ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Jihan dan Nenek Puspa


__ADS_3

Nenek Puspa dan Jihan memutuskan kembali ke rumah sakit menengok ayah Kikan sesuai tujuan awal.Dan tak ketinggalan ibu Kikan pun ikut pergi bersama mereka.Saat perjalanan ke rumah sakit Nenek Puspa meminta pada ibu Kikan untuk tidak bercerita jika mereka tadi kerumah Kikan.Bu Sukma juga Jihan mengangguk setuju.


"Akhirnya sampai juga"ucap Jihan ketika mereka telah tiba di rumah sakit.Nenek Puspa dan Bu Sukma pun tersenyum melihat tingkah Jihan yang seolah-olah perjalanan dari rumah Kikan ke rumah sakit itu berjam-jam.


"Ayo nek,Bu kita turun.Aku sudah gak sabar memergoki kedua orang itu"ucap semangat Jihan dengan otak jahilnya.


"Kau ini jahil juga ya"ucap nenek Puspa dengan menggeleng kan kepala nya.


Mereka pun berjalan memasuki rumah sakit untuk keruang rawat ayah Kikan.Dan bertepatan saat itu juga Kikan dan Aris yang baru saja kembali dari makan siang.


"Lho Jihan,nenek" ucap Kikan yang terkejut melihat kedatangan kedua orang yang ada di hadapannya.


Dan tak kalah terkejut juga Aris melihat kedatangan sang nenek.


Nenek Puspa pun melancarkan aksinya dengan pura-pura terkejut juga."Lho Ris kau kok ada di sini bukannya masih di luar negri"bohong nenek Puspa.


Aris yang mendapatkan pertanyaan dari sang nenek pun terlihat gugup."A..aku baru saja kembali nek"ucap jujur Aris.


"Trus kenapa kau ada disini"tanya nenek Puspa.


"Aku disini....ya seperti nenek tujuan nenek kesini untuk apa"ucap Aris membalikkan pertanyaan sang nenek.


"Untuk menjenguk ayah Kikan lah"jawab enteng nenek Puspa.


"Ya sama aku juga begitu"ucap Aris kemudian.


Kikan yang melihat interaksi keduanya pun nampak canggung di depan nenek Puspa.Karena selama ini kedekatan keduanya tak ada yang tahu.


"Ji,kau kemari kenapa tidak bilang pada ku"tanya Kikan pada sang sahabat.


"Aku kesini di ajak nenek"jawab Jihan yang juga memainkan matanya ke arah Kikan.


"Ada apa dengan matamu Ji"tanya kikan yang tak tahu maksud sang sahabat.Yang membuat semua orang memandang ke arah Jihan.


"Wow kenapa kalian melihat ke arah ku"heran Jihan.


"Ya penasaran aja mata mu itu kenapa"ucap Kikan yang hanya di jawab Oh oleh Jihan.


"Hey kau tuli ya tu Kikan tanya kenapa malah gak di jawab"ucap Aris kesal.


"lha santai bro kok ngegas"santai Jihan menanggapi Aris.

__ADS_1


"sudah-sudah ayo kita melihat ayah mu Ki,mari Bu sukma"ajak nenek Puspa yang menghentikan perdebatan Jihan dan sang cucu jika tidak di hentikan.


Mereka pun semua berjalan menuju ruang ayah Kikan.Saat berjalan Jihan menarik sahabat nya yaitu Kikan untuk berjalan di dekatnya."Ki sini"ucap Jihan sambil menarik tangan Kikan.


Kikan yang di tarik tangan nya pun akhirnya berjalan didekat sang sahabat.Mereka pun mengobrol lebih tepatnya Jihan mengintrogasi Kikan.


"Ki kau ada apa dengan tuan resek itu"tanya Jihan penasaran.Dia pun bertanya dengan suara lirih agar tak di dengar oleh orang yang ada di depan mereka yaitu Aris.


"Hah memang ada apa,tidak ada apa"ucap Kikan.


"Ach jangan bohong kau ada kikuk-kikuk ya ma dia"tuduh Jihan langsung.


"Kikuk-kikuk apa"tanya Kikan yang tak mengerti maksud sang sahabat.


Jihan yang gemas pun menjelaskan arti ucapannya dengan mengerucutkan kedua tangannya kemudian mematuk-matuk kan keduanya.Kikan yang masih tak mengerti maksud sahabatnya pun hanya menggeleng tak mengerti.


"Haduh kau ini,maksud ku pacaran"ucap kesal Jihan karena sang sahabat tak mengerti.


"Tidak kata siapa"ucap jujur Kikan.Dan memang benar dia dan Aris tidak pacaran itu yang di pikir Kikan.


"Kalau gitu pasti PDKT ya...Cie...cie..."goda Jihan yang menyenggol bahu Kikan.


