ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Papa


__ADS_3

Aris yang telah sampai di apartemennya pun langsung duduk termenung memikirkan pertemuan dirinya dengan Kikan tadi."Dan lagi-lagi aku tak bisa memberitahunya"ucap lirih Aris dengan menghela nafas."Aku tak bisa terus-terusan menunda ini semua aku takut semakin lama akan semakin menyakiti nya tapi aku sungguh tak bisa melihat dia menangis"pikir Aris.


Saat sedang berkelana dengan pikiran nya terdengar dering telp masuk.Saat Aris melihat nama yang tertera dia pun semakin menghela nafas.


"Ada apa lagi"ucap Aris saat menerima panggilan telpon seseorang.Dan orang tersebut pun meminta agar Aris menghampiri dirinya segera.Setelah mendapatkan telp itu Aris pun segera pergi ketempat sang penelepon.


---


Hari-hari pun berlalu dengan sangat cepat menurut Kikan karena tak terasa sudah akhir pekan saja."Hah cepet banget sih udah Minggu aja"ucap Kikan.


"Ehm bagaimana kalau aku menelpon mas Aris aja untuk ketemu ya kan Uda beberapa hari kami tidak bertemu dan hubungan kami juga sudah membaik"ucap Kikan bermonolog dengan dirinya sendiri.


Dan saat itu juga Kikan menghubungi sang kekasih untuk bertemu tetapi tak ada jawaban."Kok telpon nya mati sih,apa aku coba ke apartemen nya aja ya kasih kejutan"ucap Kikan kembali.


Hari itu pun Kikan menyiapkan kue yang di suka oleh sang kekasih.Dia begitu bersemangat membuat Kue itu.


Ibu Kikan yang saat itu menuju dapur pun melihat sang anak yang begitu bersemangat."Kau sedang membuat apa Ki?"tanya sang ibu.


"Oh ibu jadi kaget,ini Bu bikin kue"jawab Kikan

__ADS_1


"Ah maaf,bukannya tangan mu belum sembuh kok sudah bikin kue aja"ucap sang ibu khawatir.


"Ehm sudah sembuh kok Bu jadi ibu tenang aja ya"ucap Kikan menenangkan sang ibu.Dia pun menghampiri sang ibu dan memeluknya.


"Ih tumben peluk-peluk ibu pasti ada sesuatu ya"goda sang ibu.


"Ya ampun Bu masak mau peluk ibunya aja nunggu ada sesuatu "cemberut Kikan.


"Hahaha...ibu becanda nak.Kamu lagi bikin kue apa?"tanya sang ibu.


"Aku membuat Black forest Bu kesukaan mas Aris"jawab Kikan.


"Oh...trus nak Aris kapan kerumah Ki udah lama lho dia gak kesini"ucap sang ibu.


""Kok jadi ibu yang kangen kamu mungkin yang kangen"ucap sang ibu menggoda.


Kikan yang telah selesai menyiapkan Kue dan bersiap diri pun langsung pergi ke tempat sang kekasih.


"Bu aku pergi dulu ya,Assalamualaikum"pamit Kikan.

__ADS_1


"Iya hati-hati salam buat nak Aris ya,Wa'alaikumsalam"jawab sang ibu


Kikan pun melangkahkan kaki nya untuk menuju ke apartemen sang kekasih.Saat perjalan ke tempat Aris dapat terpancar wajah bahagia nya yang tak sabar untuk bertemu Aris.


"Semoga mas Aris senang dengan apa yang ku bawa sekarang"ucap Kikan."Hmm bagaimana ya reaksi mas Aris nanti hihihi"pikir Kikan.


Sedangkan di apartemen Aris sedang ada tamu dan karena mereka lah dirinya tidak mengaktifkan HP nya.


Saat telah sampai di depan gedung apartemen Aris Kikan nampak tak sabar untuk segera bertemu sang kekasih dia pun segera menghampiri apartemen Aris.


Dan ketika dirinya membuka pintu apartemen Aris begitu kagetnya dia melihat Aris sedang bersenda gurau dengan seorang anak kecil dan ada juga seorang wanita disana.


Yang membuat Kikan kaget adalah anak kecil itu memanggil Aris dengan sebutan Papa.


Kikan yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dengar pun mencoba memanggil Aris meskipun dengan suara lirih.


"Mas Aris"panggil Kikan.


Aris yang mendengar ada yang memanggilnya pun langsung menoleh dan dia pun begitu terkejut dengan keberadaan Kikan disana.

__ADS_1


"Kikan"ucap Aris terkejut.


...****************...


__ADS_2