ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Ketahuan


__ADS_3

Setelah drama kekesalan Aris,Kikan pun meminta agar Aris segera mencari penginapan untuk dirinya beristirahat.Tapi Aris tak mau meninggalkan Kikan seorang diri di rumah sakit.


"Mas pasti capek apa lagi perjalan jauh dari luar negri lebih baik cari penginapan untuk mas beristirahat"usul Kikan.


Aris yang mendengar pun menggelengkan kepalanya."Tidak aku disini saja"tolak Aris.


"Tapi mas pasti capek"


"capek ku sudah hilang saat melihat kamu"ucap gombal aris.


"Haduh gombal terus"ucap Kikan yang gemas mendengar gombalan Aris.


"Mas,aku masih khawatir dengan kondisi ayah aku takut mas"takut Kikan.


"Kau tenang saja aku sudah meminta Gery mencarikan rumah sakit terbaik untuk ayah mu"jawab Aris.


"Aku jadi merepotkan dirimu mas"


Karena lelah Aris tak sadar jika dirinya tertidur di pangkuan Kikan.Kikan yang melihat wajah Aris pun nampak berfikir."Aku masih tak percaya mas jika kau memiliki rasa untuk ku"pikir Kikan sambil mengelus kepala Aris.


Tanpa mereka sadari di ujung lorong ada dua pasang mata yang tak percaya dengan apa yang dilihat.


"Ini aku salah lihat atau bagaimana ya,apa mata ku bertambah rabun" ucap sosok satunya.


"Wow Daebak pemandangan yang mengejutkan"ucap wanita yang satunya karena terkejut.


"Sepertinya ada yang telah kita lewat kan"


"Sepertinya begitu nek"jawab wanita muda itu.Mereka adalah nenek Puspa dan Jihan yang terkejut dengan posisi kedua sejoli di depan mereka.


"Nek apa kita hampiri saja mereka"usul Jihan.


"Tidak,jangan dulu biarkan tunggu sebentar lagi"ucap nenek Puspa menghalangi Jihan


"Sepertinya nenek ada rencana ini,apa nek aku kepo"curiga Jihan.


"Sudah ikut nenek sekarang ke rumah Kikan dulu.Dan biarkan mereka disini"ucap nenek Puspa.

__ADS_1


"Hah kerumah Kikan untuk apa nek bukannya kita mau jenguk ayah kikan"tanya Jihan yang masih tak mengerti.


"Sudah kau ikut nenek saja"ucap nenek Puspa yang kemudian menggandeng Jihan untuk pergi.


Keduanya pun akhirnya pergi ke rumah Kikan.Setelah menempuh perjalanan akhirnya sampai juga di rumah Kikan.Bu sukma yang melihat kedatangan nenek Puspa pun nampak terkejut.


"Assalamualaikum"ucap salam keduanya.


"Wa'alaikum salam"jawab ibu Kikan yang ada di rumah.Saat membuka pintu sungguh terkejut ibu Sukma "Ya Tuhan Bu Puspa"ucap kaget Bu Sukma hingga dia pun lupa mempersilahkan kedua tamunya untuk masuk."Mari Bu silahkan masuk maaf sampai lupa"ucap Bu Sukma yang tak enak.


Nenek Puspa dan Jihan pun memasuki rumah Kikan.


"Silahkan duduk di Bu Puspa dan nak jihan"ucap Bu Sukma mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk.


"Makasih Bu"ucap nenek Puspa.


Fajar yang melihat kedatangan kedua tamunya pun membawakan minuman.


"Ini nek,kak silahkan diminum"ucap Fajar.


"Iya makasih nak"jawab nenek Puspa."Bu maksud kedatangan kami kemari untuk menjenguk suami ibu karena Kikan bercerita jika beliau kecelakaan"ucap nenek Puspa mengutarakan maksud kedatangannya.


"Bu Sukma yang sabar ya kita berdoa saja agar suami ibu lekas sembuh dan siuman dari komanya"doa nenek Puspa tulus dengan memeluk Bu Sukma yang nampak bergetar mengingat kondisi sang suami.


"Nenek benar Bu,kita harus berdoa untuk kesembuhan ayah"ucap Jihan kemudian.


"Terima kasih Bu Puspa dan nak jihan atas doanya"ucap Bu Sukma.


"Maksud kedatangan saya kemari juga untuk membicarakan sesuatu Bu,mungkin ini waktunya kurang tepat tapi saya ingin mengutarakan jika saya berniat untuk meminta Kikan menjadi cucu menantu saya" ucap nenek Puspa yang mengutarakan maksudnya yang lain setelah melihat kedekatan kedua insan yang berada di rumah sakit tadi.


Semua yang mendengar penuturan nenek Puspa pun nampak terkejut tak percaya.


"Ibu apa yang ibu maksud"tanya Bu Sukma yang masih terkejut.


"Ya tadi sebelum saya kemari,kami berdua ke rumah sakit dan disana saya melihat Kikan dan cucu saya yang sepertinya memiliki hubungan khusus"jelas nenek Puspa.


"Mungkin ibu dan Jihan salah lihat karena tadi sewaktu saya pergi Kikan hanya sendiri"jelas Bu Sukma yang tak tahu kedatangan Aris.

__ADS_1


"Untuk hal ini nanti kita lanjutkan setelah suami ibu sembuh dulu hanya saja saya ingin menyampaikan kepada ibu"ucap nenek Puspa .Akhirnya mereka pun membicarakan hal yang terjadi saat kecelakaan ayah Kikan.


Sedangkan Di rumah sakit Aris yang terbangun dari tidurnya pun baru sadar jika dia tertidur dan kepalanya telah berbantalkan kaki Kikan.


"Ya Tuhan pantas saja aku nyenyak tidur tadi"gumam Aris sambil menggaruk kepalanya yang gatal.Melihat Kikan yang tertidur juga dengan duduk pun merasa kasihan sehingga dia merangkul dan membawa kepala Kikan di pundaknya.


"Kau pasti lelah"gumam lirih Aris dengan mengusap pipi Kikan.


Kikan yang merasakan sentuhan pada pipinya pun terbangun."Ehm..mas maaf aku ketiduran"ucap Kikan tak enak pada Aris.


"Maaf membuat mu bangun ki"ucap Aris.


"Iya mas gak apa-apa"jawab Kikan dengan tersenyum ke arah Aris.


"Manis sekali"ucap Aris saat melihat senyum Kikan.


"Apa mas"tanya Kikan.


"Hah apa nya yang apa"tanya Aris tak mengerti.


"Tadi mas bilang apa"


"Tidak aku tak bilang apa-apa"ucap Aris berkilah."Oh ya kau pasti lapar bagaiman kalau kita cari makan"usul Aris.


"aku tidak lapar mas,Mas saja yang makan aku disini"tolak Kikan.


"Jika kau tak makan maka aku tak akan makan"ucap Aris.


"Tapi aku tak bisa meninggalkan ayah mas" jawab Kikan.


"Ayah mu ada perawat dan dokter.Juga tadi aku telah bicara pada dokter untuk merujuk rumah sakit yang terbaik di negara kita untuk ayahmu.Jadi kau tenang saja dan sekarang saatnya kita mencari makan"jelas Aris.


"Tapi mas"ucap Kikan yang akan menolak.


"Tidak ada penolakan kikan"tegas Aris.


"Baiklah"jawab Kikan menurut.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉


__ADS_2