
Nenek Puspa mencari keberadaan Kikan."Tumben Kikan tidak menghampiri diriku"pikir nenek Puspa heran.
Nenek Puspa pun menanyakan keberadaan Kikan pada pelayannya yang ada di dapur.
"Marni kamu lihat Kikan tidak" tanya nenek Puspa.
"Tadi sepertinya di kamar nyonya"jawab marni
"Baiklah kalau begitu" ucap nenek Puspa pergi ke taman belakang.
Sedangkan orang yang di cari oleh nenek Puspa yaitu Kikan mengurung diri di kamar untuk menenangkan diri.
"Tuhan kenapa kau berikan aku cobaan seperti ini dan kenapa tuan Aris begitu tidak suka padaku.Apa salahku sehingga dia begitu tidak suka kepada ku.Aku ingin pergi dari sini tapi bagaiman dengan nenek Puspa dan dengan apa aku harus membayar pada tuan Aris"Pikir Kikan sedih.Saat dia sudah merasa tenang Kikan pun keluar dari kamar membantu teman-taman yang lainnya.
"Kikan kau di cari nyonya besar"beritahu Mbak Marni.
"Ach iya mbk,kalau begitu aku ke nenek Puspa dulu ya mbk"pamit Kikan yang di angguki Marni.Kikan menemui nenek Puspa yang ada di taman belakang.
"Nek"panggil Kikan.nenek Puspa yang di panggil pun menoleh dan mengangguk.
"Sini Ki duduk sebelah nenek"ajak nenek Puspa pada Kikan yang saat itu berdiri di sebelahnya.
"Nenek masih merajut,apa nenek sudah makan?"tanya Kikan.
"Sudah Ki,dan kau juga tau ini hobi nenek"jawab nenek Puspa dengan tersenyum.
"Nenek mau aku buatkan camilan?"
"Tidak usah kau duduk saja disini"pinta nenek Puspa.Saat nenek Puspa menatap wajah Kikan dia menangkap ada sesuatu yang di sembunyikan Kikan."Nak kau kenapa kelihatan sepertinya sedih,apa ada sesuatu saat jalan dengan Sherly atau anak itu membuat ulah di luar?"tanya nenek Puspa khawatir.
"Tidak ada nek aku hanya kurang enak badan saja tapi sekarang sudah enakan dan keluar dengan Sherly tadi menyenangkan kok nek" kilah Kikan
"apa kau mengatakan yang sebenarnya"tanya nenek Puspa yang tak percaya.
Kikan pun meyakinkan nenek Puspa dengan mengangguk yakin dan dia pun berusaha mengalihkan pembicaraan dirinya dan nenek Puspa.
"Hari ini nenek lakuin apa aja selama kami pergi?" tanya Kikan mengalihkan pembicaraan.
"Ya biasa lha orang tua paling ya istirahat dan merajut seperti ini"jawab nenek Puspa
"Ehm aku ke dapur dulu ya nek membantu menyiapkan makan malak"pamit Kikan.
"Baiklah"
__ADS_1
setelah mendapat jawaban dari Nenek Puspa dia pun berlalu untuk ke dapur.Saat dia mau ke dapur Kikan bertemu dengan Aris yang saat itu baru datang.Kikan pun hanya menundukkan kepala saat bertemu dengan Aris.Kikan berusaha untuk menghindar karena dia merasa masih sedikit sakit hati dengan ucapan Aris.Tapi buka Aris namanya jika tidak membuat masalah pada Kikan.
"Hei gadis kampung"panggil Aris saat Kikan berlalu dari hadapannya.
"I..iya tuan"jawab Kikan takut dan gugup.
"Aku hanya mengingatkan pada dirimu jika kau harus menjaga batasan mu pada semua keluarga ku"ucap dingin Aris yang penuh dengan nada intimidasi.Kikan yang di peringatkan pun hanya menundukkan kepala dan mengangguk akan ucapan Aris.
Aris yang hanya mendapatkan respon seperti itu pun tidak terima."Apa kau dengar gadis kampung jawab atau kau bisu hah" ucap kesal Aris.
