
Malam hari Kikan terbangun dari tidurnya karena kaget dengan suaran teriakan sang tuan Muda.
"KIKAN...."
"Ah iya tuan"ucap Kikan terbangun dari tidurnya.Jihan yang tidur di sebelah nya pun terlonjak kaget dengan ulah Kikan.
"Kikan kau kenapa"tanya Jihan setengah sadar.
Kikan yang masih belum sepenuhnya sadar dengan kekagetannya pun heran kenapa ada Jihan."Kok kamu disini ji"ucap Kikan.
"Hah maksud mu"tanya Jihan tak percaya."Kau ngelindur Ki,Hey halo bangun Ki"ucap Jihan dengan menggoyangkan badan Kikan.
"Astaga ternyata aku mimpi"ucap Kikan sesaat setelah sadar dari tidurnya.
"Haduh kau ini kenapa"tanya Jihan kesal.
"Aku kaget Ji,aku seperti dengar suara tuan aris"jelas Kikan pada Jihan.
"Astaga ada aja kau ini,Uda ayo lanjut tidur lagi"ajak Jihan pada Kikan untuk kembali istirahat.Namun karena sudah terlanjur terbangun Kikan pun tak bisa tidur kembali.Karena tak bisa tidur dia pun menghidupkan ponselnya untuk melihat sosial medianya.Kikan nampak kaget saat ponsel nya telah hidup karena banyak sekali chat dan telpon dari Aris.
"Astaga,ada apa tuan Aris menghubungi ku"gumam Kikan.Kikan yang berniat untuk menghubungi Aris pun di urungkan karena saat melihat jam ternyata sudah terlalu larut malam."Besok saja ku hubungi tuan ari"ucap Kikan yang kemudian melanjutkan tidurnya.
Pagi hari Kikan pun melakukan rutinitasnya setiap hari meskipun saat ini masih di rumah sang sahabat.Dia yang ingat akan menghubungi Aris pun segera menelpon sang tuan muda.
Saat sambungan telponnya di jawab oleh Aris,Kikan yang akan mengucapkan salam pun urung karena Aris terlebih dahulu marah-marah kepadanya.
"Assalamualaikum tu...."ucap Kikan yang di potong Aris
"Halo Ki,kau kemana saja,kenapa telpon dan chat ku kau abaikan hah?Aku kan sudah bilang jika kau tidak di rumah keluarga Wijaya lapor dan ijin ke aku jika mau keluar"ucap marah Aris.
"Maaf tuan kemaren saya ketiduran"jawab Kikan takut.
__ADS_1
"Ach kau alasan saja,sekarang kau dimana"tanya Aris tak percaya dengan jawaban Kikan.
"Sa..saya di di rumah Jihan tuan"jawab Kikan terbata-bata.
"Baiklah awas kau ulang lagi"ucap Aris kemudian.
"Baik tuan"jawab Kikan lega karena akhirnya Aris tak lagi kesal.
"Aku kembali dua Minggu lagi,jadi saat aku kembali kau harus ada di apartemen"pinta Aris kemudian.
"Baik tuan"jawab Kikan patuh.
"Ya sudah aku kerja dulu nanti aku hubungi kamu lagi"ucap Aris saat akan menutup telpon.
"Baik tuan, Assalamualaikum "
"Walaikumsalam"jawab Aris di sebrang sana.
"Ki kau kenapa seperti orang habis kena teror aja"ucap Jihan yang tiba-tiba datang."Kau habis telpon sama siapa"tanya Jihan kemudian.
"Dengan tuan Aris."jawab Kikan.
"Lha terus kenapa muka mu kayak habis di marahin guru killer"heran Jihan.
"iya dia marah karena dari semalam aku belum hubungi tuan Aris"jelas Kikan.
"Lha belum kamu hubungi,kan sudah kubilang segera telpon kamu sih,syukurin"ucap Jihan
"Kau ini aku di marahi malah kamu seneng"protes Kikan dengan cemberut.
Jihan yang melihat sang sahabat cemberut pun semakin tertawa senang.
__ADS_1
"Aduh...aduh kasian yang abis di marahin ayang beb"goda Jihan.
"Ayang beb..ayang beb itu tuan Aris Ji"ucap Kikan tak terima
"Iya tuan ARIS tapi kan ayang beb mu"goda Jihan kembali
"Ngawur kamu"ucap Kikan sambil menoyor kepala Jihan.
"Ich kau ini,gimana gak ayang beb kelakuan bos kamu itu kayak sama istri aja,kamu kayak istrinya yang lagi keluar rumah tapi gak ijin suami"ucap Jihan
"kau ini malah ngelantur ngomong nya"ucap Kikan yang tak habis pikir dengan ucapan sang sahabat.
"Yaelah gak percaya ini bocah.Lihat aja ya nanti pasti dia bakal hubungi kamu lagi dan tanya-tanya kamu lagi dimana,ngapain Uda makan belum"ucap Jihan panjang lebar.
"Gak mungkin"ucap Kikan tak percaya.
"Wah kau gak percaya,gimana kalau kita taruhan kalau aku menang kau traktir aku mie ayam di ujung sana,tapi kalau kau yang menang traktir aku Bakso"ucap Jihan.
"Itu mah sama aja Jihan ujung-ujung nya aku yang beli"jawab Kikan kesal.
"Hahaha masa iya sih.Tapi sepertinya iya"ucap Jihan santai.
"Sudah sana mandi bau tahu"usir Kikan pada Jihan.
Setelah kepergian sang sahabat,Kikan nampak memikirkan ucapan Jihan"Masa iya aku seperti istri yang gak ijin suami,tapi...ach sudah lah ucapan Jihan gak usah di pikir"gumam Kikan.
Dan terbukti seharian itu Aris sering mengirim chat pada Kikan untuk menanyakan keberadaan nya.
"Ya tuhan ada apa dengan tuan Aris tumben banget seharian ini chat"heran Kikan.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