ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Mall


__ADS_3

"Baik kalau begitu,ikuti terus mereka dan segera laporkan kepada saya"ucap Gery pada sang anak Buah."*Aku harus segera melaporkannya sebelum bos semakin kesal dan membuat semua orang di kantor ketakutan"gumam Gery.


Tok...Tok*..


"Iya masuk" ucap Aris di dalam ruangannya.Dan saat dia menengok siapa yang menemuinya ternyata sang asistennya."Ada apa Ger,apa ada yang mau kau laporkan?"tanya Aris.


Gery yang mendengar pertanyaan dari sang bos pun menganggukkan kepala membenarkan."Iya pak,orang kita telah menemukan keberadaan nona Sherly" lapor Gery.


"Dimana dia?"


"Nona Sherly berada di kota ini tuan dan beliau saat ini sedang pergi dengan Kikan"


Aris yang mendengar jawaban sang asisten pun kaget karena adiknya sedang ada di kota ini yang membuatnya bertambah kaget juga kesal adalah sang adik yang sedang bersama Kikan.


"Apa yang di lakukan wanita itu sehingga adikku pun dekat dengannya"ucap Aris dingin.


"Permisi pak menurut informasi yang saya dapat non Sherly tiba disini kemaren malam pak dan langsung menuju rumah bapak" jelas kembali Gery.


"Baiklah ,kau kembali saja.Aku keluar menemui mereka dan laporkan dimana keberadaan mereka saat ini" pinta Aris.


"Tapi pak anda ada jadwal meeting hari ini"cegah Gery


"Kau handel semuanya jika sudah segera lapor padaku"


"Tapi ini Klien penting pak" Ucap Gery kembali.


Tetapi Aris berlalu pergi tanpa mau mendengarkan ucapan Gery.


"Susah deh kalo bos sudah seperti ini"gerutu Gery.


Aris pun menuju rumahnya untuk bertanya pada sang nenek tentang Sang adik.


"Selamat datang tuan muda"sambut penjaga di depan rumahnya yang hany di angguki oleh Aris.


Setelah sampai di depan Aris langsung masuk kerumah dan mencari sang nenek.


"Marni...Marni"teriak Aris memanggil sang pelayan.


"Iya tuan muda"jawab pelayan yang menghampiri Aris.


"Dimana nenek?" tanya Aris


"Nyonya Puspa di ruang baca tuan muda" jawab Marni.


Aris yang mendengar jawaban sang pelayan pun langsung pergi ke ruang baca tanpa menjawab Marni.


tok..tok...


"Nek Aris boleh masuk"ucap Aris saat akan masuk ruang baca.


"Masuklah"jawab nenek Puspa dari dalam.


"Nek Sherly apa benar ada disini?" tanya Aris langsung.

__ADS_1


"Kau ini datang-datang bukan tanya kabar nenek malah tanya Sherly" omel nenek Puspa.


"Nek jawab dulu pertanyaan ku"


"Iya adik mu pulang kenapa memangnya?"


"Dia tidak memberitahu diriku jika akan pulang"


"Terus kenapa jika dia tidak memberi tahu mu,untung-Untungan dia ingat rumah ini tidak seperti dirimu" ucap nenek Puspa ketus dan kesal.


"Nek kami berbeda"


"Beda apa nya kalian adik kakak dan kalian adalah keluarga di rumah ini,jelaskan apa bedanya hah" ucap nenek Puspa yang mulai marah.


"Ach sudah lah aku gak mau ribut dengan nenek"ucap acuh Aris dan melangkah meninggalkan sang nenek.


"Tunggu Aris kau belum menjawab pertanyaan ku tadi"ucap sang nenek.Aris pun menghentikan langkahnya dan menjawab.


"Kami berbeda dan nenek pasti tahu itu" ucap Aris yang kembali pergi tanpa menghiraukan tatapan kesal sang nenek.


"Anak itu selalu seperti itu,apa salahnya sih kemari"gumam nenek Puspa.


Saat di kamarnya Aris kembali menghubungi sang adik tapi tetap tidak bisa dia pun memutuskan untuk menyusul sang adik saat itu


"Gery dimana mereka saat ini" ucap Aris menanyakan keberadaan sang adik dengan menelpon Gery.


"Nona Sherly berada di Mall Ciput pak"


"Baiklah aku kesana sekarang pastikan mereka masih di mall itu saat aku datang"


Gery yang mendapatkan perintah begitu langsung meminta anak buahnya untuk memastikan posisi sang nona muda mereka.


Di Mall Ciput Sherly begitu senang berjalan-jalan dengan Kikan begitu pun dengan Kikan karena Sherly adalah orang yang menurut dia asik jika di ajak jalan begitupun sebaliknya.


