
Setelah Nenek Puspa keluar dari kamar Aris,terdengar suara Aris yang memanggil Kikan.
"Permisi nek saya masuk dulu"pamit Kikan yang saat itu sedang berbicara dengan nenek Puspa di luar kamar Aris.Nenek Puspa pun mengangguk lalu berlalu pergi ke kamarnya untuk istirahat.
Kikan pun setelah melihat nenek Puspa pergi dia masuk ke kamar Aris.
"Iya tuan ada yang bisa saya bantu"tanya Kikan.
"Tolong bawa saya keluar "pinta Aris yang minta di bawa keluar dari kamarnya.
"Tapi di luar dingin tuan"cegah Kikan.
"Kau antar saja jangan banyak omong"
"Baik tuan"Kikan pun akhirnya membawa Aris keluar kamar menuju balkon kamarnya.
"Ada lagi yang bisa saya bantu tuan"tanya Kikan kembali.
"Tidak ada,kembali lah aku mau disini"
"Baik tuan"jawab Kikan.Tapi tanpa di ketahui oleh Aris,Kikan menunggu dirinya di dalam kamar karena takut jika Aris membutuhkan bantuan.
Aris yang berada di balkon nampak sedang memikirkan sesuatu.Ya dia memikirkan apa yang di ucapkan oleh Kikan dan nenek Puspa."Apa benar yang di bilang gadis kampung itu jika aku tidak boleh merasa seperti ini,Tapi aku sungguh malu dengan keadaanku.Jika aku menjalankan terapi sesuai permintaan nenek apakah aku akan kembali seperti semula tapi berapa lama aku akan seperti ini"pikir Aris yang berkecamuk.
"Sampai kapan aku begini Tuhan kenapa kau berikan aku lumpuh seperti ini"gumam Aris.
Kikan yang mendengarpun nampak kasihan dengan sang tuan muda.Dia pun menghampiri Aris untuk mengajak berbicara.
__ADS_1
"Maaf tuan saya hanya memberi tahukan jika tuhan akan memberi cobaan pada umatnya karna Tuhan tau bahwa kita bisa menghadapi cobaan itu.Tapi semua kembali pada diri kita,kita mau menyerah atau terus berjuang"ucap Kikan saat menghampiri Aris.
Aris pun nampak terkejut dengan kehadiran Kikan."Kenapa kau masih disini"ucap kaget Aris.
"Saya disini menunggu takut jika tuan membutuhkan sesuatu"ucap polos Kikan."Tuan ehm kata dokter bukannya tuan bisa sembuh jika terapi ya"tanya Kikan
"hemm"jawab Aris.
"Kenapa tuan tidak melakukan terapi saja"
"Apa kah dengan terapi ada jaminan aku sembuh"
"Tuan cobalah berfikir positif karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin"ucap Kikan
"Kau tau apa"
"Terserah kau lha aku mau tidur,cepat bawa aku masuk"
"Baik tuan"
Sejak Aris dan Kikan berbicara malam itu .Aris memutuskan untuk mengikuti terapi selama terapi dia di temani oleh Sherly sang adik karena dirinya tidak percaya dengan yang lain.
"Kak kata dokter sudah ada kemajuan jadi kakak harus semangat ya"ucap Sherly memberi semangat kepada sang kakak.
"Kemajuan seperti apa maksud mu aku masih di kursi roda "ucap kesal Aris
Sherly pun di buat geleng-geleng oleh jawaban sang kakak.Saat mereka sampai di rumah nenek Puspa yang menunggu kedatangan kedua cucu nya pun menyambut mereka.
__ADS_1
"Bagaiman terapi nya RIS"tanya nenek Puspa dengan senyum semangat.
""Biasa saja" jawab Aris.Nenek Puspa yang mendapat kan jawaban demikian pun nampak sedih.
"Nek tentang saja kata dokter Kak Aris ada kemajuan kok jadi jangan sedih"
"Lalu kenapa kakak mu seperti itu"tanya nenek Puspa yang menunjuk sang cucu saat Aris berlalu ke kamarnya di antar oleh Kikan.
"Biasa lah nek " ucap Sherly.
"Ya sudah kamu istirahat sana pasti capek" perintah nenek Puspa pada sherly.
Sedangkan Aris yang di dorong oleh Kikan memasuki kamarnya pun nampak terdiam karena kesal pada dirinya.
"Tuan kenapa sepulang terapi sepertinya kesal"tanya Kikan.
"Semua itu karena sia-sia"
"Sia-sia maksudnya bagaimana tuan"
"kau lihat saja aku masih belum bisa berjalan"
"Ya Tuhan saya pikir kenapa,tuan semua kan butuh proses masak mau langsung bisa"ucap Kikan yang sedikit emosi mendengar jawaban Aris yang tak sabaran.
"Coba kau jadi aku setiap terapi tapi selalu seperti ini tidak ada hasilnya"ucap kesal Aris
"ehm bagaiman jika di rumah tuan juga berlatih"usul Kikan.
__ADS_1
"Tidak mau aku capek"jawab Aris