
Suara deringan telp nenek Puspa memotong pembicaraan antara dirinya dan Kikan.
"Halo"ucap nenek Puspa saat menerima panggilan tersebut karena no yang tidak dia kenali.
"Maaf apakah benar ini dengan keluarga saudara Aris ?"jawab orang yang ada di sebrang telpon.
"Iya benar pak,ada apa ya"tanya nenek Puspa penasaran.
"Begini nyonya saya dari kepolisian mau memberitahukan jika saudara Aris mengalami kecelakaan"info pak polisi.
"APA...!" ucap nenek Puspa teriak dan kaget.setelah mendengar telp itupun nenek Puspa terlihat lemas dan pingsan.Kikan yang melihat pun menghampiri nenek Puspa dan berteriak meminta tolong dengan semua orang.Dia pun berinisiatif untuk mengambil alih telp nenek Puspa.
"Maaf pak ada apa saya pelayan nyonya Puspa?"tanya Kikan pada penelpon.Kikan pun kaget mendengar kabar Aris yang kecelakaan dia pun bertanya dimana keberadaan sang tuan muda sekarang.
Semua orang termasuk Sherly yang mendengar teriakan Kikan pun menghampiri Kikan.
"Kak Kikan kenapa?"Sherli membuka pintu lalu bertanya,saat itu juga dia melihat sang nenek yang sedang pingsan."Nenek"teriak Sherly.
Kikan yang masih syok pun memberi tahu tentang kecelakaan Aris pada Sherly dia juga memberi tahu dimana sekarang Keberadaan sang tuan muda.
"Kak Kikan lalu bagaimana keadaan Kakak ku"ucap Sherly panik menerima kabar sang kakak.
"Aku kurang tahu Sher lebih baik kita segera ke RS untuk melihatnya"usul Kikan.
"Baiklah kalau begitu,tapi nenek gimana kak"tanya Sherly yang nampak juga bingung.
"Begini saja kau pergi dengan sopir,aku dan yang lain akan menjaga nenek"
"Iya non cepet ke RS sekarang ,Marni sudah meminta pak Parman untuk menemani non kesana" ucap kepala pelayan yang di angguki Sherly.
Sherly pun bergegas ke rumah sakit melihat kondisi sang kakak.sedang kan Kikan dan pelayan yang lain menunggu nenek Puspa sadar.
"Kikan lebih baik kita panggilkan dokter saja"usul kepala pelayan.
"Baik bik" jawab Kikan.
"Ini aku sudah telpon dokter bi"ucap Marni saat datang.
"ehmm...ehmmm..."Suara nenek Puspa saat sadar.Kikan dan yang lainnya pun menoleh kepada nenek Puspa saat mendengar suara nenek Puspa
"Nenek..nenek sudah bangun"
"Nyonya sudah sadar"
ucap Kikan dan pelayan yang ada disana bersamaan yang di angguki nenek Puspa.
saat siuman tadi nenek Puspa mendengar sang pelayan yang memanggil dokter pun meminta untuk di batalkan saja.
Semua yang khawatir padanya pun awalnya keberatan tapi karena nenek Puspa yang mengatakan dia hanya kaget pun akhirnya menuruti perintah sang nyonya besar.
__ADS_1
"Kikan ayo antar aku ke rumah sakit" ucap nenek Puspa yang panik dan sedih.
"Tapi nek,nenek belum sadar benar lebih baik kita menunggu kabar Sherly ya nek " ucap Kikan.
Nenek Puspa pun tidak mau dia ingin secepatnya ke rumah sakit."Tidak Kikan ayo kita kesana aku mau lihat cucuku" jawab nenek Puspa dengan menangis.
Kikan yang melihat pun merasa sedih,dan dia menoleh kepada kepala pelayan untuk meminta pendapat.Kepala pelayan pun menganggukkan kepala setuju dengan nenek Puspa.
"Baiklah sekarang kita siap-siap ya nek"ucap Kikan.
"Ayo Ki " ajak nenek Puspa terburu-buru.
"Tunggu nek aku tuntun"ucap Kikan yang takut nenek Puspa jatuh.
Setelah beberapa saat perjalanan mereka pun tiba di rumah sakit.Setelah bertanya pada resepsionis mereka langsung menuju ruang operasi Aris.Disana sudah ada Sherly dan Gery yang menunggu di depan ruang operasi.
Nenek Puspa pun berjalan cepat menghampiri keduanya.
"Gery,Sherly bagaiman keadaan Aris?"tanya nenek Puspa khawatir.
"Ka..kakak .."Ucap Sherly yang tak bisa melanjutkan ucapannya.
