
Jiwa jahil Jihan pun keluar kembali untuk menggoda kedua sejoli tersebut."Cie...cie mau kawin nih.Wah Akhirnya Kikan bisa melelehkan bongkahan Es"goda Jihan.
Semua yang mendengar pun di buat tertawa oleh tingkah Jihan kecuali Aris yang kesal di tuduh bongkahan es.
"Apaan sih Ji"malu Kikan.
Rangkaian acara hari itu pun telah selesai dan semua para tamu telah pulang kecuali Jihan karna malam itu dia di minta oleh Bu Sukma untuk menginap.
"Alhamdulillah acara nya lancar"ucap Bu Sukma.
"Iya bu"jawab sang suami.
"Ya sudah ayah istirahat saja dulu,Ingat kata dokter ayah gak boleh terlalu lelah"ingat Kikan pada sang ayah.
"Baiklah kalau begitu ayah istirahat ya,maaf tidak bisa membantu beres-beres"pamit pak Sastro.
Semua pun bergotong royong membersihkan rumah setelah acara.Kikan yang sejak tadi pun hanya sedikit bicara.Jihan dan Bu Sukma pun menjadi heran.
__ADS_1
"Ki kau kenapa seperti ada yang di pikirkan"tanya Jihan.
"Tidak ada apa-apa"jawab Kikan.
Bu Sukma yang merasa ada sesuatu pada anaknya pun mendekat pada Kikan."Kau kenapa nak ada yang kau pikirkan"tanya Bu Sukma
"Tidak ada bu"kilah Kikan.
"Kau tidak bisa bohong dengan ibu Ki,Ibu tau ada yang kau pikirkan"desak sang ibu.
"Kau kenapa ki"tanya Jihan.
"Aku ada takut Bu,Ji"ucap Kikan.Bu Sukma dan Jihan diam menunggu Kikan melanjutkan ucapannya."Aku takut jika semua orang menuduhku menikah dengan mas Aris karena harta,ibu pasti tahu banyak orang yang memandang remeh dengan kita Bu,Dan mungkin jika yang di gunjing adalah aku,aku tak apa tapi jika itu ayah dan ibu aku tak mau.Cukup sudah mereka selalu mengolok ibu dan ayah.Aku juga merasa jarak satu bulan itu terlalu cepat apa lagi ayah baru sembuh "jelas Kikan dengan sedih.
Bu Sukma yang mendengar pun hanya diam sesaat dan mencoba memberi pengertian pada sang anak."Nak yakinkan lah dulu hati mu,siapkan lah dirimu juga untuk masalah orang lain jangan pedulikan cukup kau tutup telingamu anggap mereka tak ada.Kau perlu tau Kikan apa pun kita pasti akan dibicarakan oleh orang lain entah itu kebaikan atau keburukan.Kita juga tak bisa menutup mulut semua orang jadi cukup hanya kita tutup telinga kita dan serahkan semua pada yang diatas.Sekarang kau fokus lah pada kebahagiaan mu nak"nasehat sang ibu.
Jihan pun ikut menimpali omongan Bu Sukma."Ki,aku mungkin orang lain di keluarga mu tapi aku sangat sayang terhadap dirimu.Aku setuju dengan Ibu jangan pernah kau dengarkan ucapan orang lain,Sekarang sudah saat nya kau bahagia Ki.Mungkin dengan kau menikah dengan Aris kau bisa bahagia.Jadi jemput lah kebahagiaan mu ki"ucap Jihan yang kemudian memeluk sang sahabat.
__ADS_1
Kikan yang mendengar ucapan dari sang ibu juga sang sahabat pun membenarkan perkataan mereka.Dia juga bersyukur memiliki orang tua dan sahabat seperti Jihan.
"Iya,Maaf Bu dan Jihan mungkin aku ada ragu dan takut tapi terima kasih karena telah memberikan ku nasehat"ucap Kikan.
"Ya sudah sekarang kalian bersih-bersih kemudian istirahatlah biar ibu yang melanjutkan"ucap Bu Sukma pada Kikan dan Jihan.
"Tapi Bu kan yang di belakang belum selesai biar aku bantu ya"Tolak Kikan yang tak tega,"Dan kamu ji Istirahat lah" pinta Kikan
"Baiklah kalau begitu"ucap Ibu Kikan.
"Ya sudah kalau begitu aku istirahat dulu ya Bu,Ki"pamit Jihan yang di angguki kedua ibu dan anak tersebut.
"Ayo Bu aku bantu setelah itu kita istirahat"ajak Kikan.
...****************...
Terima kasih teman-teman untuk Like nya 💖💖.Semoga kalian suka ya dengan karya ku yang pertama ini.
__ADS_1