
Kikan pun terkejut karena ucapan Aris yang ternyata benar.Kikan pun yang saat itu duduk reflek berdiri karena kaget.Tapi karena posisi berdiri yang tidak seimbang Kikan pun hampir jatuh jika tangan Aris tak menggapainya.
"Terima kasih tuan"ucap Kikan yang canggung karena posisi ketika dirinya jatuh ada pas di atas Aris.
Aris yang juga sama canggungnya pun hanya mengangguk menanggapi ucapan Kikan yang kemudian gadis itu pergi."Hampir saja"gumam Aris lirih.
Saat pagi hari masih nampak kecanggungan di antara keduanya.
"Tuan ini kopinya"ucap Kikan yang menyodorkan secangkir kopi pada Aris.
"Hmm iya"jawab Aris
Setelah sarapan Aris pun bergegas pergi bekerja dan Kikan kembali ke aktifitas nya sebelum berangkat kursus.
Hari-hari pun di lalui dengan keduanya tak saling banyak bicara karena akibat kejadian waktu itu mereka berdua masih merasa canggung.Hingga sampai Aris yang harus pergi keluar kota karena urusan pekerjaan.
"Kikan"panggil Aris.
Kikan yang saat itu sedang ada di dapur menghampiri Aris."Iya tuan,ada yang bisa saya bantu"ucap Kikan dengan menunduk.
"Duduk lah"perintah Aris.
"Tapi tuan"
"sudah duduklah" perintah Aris kembali
Kikan akhirnya duduk di samping Aris sesuai perintah sang tuan muda.
"Ini untuk mu"ucap Aris menyerahkan amplop kepada Kikan.
"Ini apa tuan"tanya Kikan yang menerima amplop pemberian Aris lali membukanya."Ini uang untuk apa tua,kan belum waktunya gajian"tanya Kikan heran karena sang tuan muda memberikan uang padanya
"Itu uang untuk pegangan dirimu karena untuk beberapa Minggu ke depan aku akan keluar kota"jelas Aris.
"Tapi ini banyak sekali tuan"ucap Kikan.
"Selama aku di luar kota kau kembali ke rumah Wijaya atau terserah kau mau libur"ucap Aris yang kemudian pergi tanpa menunggu jawaban Kikan.
__ADS_1
Kikan yang akan menjawab pun di buat diam karena kepergian Aris."Aku belum jawab kenapa main pergi aja.Jadi aku kembali ke rumah nenek Puspa apa pulang dulu ya"pikir Kikan.
Keesokan paginya setelah kepergian Aris,Kikan memutuskan kembali ke rumah nenek Puspa tapi sebelum itu dia akan membereskan apartemen Aris terlebih dahulu karena dia yakin jika akan lama Aris pergi.
Semua pekerjaan telah Kikan bereskan dia pun bergegas pergi ke rumah nenek Puspa.
Nenek Puspa yang tak tau dengan rencana kedatangan Kikan pun terkejut.
"Lho Kikan,kenapa kau ada disini?mana Aris?"tanya nenek Puspa yang melihat kedatangan Kikan tanpa Aris karena selama Kikan bekerja dengan sang cucu gadis itu tidak pernah ke rumah keluarga Wijaya jika tanpa Aris.
"Iya nek aku sendiri,tuan Aris pergi keluar kota"jawab Kikan.
"Lalu kau kenapa bawa tas begitu seperti mau pindah "tanya nenek Puspa yang heran dengan tas yang di bawa Kikan.
Kikan pun tersenyum malu karena memang benar tas yang dia bawa lumayan besar mengingat jika hampir semua pakaiannya dia bawa."iya nek aku akan di sini dulu karena tuan Aris pergi keluar kota"jawab Kikan malu.
"Oalah ya sudah tapi Aris tau kan kau kesini"tanya nenek Puspa yang takut jika Aris marah karena Kikan pergi dari apartemennya.
"Iya nek tahu ini aja perintah tuan muda"jawab Kikan
"Tumben Aris pergi tak pamit kepada ku memang ada pekerjaan apa yang mengharuskan dia pergi lama"gumam nenek Puspa yang merasa heran."Nanti saja ku tanya Wijaya"lanjut nenek Puspa.
Beberapa hari setelah Kikan kembali ke rumah Wijaya.Rumah itu pun kembali ramai karena ulah Kikan yang ramai bercengkrama dengan penghuni rumah.
Nenek Puspa merasa senang dengan kehadiran Kikan kembali kerumahnya karena dia bisa ada teman untuk bercerita dan pergi berbelanja.
"Kikan apa kau tak ingin bertemu dengan Jihan"tanya nenek Puspa saat keduanya sedang berada di taman belakang.
"Ingin sih nek tapi kan aku masih bekerja"jawab Kikan.
"Bagaimana jika kau ajak dia ketemuan,kita jalan bertiga sudah lama nenek tidak bertemu dengan gadis cerewet itu "ucap nenek Puspa.
"Apa nenek rindu dengan Jihan lalu kalau aku apa nenek tidak rindu"ucap cemburu Kikan meskipun hanya bercanda.
"Nenek rindu lah dengan mu hanya saja kita kan lama tidak pernah kumpul bertiga"ucap nenek Puspa.
"Iya nek aku bercanda kok"jawab Kikan dengan tersenyum."Aku hubungi Jihan dulu ya nek "ijin Kikan.
__ADS_1
"iya cepat telpon dia"
Mereka bertiga pun akhirnya bertemu sungguh nenek Puspa merasa senang dengan keberadaan kedua gadis yang ada di dekatnya.Saat enak berjalan-jalan Kikan mendapatkan telp dari Aris.
"Nek ada telp dari tuan Aris aku angkat dulu ya"pamit Kikan yang di angguki oleh nenek Puspa.
"Assalamualaikum tuan"ucap Kikan mengangkat telp Aris.
"Walaikumsalam,kau dimana"tanya Aris.
"saya sedang pergi dengan nenek tuan"jawab Kikan.
"Ya sudah kalau begitu"ucap Aris yang kemudian menutup telponnya.Kikan pun di buat heran dengan Aris kenapa tiba-tiba telpon tapi ternyata tidak ada apa-apa.
Nenek Puspa yang melihat Kikan nampak bingung pun bertanya."Ada apa Ki,kenapa Aris menelpon mu"tanya nenek Puspa.
"Tidak ada apa-apa nek tuan Aris hanya tanya saya dimana"jawab Kikan jujur.
"hah trus memang kenapa"tanya nenek Puspa yang ikut bingung.kikan pun hanya menggeleng karena tidak tahu.
"Haduh biasa nek,cucu nenek kepo sama kikan"ucap Jihan tiba-tiba."Siap-siap aja Ki bentar lagi jadi cucu menantu nenek kamu"celetuk Jihan menggoda Kikan.
"Hish kau ini ngomong apa gak enak tuh di dengar nenek"protes Kikan.
"Lho liat tuh nenek aja santai,iya kan nek"jawab Jihan yang kemudian bertanya pada nenek Puspa.
"Iya tidak apa-apa,kalau jadi beneran juga nenek senang"ucap nenek Puspa santai.
"Tuh dengerin"ucap Jihan kembali menggoda Kikan.
Di tempat lain Aris nampak lega karena sudah menghubungi Kikan.Dia menanyakan keberadaan gadis itu hanya untuk membuat alasan karena rindu dengan suara sang ART.
...****************...
Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉
Matur Suwun teman"
__ADS_1