilah hari itu dia sahabat tersebut bertemu kangen .


***


Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉


Matur Suwun teman"

__ADS_1


__ADS_2