
Kikan yang melihat kebahagiaan semua keluarganya pun sangat senang karena momen saat mereka berkumpul ini lah yang membuat dirinya rindu dengan keluarga.
Kepulangan nya saat itu di manfaat kan Kikan dengan mengajak keluarganya berbelanja di pasar.Kedua adiknya pun nampak senang karena Kikan membelikan barang yang mereka minta,tak hanya untuk kedua adiknya Kikan pun membelikan sesuatu untuk kedua orang tuanya.
"Bu ini untuk ibu,maaf jika aku masih belum bisa membelikan yang lebih"ucap Kikan saat memberikan barang untuk sang ibu.
"Ya ampun nak ini saja cukup untuk ibu malah yang tidak enak padamu karena kau selalu mengutamakan kami"ucap sang ibu menangis bahagia dengan kebaikan hati sang anak.
Seharian itupun Kikan menghabiskan waktu bersama keluarganya.Saat mereka makan malam terdengar deringan telpon dari ponsel Kikan .
Kring....
Kring...
"Ki itu sepertinya ada telpon" ucap ibu sukma memberitahu sang anak.
"Iya Bu biarkan saja"ucap acuh Kikan."Paling juga jihan"pikir Kikan.
setelah selesai semua Kikan pun membantu sang ibu membersihkan meja makan."Sini Bu aku bantu,ibu istirahat saja "ucap Kikan pada sang ibu.
"Sudah biar ibu saja,sana kau ke kamar itu telpon mu dari tadi bunyi takutnya penting "ucap sang ibu.
Kikan pun beranjak pergi ke kamar untuk melihat siapa yang menelponnya sejak tadi.Setelah mengambil Hp di meja Kikan nampak terkejut karena yang menelponnya sejak tadi adalah sang tuan muda.Karena tidak mau tuan mudanya semakin marah Kikan pun menghubungi kembali Aris.Saat sambungan telpon terhubung Kikan yang akan mengucapkan salam pun terkejut karena Aris yang kesal pada dirinya.
"Hey kau dimana hah?kenapa tidak ijin padaku jika kau pulang kampung?kau mulai semau mu sendiri ya" cerca Aris kesal.
Kikan yang mendengar Aris berbicara pun hanya diam mendengarkan ucapan Aris.
"KIKAN kenapa kau diam saja hah" ucap Aris lagi yang tidak mendengarkan jawaban sang art.
"Assalamualaikum tuan"ucap salam tenang kikan.
"Hem iya"jawab Aris.
__ADS_1
"Tuan kalau ada yang salam harus di jawab salam juga itu tidak baik"ucap Kikan mengingatkan.
"Walaikumsalam"jawab salam Aris meskipun lirih.Kikan yang mendengarpun menyunggingkan senyum mendengar jawaban Aris.
"Kau belum jawab pertanyaan ku"ingat Aris pada Kikan.
"Ach iya tuan saya jawab satu satu.Pertama saya di kampung tuan menjenguk orang tua saya.Kedua saya sudah ijin ke nenek Puspa dan beliau lah yang bilang akan memberi tahu tuan .Dan ketiga maaf tuan saya tidak semau saya karena saya sudah mendapatkan ijin"jawab Kikan menjelaskan semuanya.
"Ach alasan bilang saja kau mau menikah kan"ucap Aris sewot.
"Hah menikah,siapa yang menikah tuan"tanya Kikan kaget dengan ucapan Aris.
"Ya kau lah siapa lagi"jawab Aris ketus.
"Ya ampun,ini kenapa tuan telpon saya apa cuma mau marah-marah saja"tanya Kikan mengalihkan pembicaraan mereka.
"Kapan kau balik kemari ingat kau masih punya kontrak kerja dengan ku"ucap Aris acuh.
"Lusa saya kembali tuan"jawab Kikan.
"Tapi tu....an" jawab Kikan lirih saat mendengar suara telpon yang dimatikan.
"Kenapa tuan Aris jadi kesal sih ,dan tadi siapa yang menikah aneh"Gumam Kikan.
Kikan setelah mendengar permintaan Aris untuk esok hari dia harus kembali pun menghubungi Jihan jika dia akan kembali ke kota terlebih dahulu karena saat datang ke kampung waktu kemarin mereka janjian untuk kembali ke kota bersama.
"assalamualaikum Jihan"ucap salam Kikan saat sambungan telpon keduanya terhubung.
"WAlaikum salam Kikan,iya ada apa"tanya Jihan
"Begini Ji aku balik ke kota besok jadi tidak bareng kamu ya" ucap Kikan memberitahu sang sahabat.
Jihan yang di beritahu Kikan jika akan pulang dulu pun nampak kaget."Lho Kikan bukannya kau ijin Sampek lusa"tanya Jihan heran
__ADS_1
"Iya Ji maaf ternyata ini tadi aku di telpon untuk segera kembali" jawab Kikan.
"Memang ada pa Ki" tanya Jihan kembali.
"Tidak ada apa-apa hanya saja tuan Aris memintaku untuk segera kembali"jawab Kikan apa adanya.
Jihan yang mendengar nama Aris pun nampak kesal karena Kikan kembali cepat adalah ulah musuh bebuyutannya."Haduh singa itu kenapa lagi sih Ki,bukannya dia udah tunduk padamu"ucap Jihan yang kesal.Ya selama ini Jihan juga sudah tahu jika selama Aris sakit yang merawat adalah Kikan dan Jihan juga tahu jika sejak di rawat oleh Kikan tuan muda itu sudah lulus jarang marah.
"Aku tidak tahu Ji"jawab Kikan dengan menaikkan bahunya.
"Dia rindu mungkin sama kamu,secara dirimu kan pawangnya"goda Jihan pada Kikan dengan tertawa yang keras.
"Ich kau ini apa sih ,ya sudah aku hubungi kamu untuk memberitahu itu saja"ucap Kikan yang akan menutup telponnya.
"Ya sudah hati-hati ya tuan putri maaf aku gak bisa bareng kamu karena besok aku masih ada acara dengan keluarga"jawab Jihan.
"Iya tidak apa-apa,ya sudah aku tutup ya Assalamualaikum"ucap Kikan sebelum menutup telpon.
"WAlaikum salam "ucap Jihan di sebrang Sana.
Kikan pun memberitahu keluarganya jika esok hari dia harus segera kembali ke kota.Mita sang adik Kikan nampak sedih karena sang kakak sudah harus kembali tapi mau gimana lagi Kikan di kota kan bekerja jadi tidak bisa seenaknya sendiri.
Sedangkan di rumah keluarga Wijaya,Aris nampak puas setelah menumpahkan kekesalan nya pada Kikan.Dia pun juga nampak menyunggingkan senyum walau tak terlihat karena dia yakin dengan ancamannya itu Kikan esok sudah kembali.
Aris pun juga mengingat kebersamaan nya dengan Kikan selama ini.Secara tidak dia sadari Aris ternyata sudah terbiasa dengan keberadaan sang ART itu.
Hari-hari Aris nampak sepi tanpa Kikan meskipun sang art nya hanya pergi beberapa hari saja.
"Kenapa aku merasa lega ya setelah mendengar suaranya"gumam Aris heran dengan dirinya."Ach sudah lah yang penting esok dia pasti kembali"ucap Aris dengan tersenyum.
***
Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉
__ADS_1
Matur Suwun teman"