
Setelah menjalani terapi sedikit banyak Aris sudah bisa menggerakkan kakinya.Dan Kikan yang melihat itupun berinisiatif untuk mengajak Aris berjalan di rumah.
"Bagaimana tuan mau mencoba berjalan di rumah"tanya Kikan.
"Tidak mau"ucap dingin Aris menolak.
"Tidak lama tuan hanya sebentar saja kok"bujuk Kikan.
"Kau tuli ya,aku bilang tidak ya tidak" ucap keras Aris.
"Baiklah tuan"ucap Kikan menyerah.
"Gadis kampung"tanya Aris
"Nama saya Kikan tuan bukan gadis kampung"protes Kikan.
"Terserah aku mau panggil kau apa"
"Lha tapi kan orang tua saya memberi nama pasti di doa in tuan masa mau di ganti"bela Kikan terhadap namanya dan mendapatkan tatapan tajam Aris."Tuan bisa tidak kalau lihat jangan begitu"pinta Kikan yang merasa takut.
"Kenapa memang"
"Mata tuan bikin merinding"ucap jujur Kikan.
"Kau pikir aku hantu"
"Mungkin"ucap lirih Kikan yang bisa di dengar oleh Aris.
"Kau selalu bikin aku kesal saja.cepat kau buatkan aku jus"
"Baik tuan,permisi" pamit Kikan menuju dapur.
Setelah jus permintaan Aris selesai Kikan pun mengantarkan ke kamar Aris.
"ini tuan jusnya"ucap Kikan menyodorkan gelas kepada Aris.
"Taruh meja"
__ADS_1
"Baik tuan" jawab Kikan.
"Hei kau jangan kemana-mana tetap disini"pinta Aris saat melihat Kikan yang akan berlalu pergi.
"Ada apa tuan"
"Temani aku disini "pinta Aris kembali.
"HAH..." ucap Kikan kaget."Tumben minta ku disini"batin Kikan.
"Duduklah disitu dan bacakan aku buku"perintah Aris
"Baca buku tuan,buku apa"
"Terserah kau"jawab Aris.
Kikan yang diminta untuk membacakan buku oleh Aris pun nampak bingung harus membaca apa.Dan saat bingung seketika dia ingat di ruang baca sang nenek ada buku tentang kehidupan dan motivasi diri.Kikan pun bergegas pergi mengambil buku itu tanpa berpamitan pada Aris.
"Hei kau mau kemana"teriak Aris yang melihat Kikan keluar.
Kikan yang mendengarpun menjawab dengan teriakan karena jarak mereka yang sudah lumayan jauh "Ambil buku tuan"ucap Kikan sambil berjalan.
Kikan yang berada di ruang baca nampak mencari buku yang di maksud dan setelah beberapa waktu akhirnya ketemu.Saat berada diluar nampak nenek Puspa yang melihat Kikan keluar dari ruang baca.
"Kenapa anak itu keluar dari sana"ucap nenek Puspa penasaran.karena penasaran pun nenek Puspa bertanya pada Kikan.
"Ki kau dari mana"tanya nenek Puspa.
"Dari ruang baca nek ambil ini"jawab Kikan sambil menunjukkan buku yang dia bawa.
"Untuk apa buku itu"
"Untuk di baca nek,karena tuan Aris minta aku membacakan sesuatu"jawab Kikan yang lalu pamit untuk kembali ke kamar Aris.
Setalah di kamar Aris pun bertanya"dari mana saja kau lama sekali".
"Dari ambil buku tuan,kenapa memangnya tuan,apa tuan rindu pada saya"goda Kikan.
__ADS_1
"Wah makin kurang ajar kau ya"ucap Aris kesal.
"Maaf tuan bercanda"jawab Kikan dengan tersenyum.
"Ya sudah cepat kau bacakan " pinta Aris untuk Kikan membacakan buku yang dia bawa.
Saat Aris mendengar Kikan membaca dia begitu tertegun dengan suara Kikan.Karena hanyut dengan suara Kikan saat membaca buku Aris tidak sadar jika Kikan telah selesai dengan bacaan nya.
"Tuan sudah selesai"ucap Kikan yang tidak di respon oleh Aris."Tuan..tuan.."panggil Kikan terhadap Aris yang masih melamun.
Aris yang sadar dari lamunannya pun kaget.
"I..iya ada apa?"tanya Aris
"Ini sudah selesai tuan"
"Ach ya pergilah"
"Ada lagi tidak tuan"
"Tidak" jawab Aris
"Tuan tau tidak isi dari buku yang saya baca tadi,Buku itu juga bisa memotivasi tuan untuk bangkit kembali dan satu lagi tuan harus ingat juga pada sang pemilik kehidupan.Jadi bagaiman kalau tuan mendekatkan diri kepada sang pencipta"ucap Kikan panjang kepada Aris.
Aris yang mendengarpun nampak kembali di buat berfikir oleh Kikan l.Karena setiap apa yang di ucapkan Kikan terkadang masuk di dalam hatinya dan ada getar di hatinya untuk melakukan apa yang di ucap oleh Kikan.
"Tuan bagaimana selain terapi di rumah saya juga akan menemani tuan untuk mendekatkan diri pada sang pencipta"usul Kikan bukan tanpa alasan dia begitu karena tau sebenarnya Aris orang yang baik tapi karena suatu hal yang tidak Kikan ketahui menjadikan Aris yang seperti jauh dari sang pencipta.
"Ajarkan aku untuk mendekat kepada tuhan"ucap Aris tiba-tiba.
Kikan yang mendengar pun nampak kaget dan langsung meng iyakan permintaan Aris.
"Baik tuan mulai besok kita terapi dan lakukan hal yang positif seperti menjalankan perintah tuhan ......"ucap Kikan penuh semangat.
...****************...
JAngan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉
__ADS_1
Matur Suwun teman"