
Setelah beberapa saat Gery telah sampai di kontrakan Kikan.
Tok...
Tok...
"Permisi" ucap Gery dengan mengetuk pintu.Setelah menunggu lama tapi tak juga ada yang membuka pintu Gery pun bertanya pada salah satu tetangga Kikan.
"Permisi bu"
"Iya mas" ucap tetangga Kikan.
"Maaf mengganggu mau tanya ibu,orang yang tinggal di sebelah kemana y Bu,saya ketok-ketok tidak ada jawaban?"tanya Gery.
"Owh MBK Kikan dan Jihan"
"Iya Bu,saya mencari Kikan!"
"Mereka bekerja semua mas tapi kalau Kikan kerja nya di warung depan gang situ mas"
"Oh begitu Bu,baiklah kalau begitu saya permisi bu" ucap Gery pamit.
"Baik mas"
Setelah mendapatkan info dimana kerja Kikan dia pun langsung menghampiri Kikan ke tempat kerjanya.
"Warung depan gang mungkin ini karena"gumam Gery Sambil menyetir.
Dia pun turun masuk ke warung yang di beri tahu oleh tetangga Kikan.Saat masuk Gery menoleh kiri kanan untuk mencari gadis yang di maksud bosnya.Melihat ada yang datang pelayan warung pun bertanya pada Gery.
"Iya pak mau pesen apa?"tanya pelayan warung.
"Ach maaf mbak saya kemari mencari Kikan"jawab Gery
"Oh Kikan dia sedang ke pasar pak,ada yang bisa dibantu"
"Berapa lama dia kalau di pasar"
"mungkin sebentar lagi pak,memang ada apa ya pak"ucap pelayan yang penasaran.
"Baiklah kalau begitu saya tunggu di luar,permisi"ucap Gery pamit dan tidak menjawab pertanyaan pelayan tersebut.
"Ich di tanya perlu apa malah gak jawab kan aku kepo"gerutu pelayan tersebut.
Pemilik warung yang mendengar gerutuan karyawannya pun bertanya kenapa di tampak kesal dan pelayan tersebut memberitahu jika ada yang mencari Kikan.
Setelah beberapa saat Kikan pun kembali ke warung.
"Alhamdulillah selesai juga belanjaan ku"ucap Kikan.Kikan yang masuk ke dalam warung pun langsung di beritahu teman kerjanya jika ada yang mencari dirinya.
"Kikan tuh kamu ada yang nyari"ucap teman kerja Kikan dengan ketus.
"Mencari saya ,siapa ya mbak?" tanya Kikan.
"Mana aku tahu"ucap pelayan itu ketus.Kikan pun menganggukkan kepalanya saat di jawab begitu oleh teman kerjanya.
"Bu permisi saya ijin menemui orang yang mencari saya"pamit Kikan kepada pemilik warung l.
__ADS_1
"Iya Kikan"
Kikan pun mendekat pada Gery untuk bertanya ada apa.
"Permisi tuan"ucap Kikan sambil mengetuk kaca jendela mobil Gery.
"Iya"ucap Gery.
"Maaf tuan tadi mencari saya"
"Oh iya kamu Kikan bukan"
"Iya tuan,ada apa ya tuan"
"Masuklah"pinta Gery pada Kikan untuk masuk kedalam mobil.setelah Kikan masuk Gery pun memberi tahu tujuan nya mencari Kikan.
"Begini Kikan kamu ikut saya karena bos sudah menunggumu" ucap Gery.
"Bos maaf maksud tuan siapa ya"
"Bos Aris dia mau bertemu dengan mu sekarang"
Kikan yang mendapatkan jawaban dari Gery pun di buat bingung karena merasa tidak mengenal lelaki di hadapannya dan Bos Aris yang di maksud .
"Ayo kamu ikut sekarang"ajak Gery.
"Eh...eh .. maaf tuan saya sedang bekerja jadi tidak bisa ikut" ucap Kikan kaget.
"Bos sudah menunggu mu dia minta secepatnya"
"Baiklah saya ijinkan kamu"
Gery pun langsung turun dan menemui pemilik warung untuk mengijinkan Kikan hari ini.Kikan yang mengikuti Gery pun di buat bengong dengan yang dilakukan pria di depannya yang langsung memutuskan tanpa bertanya Kikan setuju atau tidak ikut dirinya.
