
Saat mengobrol dengan sang sahabat Kikan mendapatkan pesan dari Aris.Jika ingin bertemu dengan dirinya.
Jihan yang melihat ekspresi Kikan yang nampak tegang pun mencoba bertanya.
"Chat dari siapa Ki?"tanya Jihan.
"Owh dari Mas Aris"jawab Kikan kaget.
"Kenapa dia mau jemput kamu?Bilang aja iya nanti aku gampang lah"ucap Jihan.
"Gak cuma tanya aku dimana aja kok"bohong Kikan.
"Owh aku kira kenapa.Oh ya aku lama gak liat tu si Aris kemana gak kelihatan juga nyamperin kamu"kepo Jihan.
Kikan yang mendengar pertanyaan dari sahabat nya pun nampak kaget."uhuk...uhuk.."Kikan terbatuk karena tersedak saat minum.
"Eh...Ki maaf..maaf..kamu gak apa-apa kan?makanya kalo minum tu pelan-pelan kesedak kan jadinya"omel Jihan sambil menepuk-nepuk punggung Kikan pelan.
"sudah Ji aku gak apa-apa kok"ucap Kikan.
"Beneran gak apa-apa"khawatir Jihan yang mendapatkan anggukan dari Kikan.
"Ehm sudah malam ayo kita pulang takutnya nanti orang rumah khawatir kita belum pulang"ajak Kikan mengalihkan pembicaraan.
"Ih aku mah santai Ki kan kost sendiri"jawab Jihan sambil nyengir.
"Ya tetep aja Orang tua ku juga pasti nyari kamu secara kost an mu juga dekat rumah ku"ucap Kikan.
__ADS_1
"heheheh iya ya.Ya udah ayo cus"jawab Jihan.
Mereka pun akhirnya pulang dan Kikan nampak lega karna lagi-lagi Jihan tak menanyakan tentang hubungan Kikan dan Aris.
Sesampainya Kikan di rumah dia pun mencoba menghubungi Aris tapi tak di jawab yang dia terima malah hanya chat dari Aris.
^^^"Chat saja jangan telpon aku sibuk" pesan Aris.^^^
"Maaf mas aku mengganggu aku hanya mau tanya besok jam berapa"jawab Kikan.
^^^^^^"Nanti aku hubungi kamu jika sudah sampai tunggu saja di toko"balas Aris^^^^^^
"Baik Mas,Oh ya mas Uda makan belum jangan lupa makan mas"pesan Kikan
^^^"Ya sudah,nanti kita sambung lagi aku lagi sibuk"jawab Aris memutuskan chat keduanya^^^
Kikan pun berkelana dengan pikirannya sendiri mencari kesalahan apa yang telah dibuatnya kepada sang kekasih sehingga Aris marah dan menjadi jauh."Kenapa aku merasa semakin hari hubungan kami semakin jauh tuhan ada apa ini"batin Kikan.
Di tempat lain nampak Aris yang telah bertukar pesan dengan sang kekasih sedang melamun.Dan seperti ada yang begitu berat yang dia pikirkan.
"Maaf kan aku Ki,maafkan aku...aku benar-benar tak bermaksud bersikap seperti ini dengan mu.Maaf jika keputusan ku besok akan melukai dirimu"batin Aris.
Tok..tok..tok...
"Permisi Tuan" ucap seseorang dari luar ruangan Aris.
"Iya masuk"jawab Aris.
__ADS_1
Orang tersebut pun masuk setelah mendapatkan jawaban."Maaf tuan ini sudah malam saya pamit pulang dulu"ucap Gery sang Asisten.
"Ach ya pulang lah aku masih ada pekerjaan"jawab Aris.
"Baik tuan saya pulang dulu"pamit Gery.
"Hem"jawab Aris. Tapi setelah dirinya menjawab sang asisten Aris merasa tak ada pergerakan dari Gery dia pun mendongakkan kepalanya dan kaget karena Gery masih ada di depannya."Lho kamu kok masih disini,udah pulang aja"ucap Aris.
"Ya aku memang Ijin pulang sebagai asisten mu tapi sekarang aku disini sebagai teman mu"jawab Gery.
"Ish kau ini ada saja"ucap Aris.
"Ris kau kenapa?beberapa Minggu terakhir seperti ada sesuatu ada masalah?"tanya Gery.
"Aku gak apa-apa memang aku kenapa?"tanya balik Aris.
"ya mungkin ada problem,kalau masalah kerjaan semua oke sih masalah yang lain mungkin"ucap Gery.
"Gak ada tenang aja udah sana balik ganggu aja"usir Aris.
"iya..iya aku pulang"jawab Gery."Oh ya Ris aku cuma mau ngasih tahu aja ke kamu.Jika ada masalah jangan di pikirkan sendiri coba cari jalan keluar terbaik dan jika masalah hubungan mu dengan Kikan coba kalian cari solusi bersama jangan saling diam.Siapa tahu jika di bicarakan bersama bisa menemukan solusinya"pesan Gery.
"Udah sok tau kamu cepet balik sama"usir Aris lagi.
"Ih kasih tahu juga ya udah dah aku pulang dulu"pamit Gery."Hah saat nya ayang-ayangan"ucap Gery memanasi Aris.
Aris yang mendengar pun menggerutu " kayak punya ayang aja" ucap Aris.
__ADS_1
Setelah kepergian Gery dia pun kembali berkutat dengan pekerjaannya tadi yang sempat tertunda yaitu memikirkan Kikan.