Kikan yang kaget pun mengangkat kepalanya dan menjawab iya pada semua ucapan Aris.
Setelah puas mendapatkan jawaban dari Kikan,Aris pun berlalu pergi menuju kamarnya.
Setelah melihat Aris yang pergi ke atas Kikan pun langsung ke dapur tapi terlebih dahulu dia pergi ke toilet karena dia tidak ingin para pelayan yang disana melihat dirinya menangis.
Di dalam kamar mandi Kikan menguatkan dirinya untuk tidak menangis."Kikan kau bisa dan harus bisa,jangan menangis Kikan kau lakukan semua ini semata karna keluarga mu.Semangat Kikan" Batin Kikan menyemangati dirinya sendiri.
Setelah selesai dia pun menuju dapur untuk membantu para pelayan yang lain menyiapkan makanan.
Saat semua makan malam di ruang makan hanya ada keheningan tak ada satu pun dari nenek Puspa,Sherly atau Aris yang berbicara.
Sherly yang merasa kecewa dengan sang kakak pun berusaha menghindari dan cuek dengan sang kakak.Semua sikap Sherly pun di lihat oleh nenek Puspa karena beliau merasa heran dengan sikap Sherly pada sang kakak.
Sejak saat itu sudah seminggu Kikan tak seperti biasanya yang selalu nampak ceria.Nenek Puspa pun menyadari perubahan tersebut tapi beliau tidak mau bertanya terlebih dahulu karna dia akan mencari tahu.
Kikan yang biasanya selalu terlihat lama menjadi sedikit pendiam dari biasanya.Dan jika Aris datang pun dia akan menghindar sebisa mungkin.
Nenek Puspa yang sudah tidak tahan pun mencari tahu tentang hal yang terjadi dengan Kikan.Beliau pun bertanya pada sang cucu.
"Sherly nenek boleh bertanya" ijin nenek Puspa.
"iya kenapa nek?"
"Apa kau tahu kenapa Kikan berubah"
"Maksud nenek berubah seperti apa?"
"Dia sudah beberapa hari ini terlihat murung dan nampak menghindari kita semua"
"A...aku kurang tahu nek"jawab Sherly gugup.
"Kenapa kau gugup seperti itu" tanya nenek Puspa penuh curiga.
__ADS_1
"Aku tidak gugup nek coba nenek bicara dengan kak Kikan saja"usul Sherly.
"Baiklah kalau begitu" jawab nenek Puspa.
Nenek Puspa pun memutuskan untuk bertanya dengan Kikan.
"Kikan aku ingin bicara dengan mu" ucap nenek Puspa.
"Ba..baik.. nek"Kikan pun menjawab dengan takut.
Kikan pun mengikuti nenek Puspa keruang baca.
"Masuklah"ucap nenek Puspa yang di angguki oleh Kikan.
"Duduklah Kikan" ucap nenek Puspa kembali.
"Baik nek".Kikan pun duduk di tempat yang telah di tunjuk oleh nenek Puspa.
"Kikan boleh nenek bertanya padamu"tanya nenek Puspa yang di angguki oleh Kikan."Kau kenapa,ada masalah kah ?"
"Saya tidak kenapa-kenapa nek"ucap bohong Kikan.
"Kikan kau tahu nenek sudah memperhatikan dirimu beberapa hari ini,Kau kenapa"
"Saya tidak apa-apa nek"
"Berkata lah jujur Kikan atau harus nenek yang mencari tahu sendiri"ancam nenek Puspa.
"Tapi saya benar-benar tidak apa-apa nek"jawab Kikan dengan menundukkan kepalanya.
"Apa kau ada masalah dengan Aris cucu ku" tanya nenek Puspa.
"Ti..." jawab Kikan yang terpotong dengan sering telp nenek Puspa.Nenek Puspa pun memberi isyarat pada Kikan untuk berhenti dulu.
"Halo"
.......
"Apa.." ucap nenek Puspa yang menerima telp dengan kaget dan panik"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉
__ADS_1
...Matur Suwun teman"...