ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Permintaan Pak Wijaya


__ADS_3

Setelah kedua gadis itu pulang Nenek Puspa memutuskan untuk kembali ke kamar dan beristirahat tapi meskipun lelah beliau begitu terlihat bahagia.Pak Wijaya yang melihat kebahagiaan di wajah sang mama di buat bertanya-tanya.


"Mama terlihat bahagia apa yang terjadi dengan dia dan siapa yang datang tadi" pikir pak Wijaya.Pak Wijaya pun masuk ke kamarnya dan memutuskan akan bertanya kepada pelayan tentang tamu yang tadi datang.Setelah mandi pak Wijaya memanggil kepala pelayan ke ruang kerjanya.


Di ruang kerja Pak Wijaya menanyakan kejadian hari itu kepada kepala pelayan.


" Bik aku mau tanya apakah tadi mama ada tamu" tanya pak Wijaya.


" benar tuan tadi ada non Kikan dan non Jihan" jawab kepala pelayan.


" Kikan dan Jihan sepertinya aku pernah dengar tapi dimana?" ucap pak Wijaya lupa.


" Maaf tuan tapi tadi kata nyonya itu non Kikan yang membantu nyonya saat pingsan di jalan" jelas sang pelayan.


Setelah mendapatkan penjelasan pelayan barulah pak Wijaya ingat akan 2 gadis itu.


" Oh ya bibi benar aku baru saja ingat" jawab pak Wijaya." apa yang mereka lakukan seharian di sini?" tanya pak Wijaya kembali.


sang pelayan pun menjelaskan kegiatan nyonya besarnya dengan 2 gadis itu saat di rumah Wijaya.Pelayan pun juga menyampaikan jika nyonya besarnya terlihat bahagia kedatangan mereka.


Saat Malam tiba dan setelah makan malam Pak Wijaya mengajak sang mama dan Aris untuk berbicara mengenai rencana pergi ke negara L.


" Ma,ada yang mau aku sampaikan"


"Ada apa Wijaya katakan" tanya nenek Puspa.


" Aku akan ke negara L untuk beberapa bulan kedepan"


" iya terus kenapa " potong nenek Puspa.


Aris yang mendengar pembicaraan antara Papa dan Nenek nya pun hanya diam saja.


" Apakah ibu mau ikut dengan ku kesana"


" Buat apa aku ikut dengan kamu lebih baik aku disini saja sendirian"


" Tapi ma,aku tidak tenang jika meninggalkan mama sendirian"


"Wijaya aku di sini atau aku ikut dirimu itu sama saja karena aku akan tetap sendirian karena kau pasti akan sibuk dengan pekerjaan mu"


" Baiklah kalau begitu kamu Aris tinggallah disini menemani nenek mu" pinta pak Wijaya pada Aris.


Aris yang saat itu merasa di jebak oleh keputusan sang papa pun nampak kesal bukan tanpa alasan dia sudah berbicara pada sang papa jika dia tidak bisa tinggal di rumah itu setiap hari.


" Tapi Pa,aku tidak bisa selalu menemani nenek di rumah"


"Tapi Ris,nenek mu sendirian di rumah" ucap pak Wijaya


Kedua lelaki beda usia itu pun berdebat masalah menemani nenek Puspa.Dan Nenek Puspa yang merasa pusing dengan perdebatan keduanya pun memutuskan pergi meninggalkan mereka masuk ke kamar.


Pak Wijaya yang melihat sang ibu pergi di buat kecewa dengan jawaban sang anak dia takut jika ibunya merasa sakit hati atas jawaban Aris.


" Kau keterlaluan Aris" ucap kesal pak Wijaya kepada anaknya.


****


Aris yang kesal pun meninggalkan rumahnya untuk menuju club' malam menemui sahabatnya dan untuk menghilangkan kekesalan nya.


"Hai Ris,disini" panggil sahabatnya.

__ADS_1


Aris pun menghampiri meja sahabat-sahabatnya itu.Malam itu Aris berpesta dengan sahabat nya hingga mabuk.


"Wow Ris,stop kau sudah terlalu banyak minum" ucap salah satu sahabat Aris yang mengingatkannya untuk berhenti.


"Ach berisik kau"Kesal Aris.


Dan benar saja setelah di ingatkan sahabatnya Aris pun langsung tidak sadar.


"Haduh menyusahkan saja kau ini RIS" Gumam kesal sahabat Aris yaitu Dion."Brian cepat kita antar ini bocah sebelum dia bikin ulah nantinya" ajak Dion pada Brian.


"Kau yang nyetir aku tidak bisa"


"Kalian sama saja sukanya menyusahkan ku"ucap kesal Dion pada sahabatnya yaitu Brian dan Aris.Mereka mengantar ke apartemen Aris dan telah sampai.


Keesokan pagi setelah terbangun dari tidur kepala Aris terasa sangat berat.


"Ach sakitnya kepalaku"gumam Aris.


