ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Kikan Bakery


__ADS_3

Hari dimana pembukaan toko Kue Kikan pun tiba.Semua keluarga dan kerabat Kikan juga Aris pun ikut berkumpul untuk tasyakuran pembukaan toko Kikan.Semua yang datang tampak hikmat di acara tasyakuran tersebut.Kedua orang tua Kikan tampak bahagia karena apa yang di inginkan oleh sang anak terwujud dan mereka pun bersyukur sang anak mendapatkan calon suami yang begitu menyayangi Kikan.


"Bu sungguh beruntung sekali kita dan juga Kikan,Tuhan sungguh baik telah mengirimkan Aris dan keluarga nya untuk kita"ucap Pak Sastro kepada sang istri.


Ibu Kikan pun mengangguk membenarkan ucapan sang suami " Ayah benar ini adalah hadiah tuhan untuk anak kita dia mendapat kan calon suami yang baik,Semoga kelak setelah mereka menikah hidup mereka akan semakin bahagia dan selalu dalam lindungan Tuhan ya Yah".


"Amin Bu"jawab sang suami.


Acara hari itu pun selesai dan semua pun sangat memuji kue buatan Kikan yang enak.Kikan pun merasa bersyukur karna semua yang datang merasa kan kebahagian yang dia rasakan dan dia pun senang karna semua orang suka dengan kue buatannya.


"Ki selamat ya,semoga toko kue mu ini semakin ramai"doa tulus Jihan kepada Kikan.


"Amin Ji,dan kita berusaha bersama ya untuk membuka toko ini"jawab Kikan yang meng Amini doa sang sahabat.


"Oh ya aku pamit pulang ya besok kita ketemu lagi.Dan tu pangeran mu sudah menunggu dari tadi"ucap Jihan.


"Ach iya,hati-hati ya jangan lupa besok kita berjuang hahaha.."jawab Kikan.


"Y sudah aku pamit ke ayah ibu juga nenek dulu "pamit Jihan yang berjalan menjauh.


Kikan yang melihat Aris nampak duduk sendiri pun menghampiri sang pujaan hati.

__ADS_1


"Mas"panggil Kikan.


Aris yang nampak melamun pun kaget "Ach ya sayang ada apa?".


"Mas kok disini sendiri kenapa gak gabung yang lain?"tanya Kikan.


"Gak apa-apa aku hanya ingin disini saja"jawab Aris.


"Maaf ya aku tadi ninggalin kamu sendiri"ucap Kikan yang merasa tak enak dengan Aris.


"Gak apa sayang kan ini acara mu gimana kamu happy?"ucap Aris dengan mengusap kepala Kikan.


"Iya aku happy mas,makasih ya karena dirimu semua ini terwujud.Semoga usaha kita ini berjalan lancar!"ucap Kikan.


"Ya usaha kita lha kan yang modalin Mas Aris aku yang ngelola"jawab Kikan dengan senyum manis nya.


"Kau ini bisa saja,Dan jangan senyum seperti itu nanti semua pria yang ada disini jadi menyukaimu"ucap Aris.


"Ih apaan sih mas masak senyum aja gak boleh"heran Kikan.


"Bukannya gak boleh cuma senyum mu yang seperti itu hanya boleh ke aku aja" goda Aris.

__ADS_1


Saat kedua sejoli itu sedang saling menggoda Jihan yang telah selesai berpamitan pada semua pun menghampiri keduanya.


"Haduh please deh kalo mau mesra-mesra an jangan di sini tuh malu dilihat orang"ejek Jihan.


Aris yang mendengar ejekan Jihan pun menjawab dengan sewot " Ye..kalo iri bilang bos.Ganggu aja Uda sana pergi bikin rusak pemandangan aja".


"Ih dasar tuan Kulkas bucin"ejek Jihan kembali.


"Apa kau bilang aku apa"kesal Aris.


"Kulkas Bucin"jelas Jihan.


Kikan yang melihat kedua orang itu pun melerai agar tak ada keributan."Udah-udah kalian ini kalo ketemu selalu aja bertengkar".


"Bukan aku yank,tapi dia tuh yang selalu ngajak berantem"ucap Aris membela diri.


"Hadeh selain Bucin ternyata tukang adu ya"ejek Jihan kembali Kikan pun menepuk jidat nya karena ulah kedua orang di hadapannya.


"Sudah deh aku pulang dulu.Dada Ki awas ya ada kulkas Bucin" pamit Jihan pada Kikan yang masih sempat-sempat nya mengejek Aris.


"Ih dasar wanita jadi-jadian"kesal Aris.

__ADS_1


"Udah lha mas kok jadi kesal sih,Yuk kita kesana"ucap Kikan mengalihkan kekesalan Aris.


......******......


__ADS_2