
KIkan yang mendapat bentakan dan penolakan dari Aris pun menangis karena dia merasa sudah sangat tidak betah setiap harinya hanya ada di apartemen saja.
Seharian berada di apartemen Kikan benar-benar bosan mau pergi takut Aris marah.Sedih tapi mau bagaimana lagi Kikan pun melanjutkan pekerjaan nya hari itu.Saat semua pekerjaan telah beres Kikan pun masuk ke kamarnya.Dan malam hari Aris telah tiba dan dia mencari keberadaan Kikan.
"Kikan....Kikan" panggil Aris mencari keberadaan sang art yang tak terlihat."Kemana dia"gumam Aris.
Dia pun bergegas untuk membersihkan diri lalu turun untuk makan malam.Aris yang masih tak melihat pun pergi ke kamar Kikan dan saat akan membuka pintu Aris mendengar tangis Kikan yang merasa kesepian dan rindu dengan sahabatnya.
"Ya Tuhan sampai kapan aku harus terkurung disini"tangis Kikan.
Aris yang mendengar pun merasa tak tega dan akan memberi ijin pada Kikan untuk besok dia libur.
Pagi hari saat Aris yang selesai berolah raga menemui Kikan yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.
"Kikan kau kapan akan ke rumah temanmu"tanya Aris.
Kikan yang mendapatkan pertanyaan itu pun nampak kaget "Ti..tidak jadi tuan"jawab Kikan takut.
Aris yang mendapatkan jawaban Kikan pun bertanya kembali"Kenapa jika kau mau kau boleh libur hari ini"ucap Aris.
"Yang bener tuan"tanya Kikan yang tak yakin.
"Iya kau bisa libur hari ini"ucap Aris kembali.
Kikan yang mendengar jika di ijinkan pun nampak senang mendengar penuturan Aris.
"Terima kasih tuan"jawab Kikan dengan senang.
"Tapi ada syaratnya"ucap Aris
"Syarat"ucap Kikan kaget."Mau libur saja pakai syarat"pikir Kikan.
"Aku yang akan mengantar mu dan tidak ada bantahan"lanjut Aris.
Kikan yang sudah mendapatkan ijin pun mengiyakan persyaratan Aris.
"Baik tuan saya bersiap dulu"ucap Kikan akan masuk ke kamarnya.
"Hem" jawab Aris.
__ADS_1
Setelah selesai Kikan pun pergi ke rumah Jihan untuk bertemu sang sahabat.
"Apa kau begitu bahagia Ki" tanya Aris yang melihat wajah sumringah Kikan.
"Iya tuan karena sudah lama saya belum bertemu Jihan"jawab Kikan senang.
"Baiklah kau besok ku jemput"ucap Aris yang memberi ijin pada Kikan untuk libur hingga esok.
"Yang benar tuan"tanya Kikan kaget
"Iya kau bisa libur sampai besok"
"Terima kasih tuan dan besok tidak usah di jemput tuan saya akan kembali sendiri"ucap Kikan merasa tidak enak.
"Tidak kau besok ku jemput"ucap tegas Aris.
"Baik tuan"
Dan selama dua hari pun Kikan akan manfaatkan untuk bisa menghirup udara bebas.
"Kikan..."Teriak Jihan saat melihat sang sahabat turun dari mobil.
Aris yang merasa konyol dengan tingkah dia sahabat itu pun geleng-geleng melihatnya."Hanya begitu saja kau sudah bahagia Ki"gumam Aris dari dalam mobil.
Kikan yang ingat dengan keberadaan Aris pun menghampiri sang tuan muda.
"Tuan maaf,terima kasih sudah mengantar saya"ucap tulus Kikan pada Aris.
"iya sudah aku pulang dulu ingat besok sore aku jemput"jawab Aris mengingatkan Kikan.
Kikan yang mendengarkan ucapan Aris pun menganggukkan kepala.Aris pun melakukan mobilnya meninggalkan Kikan.
melihat mobil Aris yang sudah pergi pun mereka berdua masuk ke dalam rumah.
"Kikan bukannya kau bilang tidak jadi kemati"tanya Jihan saat berada di rumah.
"Iya Jihan tadi di bolehin"jawab Kikan.
"Kenapa dia mengantarmu"tanya Jihan kembali.Kikan yang menambatkan pertanyaan itu pun menaikkan bahu nya tidak tahu.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu ayok kita senang-senang hari ini"ajak Jihan.
"Ayo"jawab Kikan antusias.
Mereka berdua pun menghabis kan waktu berdua untuk saling bercerita dan bersenang-senang.
Selama dua hari pun Kikan manfaatkan dengan baik sampai sore hari Aris datang.
Jihan yang melihat kedatangan Aris pun menggoda Kikan
"Ki itu bos mu atau kekasihmu"goda Jihan dengan senyum cekikikan.
"Hus kau ini"kesal Kikan.
"Ya kau lihat saja mana ada bos yang mau mengantar dan menjemput anak buahnya"jelas Jihan.Kikan yang mendengarpun hanya menggelengkan kepala nya mendengar ucapan Jihan.
"Kau tidak tau saja gimana kalau lagi kumat"pikir Kikan.
Melihat mobil Aris yang mendekat Kikan pun berpamitan pada Jihan untuk pulang."Ji aku pulang dulu ya nanti kapan-kapan kita ketemu lagi "pamit Kikan.
"Ya Ki nanti kalau sudah nyampai kabari ya"ucap Jihan .
Setelah melakukan perjalan pulang Aris pun mengajak Kikan untuk mencari makan di luar.
"Ki kita gak pulang dulu ya"ucap Aris
"Lalu kemana tuan"tanya Kikan.
"Kita cari makan dulu"ajak Aris.
"Baik tuan"
mereka pun makan berdua,Orang yang melihat keduanya pun pasti tak mengira jika Aris dan Kikan hanya bos dan art karena keduanya nampak seperti sepasang kekasih.
***
Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉
Matur Suwun teman"
__ADS_1