"Ich kau ini ada saja"gerutu Kikan.


"Ye kita gak lambat situ aja yang kecepetan"kilah Jihan.


Aris pun tak merespon ucapan Jihan malah dia menarik tangan Kikan untuk di gandeng."Ayo Ki"ucap lembut Aris pada Kikan.


Jihan yang melihat interaksi keduanya pun menepuk jidatnya."Lho..lho kenapa malah kau tarik Kikan"protes Jihan yang juga akhirnya menarik tangan Kikan yang satunya .Dan jadilah kedua orang itu memperebutkan Kikan.


Nenek Puspa dan Bu Sukma di buat geleng kepala melihat mereka bertiga.


Mereka pun berada di depan ruang rawat ayah Kikan.Nenek Puspa dan Jihan yang melihat dari luar pun prihatin melihat kondisi ayah Kikan.Nenek Puspa dan Jihan juga berusaha menguatkan Kikan juga sang ibu untuk terus berdoa.


Nenek Puspa yang melihat sang cucu juga meminta pada Aris untuk mencarikan dokter terbaik juga rumah sakit terbaik untuk mengobati ayah Kikan.


"Ris coba kau cari dokter dan rumah sakit terbaik di kota kita kalau perlu sampai di luar negri pun tak apa"pinta nenek Puspa.


Aris pun mengiyakan perintah sang nenek.


Bu Sukma yang melihat ketulusan nenek Puspa dan keluarga terhadap keluarganya pun amat sangat terharu."Ya ampun nyonya terima kasih karena sudah perhatian dan khawatir dengan suami saya"ucap Bu Sukma tulus.

__ADS_1


"Ibu tenang saja saya akan mengusahakan secepat mungkin"janji Aris pada ibu Kikan.


"Terima kasih tuan"jawab Bu Sukma sambil menarik tangan Aris untuk mencium tangannya.Tapi di halangi oleh Aris karena merasa tak sopan dan tak etis karena orang tua malah menyalimi yang lebih muda.


"Bu Sukma apa yang di ucapkan cucu saya itu benar kami akan mengusahakan secepat mungkin"timpal nenek Puspa yang mengelus pundak Bu Sukma.


Jihan yang melihat sang sahabat yang menunduk sedih pun memeluk Kikan dengan rasa sayang."Sabar ya Ki,kita berdoa bersama untuk kesembuhan ayah dan semoga akan cepat sadar juga ayah"ucap Jihan menghibur sang sahabat.


Kikan,Jihan Nenek Puspa dan Aris pun pergi ke kantin untuk saling mengobrol karena tak enak jika mereka terlalu ramai di depan ruangan ayah Kikan.


"Ris kenapa kau tidak pulang"tanya nenek Puspa yang tiba-tiba pada sang cucu saat semuanya sedang duduk di kantin.


"Tidak apa-apa nek"jawab Aris.


Nenek Puspa yang mendengar jawaban sang cucu pun akhirnya beralih kepada Kikan untuk menggoda sang cucu.


"Oh ya Ki,bagaiman lelaki yang membuat kamu senyum-senyum waktu itu apa sudah kemari"tanya nenek Puspa pada Kikan dengan melirik ke arah sang cucu untuk melihat ekspresi Aris.


Jihan yang gatal ingin menggoda pun akhirnya juga angkat bicara."Ah iya Ki kata nenek kau beberapa hari lalu seperti orang jatuh cinta.Siapa cowok itu ki"goda Jihan.


Aris yang tak mengerti pun ikut menatap Kikan penuh tanya siapa yang di maksud kedua orang di sampingnya.


"Hah lelaki yang mana nek"ucap Kikan tak mengerti.


"ich kau masak lupa"jawab nenek Puspa.


"Oh mungkin kak Pram ya Ki"ucap asal Jihan.


"Kak Pram kenapa kak pram"jawab Kikan.


"Ya siapa tahu kau ada hubungan dengan kak Pram secara waktu sekolah dulu kan suka dia.Apa lagi kita waktu itu pernah ketemu"ucap santai Jihan yang tertawa melihat ekspresi Aris nampak cemburu.


"hubungan apa,kami hanya berteman"jawab Kikan.


"Ya mungkin maksud nenek dia yang bikin kamu senyum-senyum" ucap Jihan.


Aris yang menatap intens Kikan pun nampak kesal."Sialan siapa Pram itu aku harus cari tahu,apa karna dia Kikan tak menjawab pertanyaan ku"Pikir Aris.


...***************...


Terima kasih teman-teman untuk Like nya ๐Ÿ’–๐Ÿ’–.Semoga kalian suka ya dengan karya ku yang pertama ini.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis๐Ÿ˜‰


__ADS_2