
"Sudah Ki biarkan,sekali-sekali buat senang mita"ucap Jihan mengingatkan.Karena dia tahu bagaimana keadaan adik Kikan yang tak pernah merasakan layaknya anak kecil pada umumnya.
Akhirnya mereka semua pun tiba di tempat yang dituju.Mita yang melihat keramaian pun nampak senang dan antusias."Wow kak ramai ya"ucap Mita kepada sang kakak.
"Iya dek,ayo kita turun"ajak Kikan.
"Kak aku mau naik itu ya"pinta Mita.
"Iya nanti kita naik itu sekarang kita cari makan dulu"Ucap Aris.Dan mereka pun mengikuti Aris.
Setelah mereka semua selesai nampak Mita yang ingin buru-buru bermain."Ayo kak makan ku sudah habis"ajak Mita.
"Tunggu dulu dek itu kak Aris dan kak Fajar saja masih belum selesai dan ingat kalau habis makan jangan langsung main nanti perut mu sakit"nasihat Kikan pada sang adik.Mita yang mendengar pun akhirnya menurut meskipun dengan ekspresi menahan keinginannya.
Jihan yang melihat pun nampak tertawa"Ya ampun Mita segitu inginnya sampai langsung diam ekspresi kamu gemesin deh Mit" ucap Jihan gemas.
"Ok sekarang waktunya kita main"ajak Aris
"Beneran kak"ucap antusias Mita yang mendapatkan anggukan dari Aris.
Kikan yang melihat sang adik pun nampak menggeleng dengan sikap sang adik.
Mereka semua menghabiskan waktu hari itu dengan menjajal semua permainan yang ada di alun-alun.Fajar yang awalnya nampak malu pun ikut antusias ketika melihat Mita bermain.
"Ya Tuhan mereka begitu senang,apalagi Mita"ucap haru Kikan.
"Iya Ki, aku ikut senang melihat kondisi Mita sekarang.Dan Akhirnya dia bisa bermain seperti anak kecil lainnya"ucap Jihan menimpali Kikan.
Aris yang berada di dekat kedua gadis itu pun hanya diam mendengarkan keduanya berbicara.Jihan yang merasa menjadi obat nyamuk pun memutuskan untuk menghampiri Fajar dan Mita.
__ADS_1
"Lho Ji mau kemana"tanya Kikan saat melihat sang sahabat beranjak berdiri.
"Mau ke mereka,dari pada disini jadi obat nyamuk"ucap Jihan menggoda Kikan.
"Ih apaan sih Ji"ucap malu Kikan.
"Ya gitu dong sadar,dari tadi kek"sindir Aris.Kikan yang mendengar ucapan Aris pun mencubit lengan Aris karena kesal.
"Ya..iya ni aku sadar Uda sana kalian mojok sana biar aku yang jadi babysitter mereka"ucap Jihan.
"Eh tunggu"cegah Aris pada Jihan saat gadis itu akan pergi.
"Ada apa sih"kesal Jihan.
"Ini buat kalian main"ucap Aris sambil menyerahkan uang merah beberapa lembar.
"Widih banyak banget"ucap Jihan.
"Gak apa-apa itung-itung ucapan makasih karena dia Uda sadar kalau jadi obat nyamuk"ucap Aris.
"Ye santai aja kale.Tapi gak apa-apa deh lumayan"jawab Jihan yang kemudian pergi meninggalkan keduanya.
"Mas kau ini kenapa sih gak pernah bisa akur ma jihan"heran Kikan.
"Lha teman kamu aneh sih"jawab enteng Aris.
"Sudah yuk kita kesana "ajak Aris pada Kikan untuk berjalan-jalan.Kikan yang di ajak pun beranjak berdiri menerima uluran tangan sang kekasih.
"Mas makasih ya Uda bikin adik aku gembira"ucap tulus Kikan.
__ADS_1
"Sama-sama mereka bukan hanya adikmu saja tapi juga adik ku sekarang"jawab Aris
"Oh ya mas,aku mau tanya tadi waktu di rumah sakit kamu yang nemenin ayah kan waktu aku tinggal"tanya Kikan.Aris pun mengangguk mengiyakan.
"Lalu waktu ayah sadar tadi gimana ceritanya"tanya Kikan penasaran.
"Kok gimana ceritanya,ya Alhamdulillah dong ayah mu sadar"ucap Aris heran
"Iya Alhamdulillah,cuma kan kata dokter itu karena ada pemicunya mas.Memang kamu tadi ngobrol ma ayah"tanya Kikan.
"Owh iya tadi mas ngajak bicara sama ayah kamu"jawab Aris
"Kamu ngomongin apa memangnya "penasaran Kikan.
"Aku cuma bilang kalau Aku ingin segera meminang anak gadisnya jadi aku minta dia cepat sadar sebelum aku Bawak lari"ucap Aris yang sedikit berbohong.
"Hah apa mas,kok kamu bilang mau Bawak lari aku sih"heran Kikan.
"Ya gak apa-apa dong anggap aja sedikit kejutan buat ayah mu biar ada motivasi bangun.Ayah mu pasti takut kan kalau anaknya aku Bawak lari"jawab Aris.
"Mas jangan aneh-aneh deh.Pasti kamu bohong ya"cerca Kikan tak percaya.
Aris yang mendengar ketidak percayaan dari Kikan pun akhirnya tertawa karena tak sanggup lagi berbohong dia pun menceritakan semua pada Kikan.
"Makasih ya mas,kamu benar-benar peduli dengan keluarga.Aku gak nyangka kamu yang dulu seperti Kulkas dan sekeras batu bisa menjadi seperti ini pada ku"ucap tulus Kikan.
"Ini semua juga karna kamu sayang,aku makasih juga karna kamu lah aku jadi sadar bahwa tak semua wanita seperti dia"ucap Aris.
Kikan pun penasaran dengan wanita yang di maksud oleh Aris karena sejak awal dia bertemu dengan Aris,lelaki itu selalu memandang semua wanita seperti seseorang yang di maksud.
__ADS_1
...**************...
Terima kasih teman-teman untuk Like nya 💖💖.Semoga kalian suka ya dengan karya ku yang pertama ini.