Pemilik warung pun mengijinkan Kikan untuk ijin hari itu.
Setelah beberapa saat Gery dan Kikan pun tiba di perusahaan Wild's Corp.Kikan pun nampak takjub dengan gedung yang menjulang tinggi.
"Mari kita turun"ajak Gery.Namun karena masih takjub Kikan tidak menanggapi ajakan Gery sehingga Gery pun memanggil dirinya.
"Maaf mbak Kikan mari" ajak Gery kembali.
Kikan pun kaget di buatnya "Ach i..iya "
Mereka pun masuk menuju ruangan Aris.
"Silahkan mbak Kikan kita sudah sampai di ruangan bos Aris".Kikan pun mengikuti di belakang Gery untuk masuk.Saat di dalam Kikan pun terkejut dengan siapa yang mencarinya.
Deg
"Bukannya dia cucu nenek Puspa"pikir Kikan.
Saat sampai di dalam ruangan Aris nampak sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak tahu jika Kikan telah ada di hadapannya.
"Permisi pak"ucap Gery.yang hanya di tanggapi oleh Aris dengan deheman.
"Maaf pak ini MBK Kikan sudah disini"
__ADS_1
"iya aku tahu tunggu sebentar".
"Baik pak"
"Kau bisa keluar sekarang Ger"
"Baik pak permisi"Gery pun keluar ruangan Aris.Tapi sebelum meninggal kan ruangan Aris,Gery mempersilahkan Kikan untuk duduk.
"Mbak Kikan silahkan duduk"
"Iya terima kasih" Kikan pun berjalan mendekati sofa tapi sebelum beberapa langkah dekat dengan sofa terdengar suara Aris.
"Siapa yang suruh kau duduk" ucap Aris dingin.
Kikan yang mendengarpun kaget di buatnya.Dia pun berbalik berjalan untuk berdiri di depan meja Aris.
"Ya Tuhan sampai kapan aku berdiri begini"batin Kikan yang merasa kakinya lelah karena berdiri dari setengah jam yang lalu.
"Baiklah mari kita bicara"ucap Aris tiba-tiba.
Kikan yang mendengarpun menganggukkan kepalanya.
"Duduklah"perintah Aris.
"Kenapa tidak dari tadi sih"pikir Kikan saat duduk.
"Baik langsung ke intinya saja.Kau pasti tau siapa aku kan?"ucap Aris.
"I...iya pak "ucap Kikan gugup.
"Aku minta kau bekerja di rumah ku untuk menemani dan menjaga nenek ku yaitu nenek Puspa...."ucap Aris
"Tapi pak kenapa saya"potong Kikan saat Aris berbicara.
"Jangan potong pembicaraan saya"Kesal Aris
"Ma...maaf pak" ucap Kikan dengan menundukkan kepalanya.
" Kamu bertanya kenapa dirimu,kau telah di bantu nenek ku.Dan bantuan yang dia berikan itu juga tidak gratis kau harus membayarnya karena uang yang di keluarnya terlalu banyak untuk dirimu" ucap Aris.
"Maaf tuan tapi nenek Puspa bilang jika saya tidak boleh menggantinya"jawab Kikan.
"Mungkin Nenek meminta begitu tapi beda dengan ku.Kau harus membayar semuanya dan jika kau bersedia bekerja di rumah ku sebagai pelayan akan ku potong setiap bulan untuk hutang mu tapi jika kau tidak mau maka aku kasih waktu kau seminggu untuk melunasinya" ucap Aris menekan Kikan.
Kikan pun terkejut dengan apa yang telah di bicarakan oleh Aris.
"Jika kau bersedia hubungi aku waktu mu hanya sampai besok.jika kau mau hubungi asisten ku"
"Ba..baik tuan"ucap Kikan bingung.
"Kalau begitu pergilah aku sudah selesai dengan dirimu"usir Aris agar Kikan pergi.
"Permisi tuan"
"Oh y sebelum kau pergi minta kontak Gery"
Kikan pun mengangguk dan pergi dari hadapan Aris.
__ADS_1