Dan saat bersamaan Dion masuk ke kamar Aris mengecek apakah dia sudah bangun atau belum.


"Kau sudah bangun"tanya Dion


"hmmm" jawaban Aris


"Cepat bersihkan badan mu bibi tadi sudah buat sarapan untuk kita"


"Kenapa kau ada disini" tanya Aris pada Dion.


"Apakah kau lupa jika semalam dirimu mabuk berat"


"hmmm iya aku ingat itu"


"Iya sudah keluar sana aku mau mandi "


Dion yang di usir Aris pun keluar dari kamar Aris.


"Bilang makasih kek ini malah ngusir" gerutu Dion.


"Dion jangan omongin aku dari belakang ya "Teriak Aris.


"Wah kupingnya tajam juga " batin Dion yang mendengar teriakan Aris.


Saat mereka sarapan Dion pun menanyakan sesuatu kepada Aris.


" Om Wijaya menelpon ku semalam saat kau mabuk" ucap Dion.


" apa yang kalian bicarakan" tanya Aris


"Beliau minta agar aku bicara padamu untuk tinggal di Rumah kalian"


" Hah papa masih bersih keras meminta ku tinggal disana"


" Kenapa kau tidak tinggal di sana saja menemani nenek"


" Kau pasti tahu aku pergi dari rumah karena tidak betah disana dan kau tau alasannya"


"Lalu apa kau tidak kasihan pada nenek jika dia di rumah sendiri tanpa om Wijaya"


"Disana banyak pelayan jadi nenek tidak akan kesepian"

__ADS_1


"Tapi Ris mereka kan hanya pelayan nenek pasti butuh keluarganya" bujuk Dion.


" Kau cerewet sekali sih" kesal Aris.


"Kenapa kau tidak menyuruh gadis yang telah di tolong nenek untuk tinggal disana saja" ucap Brian yang baru keluar dari kamar.


"Maksud mu" tanya Dion yang tidak tau.


" Iya nenek katanya bantu seorang gadis dan ini dia merasa kesal takut kalau nenek dimanfaatkan" jelas Brian pada Dion.


Aris yang mendengar ide sahabatnya itu pun nampak berfikir.


"Benar juga ide mu" ucap Aris tiba-tiba."Baiklah akan aku minta dia menemani nenek saat papa keluar negri hitung-hitung bayar hutang dia"ucap Aris dengan senyum tipis.


Kedua sahabatnya pun mengangguk setuju dengan keputusan Aris.


"Aku pergi dulu ya Ada jadwal operasi siang ini"pamit Dion. yang di angguki oleh Aris dan Brian.


"Brian kau masih mau disini apa ke kantor aku mau pergi kekantor setelah ini"


"Aku akan ke kantormu saja ada yang perlu aku bicarakan dengan mu masalah kerja sama kita."


"Baiklah kalau begitu" ucap Aris.


Saat tiba di kantor Aris meminta Gery sang asisten untuk mencari dan membawa Kikan menemui dirinya,Dan setelah mendapatkan perintah Gery bergegas untuk menemui Kikan di rumahnya.


"Kenapa Bos ingin menemui gadis itu bukannya dia tidak suka dengan gadis itu" heran Gery.


Saat di loby Gery bertemu dengan Pak Wijaya.


Dia pun di panggil oleh pak Wijaya.


"Gery" Panggil pak Wijaya.


"Pagi pak," salam Gery.


"Pagi,apa Aris sudah sampai?"


" Sudah pak dan beliau ada di ruangannya"


"Baiklah,lalu kenapa kau disini jika dia di ruangannya"


Gery yang nampak bingung untuk menjawab pun membuat pak Wijaya heran.


"Apa yang kau sembunyikan Ger,Apa Aris menyuruhmu melakukan hal aneh" ucap pak Wijaya curiga.


Gery pun membulatkan matanya karena kaget dengan ucapan bos besarnya.Dia pun menjawab dengan gugup.


"Ma..maksudnya pak" ucap Gery gugup.


"Tidak apa-apa ya sudah pergilah sepertinya kau buru-buru juga" ucap pak Wijaya yang tidak ingin mencari tahu dari Gery.Dia akan menanyakan kepada anak nya kenapa Gery nampak gugup.


"Baik pak ,saya permisi"pamit Gery yang langsung pergi.


"Ada apa dengan dia kenapa sepertinya ada yang disembunyikan"Gumam pak Wijaya .


Gery yang langsung menuju mobilnya pun nampak menghembuskan nafas nya yang ngos-ngosan karena gugup .


"Haduh semua karena pak Aris aku jadi gugup,semoga saja pak Wijaya tidak curiga dan bertanya lagi" gumam Gery.

__ADS_1


Kegugupan Gery bukan tanpa alasan tapi memang dia dilarang oleh Aris memberitahu keluarganya jika meminta dia untuk membawa Kikan ke hadapan sang bos.


__ADS_2