"Kenapa dengan kakak mu sher?"ucap nenek Puspa yang tambah khawatir.Sherlybpun tak kuasa menjawab dia hanya menangis.
Melihat sang nona mudanya yang tidak bisa menjawab Gery pun memberitahu nyonya besarnya tentang kondisi Aris.
"Nenek"teriak Sherly dan Kikan bersamaan.Mereka berdua pun menuntun sang nenek untuk duduk.
Air mata nenek Puspa pun tak terbendung saat itu dia begitu khawatir dan sedih mendengar keadaan sang cucu.
****
Saat kecelakaan Aris.
Aris yang kembali dari bertemu dengan kliennya itu memutuskan untuk menyetir sendiri tanpa di temani sang asisten.
Saat di perjalanan Aris merasa ada yang tidak beres dengan kendaraan nya.
"Ada apa dengan mobil ku kenapa ini rem nya tidak bisa"ucap Aris bermonolog saat tau kendaraannya tidak beres.
Aris pun yang saat itu panik berusaha tenang agar tidak terjadi hal yang lebih parah.tapi naas saat dia berusaha mengendalikan kendaraannya Aris di buat kaget dengan sepeda motor yang tiba-tiba memotong jalannya dia pun membanting setir mobilnya dan saat itu juga ada truk yang melintas sehingga menabrak mobil yang di kendarainya.
****
Setelah beberapa jam berlalu dokter yang mengoperasi Aris pun keluar.Semua yang menunggu pun berdiri untuk bertanya keadaan Aris.
"Dok bagaimana kakak saya "
"Bagaiman kondisi cucuku dok"
__ADS_1
ucap Sherly dan nenek Puspa bersamaan.
Dokter pun menjelaskan jika Aris sudah keluar dari masa kritisnya tapi ada satu hal yang harus mereka tahu yaitu kondisi Aris saat itu.
Nenek Puspa yang mendengar pun kembali di buat syok.Kikan yang berada sisi nenek Puspa pun memeluknya dan menenangkan sang nenek.
"Nenek sabar ya dan nenek harus tenang,aku yakin tuan Aris akan baik-baik saja"ucap Kikan saat memeluk dan mengelus nenek Puspa.Dia pun melihat ke arah Sherly yang juga saat itu terlihat syok.
"Ya Tuhan kenapa kau berikan cobaan seperti ini pada cucuku"ucap nenek Puspa lirih.
"Nenek,nenek yang sabar"ucap Kikan Kembali.
Saat itu tampak Aris yang di dorong oleh perawat menuju ruang perawatan paska operasi,mereka pun mengikuti perawat itu membawa Aris.
"Ya Tuhan sungguh malang sekali nasib mu tuan,semoga kau bisa melewati semua ini"Batin Kikan yang mendoakan Aris dengan tulus.
Aris pun sudah di bawa ke kamar inapnya,semua keluarga termasuk Kikan pun menjaga Aris saat itu yang belum sadar.
"Ehm..ehm..dimana aku"ucap lirih Aris saat sadar.
Sherly dan nenek Puspa yang berada di samping Aris pun di buat bersyukur karna akhirnya Aris sadar.
"Aris kau sadar nak" ucap nenek Puspa pelan yang di angguki lemah oleh Aris.
"Aku dimana sekarang?"tanya Aris
"Kakak di rumah sakit,apa ada yang sakit"tanya Sherly pada sang kakak.
"Aku di rumah sakit"Aris pun mengingat kejadian yang menimpanya sehingga membuatnya sakit kepala.
Nenek Puspa yang melihat pun meminta sang asisten cucunya untuk memanggilkan Dokter.
"Gery cepat panggilkan dokter"perintah nenek Puspa panik.
Saat Gery memanggilkan dokter,Aris yang menahan sakit di kepalanya pun melihat sosok yang dia benci berada di sana.
"Kau...kaum.kenapa ada disini"tunjuk Aris pada Kikan yang saat itu berdiri di belakang sang nenek.
"Sa...saya.."ucap Kikan takut.
"Nek suruh dia pergi Ach..."pinta Aris pada sang nenek.Nenek Puspa pun menuruti permintaan sang cucu.
"Kikan tolong kau keluar dulu ya"pinta nenek Puspa dengan suara yang halus
"Baik nek" jawab Kikan yang berbalik badan untuk pergi.
Saat akan membuka pintu Kikan mendengar teriakan Aris yang histeris dengan kondisi dirinya.
"Nenek,Sherly ini kenapa kaki ku tidak bisa di gerakkan"teriak histeris Aris.
__ADS_1