
"Tidak,itu tidak mungkin aku gak mau seperti ini"gumam Aris yang mengetahui jika dirinya lumpuh saat ini."Nenek aku gak mau seperti ini nek aku gak mau"ucap Aris kepada sang nenek dengan menangis.
"Kau,semua ini karna mu pergi cepat pergi"teriak histeris Aris saat melihat Kikan yang berada disana.
"Aris tenang nak,tenangkan dirimu"ucap nenek Puspa menenangkan sang cucu.
"Pergi kalian pergi"teriak Aris kembali.
Kikan pun keluar dari kamar Aris karena merasa kasihan pada sang tuan muda dan dia pun berusaha menghindar agar Aris tidak histeris kembali.
Ya Aris telah tahu bahwa dirinya lumpuh saat ini.
flashback On....
"Nenek,Sherly ini kenapa kaki ku tidak bisa di gerakkan"tanya Aris.Nenek Puspa dan Sherly pun tak kuasa memberi tahu kondisi aris.mereka berdua bingung akan menjawab seperti apa.
"Kenapa kalian tidak jawab,nek kenapa dengan kaki ku"tanya Aris kembali.
"Kakak tenang dulu ya"ucap Sherly.
"Sher jawab kenapa"tanya Aris dengan suara tingginya
"Aris ka...kaki mu lumpuh nak"ucap nenek Puspa yang tak tega memberitahu keadaan sang cucu.
"Apa nek,nenek pasti berbohong... Kalian berbohong kan "teriak Aris.
"Tenang kak..."ucap Sherly menenangkan sang kakak.
"Aku gak mau seperti ini" teriak Aris tak terima dengan kondisinya.
Flashback off...
Setelah kepergian Kikan ,dokter yang di panggil oleh Gery pun datang untuk menenangkan Aris.
Setelah diberikan obat penenang nampak Aris yang jauh lebih tenang.
Setelah beberapa hari di rawat Aris pun di Bawak pulang ke rumah keluarga Wijaya.Sejak mengetahui kondisinya saat ini Aris nampak lebih dingin dan mudah marah dia juga terlihat hanya diam.
"Nak ayo kita pulang ya"ucap pak Wijaya yang tak di tanggapi oleh Aris.Setelah beberapa saat perjalanan mereka pun tiba.
Sudah beberapa hari di rumah Aris nampak selalu uring-uringan semua keluarga dan pelayan yang menemani pun nampak menyerah dengan sikap Aris.Tak ada satu pun yang benar menurut Aris di rumah itu.
Hanya satu orang yang tak pernah menampakkan diri sejak Aris pulang dari rumah sakit yaitu Kikan.Dia bukan tidak ingin menemui sang tuan muda tapi dia takut jika membuat tuan mudanya semakin marah.
Sherly yang merasakan sikap sang kakak pun di buat geleng-geleng.
"Nek,pah sudah kita lakukan semua hal untuk kak Aris tapi dia tidak pernah berubah tapi semakin menjadi"keluh Sherly.
"Sabar Sher kita harus sabar terhadap kakak mu karena hal ini pun sangat sulit bagi dia"ucap pak Wijaya.
"Tapi pah semua orang sudah tidak sanggup dengan sikap kakak yang begitu"
__ADS_1
"Benar Wijaya kita harus apa,semua yang kita lakukan slalu salah" ucap nenek puspa
"Aku akan bicara padanya mah"ucap pak Wijaya.
"Iya bicaralah padanya"
"Tunggu nek,pah bagaiman jika kita meminta bantuan kak Kikan"usul Sherly.
"Tapi Sher kau kan tau kakak mu tidak suka dengan kikan"jawab sang papa
"kita kan belum coba pah.Nek bagaimana kalau nenek yang bicara pada kak Kikan"
Nenek Puspa pun memikirkan usulan sang cucu tidak ada salahnya jika mencoba meminta bantuan Kikan siapa tau dengan begitu rencana nya berhasil untuk menjadi kan Kikan cucunya."Hmm benar juga coba nenek bicara padanya dulu" ucap nenek Puspa penuh keyakinan.
"hah baiklah aku ikut kalian saja"ucap pak Wijaya pasrah.
Saat sore hari nenek Puspa mengajak Kikan untuk berbicara.
"Kikan apakah nenek bisa meminta bantuanmu" tanya nenek Puspa.
"Bisa nek memang nenek membutuhkan apa biar aku ambilkan"ucap kikan polos.
"Bukan,aku tidak meminta sesuatu aku hanya ingin kau merawat cucu ku"
"Cucu nenek maksud nya Sherly nek dia kan sudah besar"ucap Kikan bingung.
