
Hari ini adalah hari dimana Kikan akan bertemu dengan Aris setelah pertengkaran keduanya.Nampak Kikan yang Takut akan apa yang terjadi nanti disaat dirinya bertemu dengan Aris.Takut dan juga Cemas itu yang ia rasakan.
"Apa yang akan di bicarakan mas Aris nanti ya kenapa aku begitu cemas dan takut"pikir Kikan.
Dan karena terlalu banyak yang ia pikirkan dan takutkan hari itu pun pekerjaan nya menjadi tak fokus sehingga dirinya pun tak sadar jika mengangkat Tatakan kue yg panas tanpa pelindung.Dan hal yang tak terduga pun terjadi tangan kanan Kikan terkena tatakan kue yang panas itu.
"ACH...."teriak Kikan.
Semua yang berada di pantry pun kaget dengan teriakan Kikan.
"Mbak Kikan" teriak semua yang ada di sana.
Jihan yang berada di meja kasir pun mendengar teriakan Kikan pun berlari menghampiri sang sahabat dengan tergesa "Kikan"teriak Jihan."Ki tangan mu,ya ampun kau ceroboh sekali ayo kita ke klinik"khawatir Jihan.
"Aku gak apa-apa kok"ucap Kikan sambil kesakitan perih karena tangannya yang memerah karena panas.
"Gimana gak apa-apa lihat ini,sudah ayo kita ke klinik"ucap Jihan tak terbantah."Dan kalian jaga toko aku akan mengantarkan bos kalian dulu"ucap Jihan pada semua pegawai.
Selama perjalanan ke Klinik pun Jihan masih saja mengomel dengan kecerobohan sang sahabat.Sampai di Klinik pun dia masih tetap ngomel dan sedangkan Kikan yang di omeli pun hanya bisa diam karena dia mengakui jika salah karena ceroboh.
"Iya...iya...maaf ya aku ngaku aku ceroboh oke sekarang stop ngomel nya tuh kita Uda di panggil"ucap Kikan pada Jihan.
"Kau ini selalu DECH"gerutu Jihan.
Mereka pun akhirnya di panggil dokter dan selama beberapa hari kedepan tangan Kikan sementara harus di perban karena luka bakarnya yang cukup besar di telapak tangannya.
"Hah... Gak bisa bikin kue dong"gerutu Kikan sambil cemberut.
Jihan yang mendengar Gerutuan sang sahabat pun menjawab "makanya kalau gak mau berhenti bikin kue yang fokus dong kalau kerja".ucap Jihan.
"hehehe.."ketawa Kikan.
__ADS_1
"Ih malah ketawa lagi nih bocah,Uda yuk aku antar kamu pulang dan sementara istirahat dulu di rumah jangan ke toko dulu"ucap Jihan.
"Lha kok pulang sih aku masih mau ketoko Ji"tolak Kikan.
"Ish nih anak ya kalo di kasih tau,gak mau tahu kamu pulang sekarang.Besok istirahat aja di rumah titik"tegas Jihan.
"Tapi Ji"jawab Kikan tak mau.
"Sudah ayo kita pulang"ajak Jihan.
Setelah beberapa saat pun keduanya tiba di rumah Kikan.Ibu Kikan yang sedang berada di dapur pun nampak kaget karena tak seperti biasanya siang-siang begini ada yang datang.saat Bu Sukma membuka pintu dan melihat Kikan yang datang betapa kagetnya melihat tangan sang anak yang sedang di perban.
"Kikan kamu kenapa nak kok tangan mu di perban"khawatir Bu Sukma.
"Tidak apa-apa Bu tadi gak sengaja terkena panas aja"ucap Kikan.
"Tidak apa gimana kamu sampai di perban gini.Memang terkena panas apa Jihan?"tanya Bu Sukma pada sahabat sang anak.
"Ehm...dia tadi lupa pakai sarung tangan Bu saat akan mengeluarkan adonan dari Oven"jawab jujur Jihan.
"Ya ampun Bu aku gak apa-apa kok jadi santai aja ya"ucap Kikan pada sang ibu.
"kau ini nurut bisa gak sih"protes Jihan.
"Iya...iya...iya.."ucap Kikan kalah.
"ya sudah ayo masuk,Kalian pasti belum makan kan ayo kita makan bareng"ajak Bu Sukma.
"Siap Bu"jawab Jihan semangat.
"Kalau makan aja senang gak ingat dari tadi ngomel Mulu"gerutu Kikan.Jihan yang mendengar pun melotot kan mata nya kepada Kikan.
__ADS_1
Saat Jihan sudah kembali Kikan pun masuk ke kamar nya untuk istirahat tapi lebih tepatnya sih dia memikirkan kembali tentang pertemuannya dengan Aris nanti.
"Ehm apa yang harus aku lakuin ya,aku gak mau mas Aris tahu kalau aku lagi begini"gerutu Kikan.
Dan ketika dia sedang bermonolog dengan dirinya sendiri tiba-tiba ada telpon dari Aris.
"Halo Assalamualaikum mas"ucap Kikan.
"Walaikumsalam nanti kita ketemu di taman dekat toko mu jam 5 bisa kan"tanya Aris.
"Ach ....i..iya mas baik"jawab Kikan.
"Oke kalau gitu nanti kabari jika sudah sampai"ucap Aris yang langsung menutup telpon nya.
"Ba...ik"jawab Kikan sambil menghela nafas karena belum dia menjawab telpon telah di putus oleh Aris.
Waktu bertemu pun telah tiba.Kikan dengan rasa takut dan cemas pun memberanikan diri untuk berangkat.Sudaha setengah jam dirinya menunggu Aris tapi yang di tunggu belum terlihat dan saat dirinya akan menghubungi sang kekasih nampak Aris yang terlihat baru turun dari mobil.
"Mas Aris"panggil lirih Kikan saat melihat Aris.
Aris yang baru datang pun dapat melihat keberadaan Kikan.Dia begitu kaget saat melihat keadaan sang kekasih yang tak baik.
"Maaf sudah menunggu lama"ucap Aris saat dia berhadapan dengan Kikan.
"Ach ya mas gak apa kok aku juga baru datang"bohong Kikan.
"Kenapa dengan tanganmu?"tanya Aris.
Kikan yang mendapatkan pertanyaan dari Aris pun menyembunyikan tangannya yang sedang sakit."Ehm gak apa-apa kok mas"bohong Kikan kembali.
"Kenapa tangan mu"tanya Aris kembali.
__ADS_1
Mereka pun saling tatap Aris yang menunggu jawaban dari Kikan dan Kikan yang begitu takut berkata jujur pada Aris.
...****************...