ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Kenapa Belum Datang


__ADS_3

"Kenapa aku merasa lega ya setelah mendengar suaranya"gumam Aris heran dengan dirinya."Ach sudah lah yang penting esok dia pasti kembali"ucap Aris dengan tersenyum.


Setelah mendapat perintah untuk kembali pada hari ini Kikan pun kembali ke kota.


Disinilah sekarang Kikan di rumah keluarga Wijaya setelah melakukan perjalan.


"Assalamualaikum"salam Kikan saat memasuki rumah sang majikan.


"Wa'alaikum salam"jawab Marni rekan kerja Kikan.Marni yang melihat Kikan datang pun kaget dengan kedatangan Kikan."Lho Kikan,bukannya kau besok datangnya" tanya Marni.


Kikan pun yang mendapatkan pertanyaan itu hanya nyengir."Iya MBK"jawab Kikan mengangguk.


"Ya sudah kamu ke kamar aja dulu" ucap MBK Marni menyuruh Kikan untuk beristirahat.


Kikan pun berlalu meninggalkan Marni yang saat itu berada di dapur.Kikan masuk bukan melalu pintu depan melainkan lewat pintu belakang.


Siang hari nampak Aris yang mencari neneknya."Kemana nenek dan tumben sepi"gumam Aris yang melihat sekeliling nya.


"Nek,nenek"teriak Aris mencari sang nenek.


Salah satu pelayan yang mendengar teriakan Aris pun menghampiri nya."Ada yang bisa saya bantu tuan"tanya sang pelayan.


"Dimana nenek "tanya Aris.


"Nyonya sedang pergi belanja tuan"jawab pelayan itu.


"Ya sudah pergilah"usir Aris pada sang pelayan.Dia pun berlalu pergi ke ruang kerja sang papa.Sejak dia sudah tidak menggunakan kursi roda Aris memutuskan untuk kembali bekerja walaupun dari rumah.


"Gery siapkan semua berkas yang harus aku tanda tangani "perintah Aris pada sang asisten yang dia hubungi melalui sambungan telpon.Gery sang asisten pun mengiyakan.


Setelah kedatangan Gery ke rumah Aris nampak kedua lelaki itu sibuk dengan pekerjaan mereka.setelah beberapa saat Gery pun undur diri dari hadapan Aris untuk kembali ke perusahaan Wild's Corp.


"Maaf tuan saya ijin kembali ke perusahaan" pamit Gery yang mendapat anggukan dari sang bos.


Aris yang nampak sibuk pun tak terasa jika dia sudah begitu lama di dalam ruang kerja sang papa.Saat Aris melihat jam dia merasa ada yang telah dilupakan dirinya.


"Kenapa sepertinya ada yang berjanji pada ku ya" gumam Aris yang saat itu lupa.Beberapa saat dia mengingat jika Kikan berjanji akan pulang hari ini tapi sampai sore ini dia masih belum melihat tanda-tanda sang ART nya datang."Kemana dia bukannya sudah aku suruh untuk pulang hari ini"gerutu Aris kesal.saat dia mengumpat Kikan karena yang belum datang nampak nenek Puspa menghampiri sang cucu.


"Aris,ada apa mencari nenek"tanya sang nenek saat masuk ke ruang kerja sang cucu.


"Tidak ada apa-apa nek aku hanya bertanya"jawab Aris santai.


Nenek Puspa yang mendengar jawaban sang cucu pun hanya Ber OH saja.

__ADS_1


Aris nampak ragu ingin bertanya pada sang nenek.Nyonya Puspa yang melihat pun nampak mengamati sang cucu.


"RIS kenapa dengan mu"tanya nenek Puspa penasaran.


"Tidak apa-apa nek" jawab Aris bohong.


"Ya sudah nenek keluar dulu"


"Tunggu nek"cegah Aris pada sang nenek saat beliau akan keluar.


"Iya kenapa"tanya nenek Puspa kembali.


"Tidak jadi nek"ucap Aris yang masih ragu ingin bertanya.


"Kau kenapa sih kalau ada sesuatu bilang saja" ucap sang nenek menanggapi.


"Ehm apa Kikan sudah kembali nek"tanya Aris dengan suara pelan.


"Apa,kau tanya apa"ucap nenek Puspa yang pura-pura tidak dengar.


"Tidak jadi nek"jawab Aris kesal karena sang nenek yang tidak mendengar nya.


