
Aris yang melihat sang kekasih pun tertawa lepas dan dirinya pun lega karena apa yang di takuti seharian ini tak terjadi tapi malah sekarang dia bisa menjadi kekasih dari gadis yang dulu dia benci.
"Ki sudah malam ayo kita pulang"ajak Aris pada kekasihnya dia pun mengulurkan tangannya pada Kikan agar mereka bergandengan.
Selama perjalanan pulang keduanya pun saling mengobrol santai sampai tak terasa jika sudah sampai di depan rumah.
"Ya sudah sampai"ucap Kikan semangat.
"Kau semangat sekali"gerutu Aris.
"Lha kan emang Uda sampai mas"heran Kikan.
"ya aku kan masih pengen bareng sama kamu Ki"jelas Aris manja.
"Ih lebay deh,kayak gak ketemu lagi aja"ucap Kikan.
"Ya elah sayang kau ini ga peka banget sih"gerutu Aris kembali.
"Udah cepet pulang,mas kan dari tadi belum pulang"ucap Kikan mengingatkan.
"Ya sudah kalau begitu mas pulang ya"pamit Aris.
"Iya hati-hati kalau Uda sampai kabari"pinta Kikan sambil turun dari mobil.
"Assalamualaikum sayang" salam Aris.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam mas" jawab Kikan yang kemudian menutup pintu mobil.
Kikan di buat heran dengan tingkah Aris yang lebih jail,gemesin dan ya ada lebay nya."Beda banget sama dulu" pikir Kikan.
Aris yang telah sampai di apartemennya pun menepati janjinya untuk mengabari sang kekasih jika sudah sampai dengan selamat.
Setelah membersihkan diri Aris pun memikirkan apa yang telah di lalui dirinya dengan Kikan beberapa saat yang lalu,Dia pun amat senang karena hubungan dirinya dan Kikan yang ada kemajuan.
Ayah Kikan yang telah di rawat di kota selama seminggu pun kondisinya masih sama belum siuman.Meskipun begitu dokter pun menyarankan agar pihak keluarga sering-sering mengajak Pasien mengobrol.Dan hari ini adalah jadwal Kikan menemani sang ayah,gadis itu pun tak sendiri karena sang kekasih pun turut menemani dirinya menjaga sang ayah.
"Mas beneran mau nemenin aku disini"tanya Kikan pada Aris karena tak enak jika mengganggu waktu istirahat sang kekasih.
"iya mas akan disini menemani kamu"ucap yakin Aris.
Hubungan keduanya pun telah di ketahui oleh kedua keluarga dan mereka semua pun menyetujui.Meskipun di awal pak Wijaya ayah dari Aris nampak kaget dengan yang di ucapkan sang anak.Tetapi karena yang dipilih oleh sang anak adalah Kikan gadis yang telah di ketahui bagaiman latar belakangnya Pak Wijaya pun menerima hubungan keduanya.
Seperti sekarang sepasang kekasih itu pun menghabiskan waktu berdua meski hanya di rumah sakit karena Aris yang tak ingin jauh dari Kikan.
Saat keduanya asik mengobrol perawat datang keruang rawat ayah Kikan meminta agar keluarga menebus obat yang sudah di resepkan oleh dokter.Yang awalnya Aris akan menebus pun urung karena di hentikan oleh Kikan.
"Mas sudah aku saja sekalian ada yang ingin aku cari di minimarket"cegah Kikan.
"Biar aku aja kamu disini ya"ucap lembut Aris.
"Mas"panggil Kikan dengan tegas menolak permintaan Aris
__ADS_1
Aris yang melihat penolakan Kikan pun akhirnya menyerah menuruti permintaan Kikan.Saat Kikan keluar ruangan Aris nampak mengajak berbicara calon ayah mertuanya.
"Assalamualaikum Om,perkenalkan saya Aris kekasih dari anak gadis om yaitu Kikan.Ehm enaknya saya panggil ayah atau om ya?Bagaimana kalau ayah saja ya om karena biar lebih akrab"ucap Aris.
"Ayah apa ayah tahu jika aku begitu beruntung di pertemukan dengan anak ayah itu,Dia begitu perhatian,pengertian ya semua yang aku butuhkan dia selalu ada meskipun cerewet anak ayah itu."ucap Aris sambil membayang kan kelakuan Kikan."Tapi yah meskipun dia cerewet dia itu baik banget yah.Dulu saat awal dan beberapa bulan dia bekerja dengan saya dia begitu sabar menghadapi sikap saya yang tak baik dengan dirinya.Tapi dia pun juga yang menyadarkan saya yah bahwa di dunia ini tak ada kesempurnaan dan lainnya.Apa ayah tahu jika anak ayah itu marah dia menakutkan sekali benar gak ya?Dia pernah sangking marahnya pada ku yah aku tak di ajaknya mengobrol....."ucap Aris yang panjang lebar.
Aris pun menyampaikan niatan dirinya untuk meminang Kikan.
"Yah sejujurnya aku ingin segera meminang anak ayah meskipun kamu baru saja berhubungan tapi aku sangat mencintai anak ayah.Yah lekaslah sadar karena saat ayah telah sadar nanti kami akan segera menikah dan kami ingin ayah ada di samping kami dan Kikan pun menginginkan ayahlah yang menikahkan kami"ucap Aris tulus."Ayah lekas sadar lah karena kami membutuhkan ayah"ucap Aris kemudian.
Beberapa saat setelah Aris mengajak ngobrol nampak ada pergerakan dari tangan ayah Kikan yang kemudian menunjukkan kesadaran Aris yang melihat pun nampak tertegun dengan apa yang di tunjukkan ayah Kikan.Aris segera memanggil dokter dan perawat setelah dirinya sadar dengan keterkejutannya.Sedangkan ayah Kikan yang mulai sadar pun nampak melihat Aris.
Saat perawat dan dokter datang untuk memeriksa Aris diminta untuk keluar dari ruangan terlebih dahulu dan bertepatan saat Aris keluar nampak Kikan yang datang dari menebus obat.Kikan pun melihat Aris ada di luar ruangan dan nampak perawat yang sedang sibuk pun menjadi takut terjadi sesuatu dengan sang ayah.Kikan pun berlari menghampiri Aris.
"Mas ada apa kenapa kau keluar?Dan..dan kenapa perawat nampak sibuk di kamar ayah?ada apa mas"tanya Kikan yang penasaran dan takut.
"Kamu tenang dulu kita tunggu dokter"ucap Aris yang tak bisa berkata apapun karena masih terkejut.
Kikan yang melihat keterkejutan di muka Aris pun semakin takut dan khawatir.
"Mas aku takut"ucap Kikan.
Aris pun reflek memeluk sang kekasih"Kamu tenang saja ya ayahmu tidak apa-apa "ucap Aris menenangkan Kikan.
Aris pun nampak berpikir apa yang di lihatnya tadi itu benar dia tidak yakin jadi dirinya pun memutuskan menunggu kabar dari dokter.
__ADS_1
**************
Terima kasih teman-teman untuk Like nya 💖💖.Semoga kalian suka ya dengan karya ku yang pertama ini.