ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Kedatangan Aris


__ADS_3

"Ayah pasti kuat,cepat sembuh yah kami masih membutuhkan Ayah"batin Kikan dengan sedih melihat kondisi sang ayah.


Sudah beberapa hari ayah Kikan di rawat tapi hingga sekarang sang ayah masih belum siuman.Semua kelurga Kikan begitu sedih dan rindu dengan sang pahlawan keluarga.


"Ki kenapa ayah mu belum bangun"tanya Bu Sukma pada sang anak.


"Kikan juga gak tau Bu,kita berdoa saja ya Bu semoga ayah segera sadar dan bisa berkumpul dengan kita kembali"ucap Kikan menenangkan sang ibu."Ibu gimana kalau ibu pulang saja dulu biar aku yang menunggu ayah"usul Kikan pada sang ibu.


"Tapi Ki,ibu tidak tega ninggalin ayah mu"jawab sang ibu yang tak ingin pulang.


"Ibu pulang saja karena adik-adik di rumah juga butuh ibu,Biar Kikan yang Disini ya bu"ucap Kikan.


"Baiklah ibu pulang dulu nanti kalau ada kabar segera hubungi ibu ya"pinta sang ibu pada sang anak.Sebelum Bu Sukma pergi beliau pun berpamitan pada sang suami."Ayah,ibu pulang dulu ya.Ayah di temani Kikan dulu nanti ibu kemari lagi"ucap Bu Sukma kepada sang suami meski tak ada respon."Ki ibu pulang dulu ya nak,kau hati-hati disini"pamit sang ibu pada Kikan.


"Iya Bu,ibu hati-hati dijalan"ucap Kikan pada sang ibu.


Di tempat lain Aris nampak khawatir dengan Kikan karena setelah beberapa hari akhirnya dia bisa menghubungi gadis itu.Dia pun juga nampak tak sabar untuk berada di dekat sang gadis untuk menghiburnya.


"Gery kau urus semua yang ada disini aku akan kembali ke negara I"ucap Aris pada sang asisten.

__ADS_1


"Baik tuan"jawab sang asisten.


"Ya sudah aku berangkat jika ada apa-apa segera hubungi aku"perintah Aris pada sang asisten sebelum berangkat.


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan pulang ke negaranya akhirnya Aris pun telah sampai tapi dia tak langsung pulang kerumahnya melainkan langsung ke kota sang gadis.Aris pun menanyakan rumah sakit tempat ayah Kikan di rawat saat ini pada sang gadis.


"Halo Ki"ucap Aris saat sambungan telponnya terhubung.


"Halo mas Aris" jawab Kikan.Ya Aris telah meminta padanya untuk memanggil mas bukan tuan muda.


"Kau ada dimana sekarang"tanya Aris.


"Rumah sakit ayahmu dimana beri tahu aku nama rumah sakitnya"ucap Aris pada Kikan.


Kikan yang mendengar ucapan Aris pun merasa heran."hah Rumah sakit persada mas,memang ada apa mas"tanya Kikan yang heran kenapa Aris menanyakan tempat ayahnya di rawat.


"Oh rumah sakit persada"ucap Aris memberi kode pada sang sopir."Tidak apa-apa mas hanya bertanya,kau sudah makan belum"tanya Aris mengalihkan pembicaraan.


"Sudah mas tadi,ini mas sekarang sedang bekerja atau bagaiman"tanya Kikan.

__ADS_1


"Aku sedang perjalanan ke kantor"ucap bong Aris.


"Owh,mas sudah sarapan"tanya Kikan.


"Sudah kok tadi..."jawab Aris.Mereka pun melanjutkan obrolan berdua dan terputus karena Kikan yang di panggil oleh dokter.


"Mas aku tutup dulu ya,ini dokter memanggil"pamit Kikan.


"Baiklah,nanti kita lanjutkan"jawab Aris.


Setelah sambungan telpon terputus Aris bertanya pada sang sopir berapa lama lagi mereka sampai.Setelah menempuh perjalan yang cukup lumayan melelahkan.Aris pun telah sampai di rumah sakit ayah Kikan di rawat.Saat tiba Aris melihat Kikan yang sedang menangis dia pun bergegas menghampiri sang gadis.


"Kikan"panggil Aris pada sang gadis.


...****************...


Buat yang puasa Selamat menjalankan ibadah puasa ya temen".Semangat puasanya πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulisπŸ˜‰.

__ADS_1


__ADS_2