Tanpa sepengetahuan Aris nenek Puspa nampak tersenyum melihat sang cucu yang mencari Kikan.


"apa nek,Aku sudah menyuruhnya kembali hari ini"ucap kesal Aris.


"Lha kenapa dengan dirimu"tanya nenek Puspa dengan sikap sang cucu.


"Sudah lah aku hubungi dia saja"ucap Aris yang langsung menelpon Kikan.


"Kau ini dia kan sedang menengok orang tua nya kenapa kau terus mengganggunya"kesal nenek Puspa dengan sikap sang cucu.


Mereka tidak tahu jika yang sedang dicari saat ini sudah ada di rumah Wijaya.Kikan sejak datang tadi memang belum menampakkan dirinya kepada nenek Puspa dan Aris.


Setelah beristirahat Kikan pun memulai aktifitas bekerjanya.Dia membantu kepala pelayan menyiapkan makan malam.karena sibuk di dapur Kikan pun tidak menghampiri Nenek Puspa maupun Aris.


Makan malam pun tiba,semua berkumpul di meja makan.Saat semua sibuk makan nampak Kikan yang sedang lewat dari belakang.Aris yang melihat pun memincingkan mata nya menelisik benar tidak yang di lihat barusan.Tapi setelah menunggu beberapa saat yang di lihat oleh Aris dari tadi tak menampakkan diri kembali.Pak Wijaya yang melihat sang anak pun bertanya.


"Kau melihat apa Ris"tanya pak Wijaya.


"Tidak ada pa"jawab Aris singkat.


"Ya sudah lanjutkan makanmu"perintah pak Wijaya pada sang anak.

__ADS_1


Nenek Puspa yang mendengarpun menoleh ke belakang melihat apa yang di lihat sang cucu.


Setelah makan malam selesai mereka pun bersantai di ruang keluarga.Dan saat itu lah nampak Kikan menghampiri mereka membawakan Minuman dan kue yang dia bawa dari kampung.Nenek Puspa pun nampak kaget dengan kehadiran Kikan.


"Kikan kau sudah pulang nak"tanya nenek Puspa.


"Iya nek" jawab Kikan mengangguk.


"Jam berapa kau datang kenapa aku tidak melihatmu sama sekali dari tadi" tanya nenek Puspa yang tak melihat kedatangan Kikan dari tadi.


"Siang nek aku sampai sini" jawab Kikan sebenernya.


"Apa kau bilang siang tadi"ucap Aris mengulang apa yang di ucapkan Kikan dengan kesal.


"I..iya tuan "jawab Kikan takut.


"Kenapa kau tidak menemui ku,aku kan sudah bilang jika kau harus segera menemui ku kalau datang"kesal Aris.


"Maaf tuan tadi setelah datang saya istirahat tapi maaf saya ketiduran tuan"jawab Kikan dengan menundukkan kepala.


"Sudah lah RIS kau ini yang pentingkan Kikan sudah kembali"ucap nenek Puspa yang mencoba meredakan kekesalan sang cucu.


"Kau kenapa kesal begitu ris"tanya pak Wijaya yang heran dengan sikap Aris yang tiba-tiba kesal setelah mendengar jawaban Kikan.


Karena kesal Aris pun berdiri akan kembali ke kamar.Tapi karena kondisi kakinya yang masih belum bisa berdiri stabil dia pun hampir terjatuh.Kikan yang melihat pun segera menghampiri Aris untuk menuntunnya .


"Tuan tidak apa"tanya Kikan khawatir.Aris yang mendapatkan pertanyaan Kikan pun hanya mengangguk."Mari tuan saya antar ke kamar"Ucap Kikan yang membantu Aris ke kamar.


Aris yang di bantu Kikan pun nampak diam menuruti Kikan.


Saat di dalam kamar Aris pun meminta Kikan untuk menemaninya .


"Kikan kau disini dulu"pinta Aris.


"Iya tuan" jawab Kikan.


Nampak Aris bertanya pada Kikan kenapa dia tak ijin kepadanya.Kikan yang di tanya pun menjawab dengan jujur jika dia sudah ijin pada sang nyonya besar.Aris yang mendengar pun meminta agar kedepannya dia harus ijin pada Aris jika akan pulang kampung.


***


Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉


Matur Suwun teman"

__ADS_1


__ADS_2