"Sher sepertinya kita sudah terlalu lama keluarnya ayo kita pulang" Ajak Kikan yang merasa mereka sudah lama berjalan-jalan.


"Sebentar lagi aja kak kita kan belum makan" Ucap Sherly


"Baiklah kalau begitu lebih baik kita mencari tempat makan setelah itu pulang"


"Oke dech "ucap Sherly.


Mereka berdua pun menuju salah satu resto yang berada di mall tersebut,Saat menikmati makan ada seseorang yang datang dan membuat keduanya kaget.


"Wow enak sekali ya kalian disini"ucap Aris dingin.


"Kak Aris,kenapa bisa ada disini!"Ucap Sherly kaget.


"Aku bisa dimana sesuka hati ku dan kamu kenapa kembali kemari tanpa memberi tahu ku hah"tanya Aris kesal.


"Aku liburan lha kak memang kenapa" jawab Sheryl cuek.


Kikan yang melihat interaksi keduanya pun menundukkan kepala karena tatapan tajam Aris yang tak suka dengan dirinya .

__ADS_1


"Dan kau pelayan kenapa kau ada disini hah,aku menggaji dirimu bukan untuk hal seperti ini"ucap Aris dengan marah.


Kikan yang saat itu menunduk pun menatap Aris dan berkata"Maaf tuan saya ..saya..."


"Saya apa hah...Atau kau mau menjebak adik ku setelah nenek ku sekarang adik ku "tuduh Aris.


"Maaf tuan saya tidak ada maksud seperti itu"Jawab Kikan membela dirinya


"Sudah lah aku sudah tau permainan mu dan mulai..."ucapan Aris pun di potong oleh Sherly


"Stop kak,dia tidak salah aku yang ajak kak Kikan untuk jalan-jalan"jawab Sherly membela Kikan.


"Kau jangan membela wanita ini Sherly"


"Kak bisa tidak suara mu di kecilkan malu tahu di lihat banyak orang " ucap Sherly.


"Persetan dengan mereka,dan biarkan mereka tau jika wanita ini memanfaatkan kita "


Kikan yang mendengar tuduhan itu pun sedih dan menangis.


"Sudah kak lebih baik kita pulang saja"ucap sherly yang saat itu menggandeng Kikan dan pergi.


Aris yang di tinggal pergi pun semakin kesal di buatnya.


Sherly pun memutuskan untuk pulang karena suasana hatinya sudah berantakan karena sang kakak.Saat perjalanan pulang Sherly melihat jika Kikan nampak sedih dengan ucapan sang kakak.Dia pun membiarkan Kikan dengan pikirannya agar bisa tenang.


Sedangkan Kikan yang sejak berada di mall dan bertemu dengan Aris nampak sakit hati,sehingga saat di mobil di diam tanpa sedikitpun mengucapkan apa pun dia hanya menangis


"Apakah aku harus di perlakukan seperti itu dan apa memang aku pantas untuk dipermalukan seperti itu,kenapa tuan Aris begitu membenci diriku apa salah ku padanya .Tuhan aku ingin melepaskan semuanya aku begitu sakit karena ucapan dan tuduhan tuan Aris"pikir Kikan yang sedih.


Dia ingin sekali untuk pergi dan tak bekerja di rumah keluarga Wijaya.Tetapi dia takut ancaman Aris untuk segera melunasi semua uang itu dan dia pun berfikiran jika dia pergi bagaimana dengan nenek Puspa.


Kikan pun berperang dengan pikirannya yang sampai tidak sadar jika sudah sampai.


Sherly yang melihat Kikan hanya diam pun mengajak Kikan turun ." Kak kita sudah sampai ayo turun"ajak Sherly.


Kikan yang mendengar ajakan Sherly pun nampak kaget "Apa.." tanya Kikan.


"kita sudah sampai kak ayo kita turun"ajak lagi Sherly.


"Ach i..iya ayo"ucap Kikan bingung yang melihat kiri kanan memastikan mereka sudah sampai.


Saat masuk ke dalam rumah Kikan pun langsung pamit kepada Sherly untuk masuk ke kamarnya dan Sherly yang mendengarpun hanya menganggukkan kepala karena dia tahu pasti Kikan ingin sendiri.


Saat menaiki tangga Sherly di panggil oleh sang nenek.


"Lho Sher sudah pulang kalian?" tanya nenek Puspa.


"Iya nek " jawab Sherly tak bersemangat.


"Kenapa kamu pulang jalan-jalan kok gak bersemangat"


"Tidak apa-apa nek,aku masuk kamar dulu nek"pamit Sherli berlalu ke kamar .

__ADS_1


"Kenapa ajak itu tumben gak bersemangat,trus kemana Kikan kok gak kelihatan" pikir nenek Puspa.


__ADS_2