"Haduh bukan Kikan,maksud ku merawat Aris bagaiman" ucap nenek Puspa gemas dan penasaran.
"Ta..tapi nek tuan Aris kan tidak suka pada saya" ucap Kikan ragu.
"Tapi nek aku takut" ucap Kikan jujur.
"Begini saja jika terjadi sesuatu nenek yang akan membantu mu dan tolong bantu kami nak"pinta nenek Puspa merayu Kikan.
Kikan yang melihat mata nenek Puspa yang terlihat tulus meminta bantuan pun menyetujui permintaan nenek Puspa."Baiklah nek akan aku coba"ucap Kikan
"Baiklah terima kasih ya Ki,kau memang cucu ku yang baik sekali"ucap nenek Puspa dengan tulus.
Hari ini adalah pagi dimana Kikan akan melakukan tugas barunya yaitu merawat dan membantu semua hal yang di butuhkan Aris.Semalam Kikan telah memutuskan untuk menerima permintaan nenek Puspa.
"Kikan kau pasti bisa,semangat.Tulikan telinga mu dan tutup hati mu dari perkataan tuan Aris "ucap semangat Kikan pada dirinya sendiri.
Tok...tok...tok...
Kikan pun pagi itu menghampiri kamar Aris.
"Permisi tuan" ucap Kikan saat akan masuk kamar Aris.
"Kenapa kau kemari"ucap Aris dingin.
"saya kemari untuk membantu tuan"jawab Kikan.
__ADS_1
"Keluar kau,aku gak butuh bantuan mu,pergi cepat dari kamarku"ucap Aris teriak.
"Maaf tuan tapi saya akan tetap disini untuk membantu tuan"ucap Kikan yang cuek dengan teriakkan Aris.
"Aku bilang pergi gadis kampung" teriak Aris lagi.
Semua orang yang diluar pun di buat kaget dengan teriakan Aris mereka takut jika terjadi sesuatu pada Kikan.
Tapi setelah menunggu beberapa saat ternyata Kikan tak terlihat keluar.Ya memang Kikan tidak keluar dari kamar tersebut karena dia masih bersikukuh untuk tetap membantu Aris.
"Dengar ya tuan saya di sini hanya membantu tuan,jadi saya akan tetap disini"ucap Kikan pasti
Aris yang mendengar ucapan Kikan pun semakin kesal di buatnya.Kikan masa bodoh dengan semua ketidak sukaan Aris terhadap dirinya.Mereka berdua pun hanya saling diam di kamar tersebut tanpa ada yang bicara atau apapun.yang terdengar hanya suara tv yang di lihat Aris .
"Apa tuan membutuhkan sesuatu"ucap Kikan memecahkan keheningan.Aris yang saat itu di tanyai pun tak menggubris pertanyaan Kikan.
"Baiklah jika tuan tidak butuh sesuatu"putus Kikan yang berlalu pergi meninggalkan Aris di kamar.
Sherly yang melihat Kikan keluar dari kamar sang kakak pun nampak memperhatikan Kikan dari atas sampai bawah."Kak Kikan kau tidak di apa-apakan kak Aris kan?"tanya Sherly khawatir.
"Memang kenapa dengan aku,aku baik-baik saja "ucap Kikan
"Syukurlah" ucap Sherly lega.
"Lho Kikan kamu kok disini,gimana tadi aris" tanya nenek Puspa penasaran.
"Aku keluar untuk ambil sarapan tuan Aris nek,dan dia baik-baik saja"
"lalu tadi kenapa di teriak-teriak"tanya nenek Puspa kembali.
"Oh itu aku disuruh keluar nek tapi aku kan sudah berjanji dengan nenek jadi aku akan bertahan "ucap Kikan tulus.
"Syukurlah kalau begitu.Oh ya tadi kau bilang ambil sarapan Aris"
"Iya nek"
"Ini bawalah ke sana aku sudah siapkan".
"Baik nek terima kasih" ucap Kikan.Setelah menerima sarapan Aris dia pun berlalu untuk mengantarkan sarapan Aris.
"Tuan ini sarapan anda"ucap Kikan.
"Bawa pergi aku tidak lapar" jawab Aris dingin
"Tapi tuan kan belum sarapan"
"Aku bilang bawa pergi"
"Tidak tuan ini makanan akan saya taruh sini jadi kalau tuan mau makan biar enak"
"KAU"ucap Aris dengan teriak.
__ADS_1
"Eits tunggu dulu tuan mau tuan teriak pun saya gak akan bawa keluar" ucap kikan yang tak mau kalah.Aris yang mendengarpun semakin kesal dengan Kikan..
Sudah seminggu ini Kika merawat Aris dan setiap hari selalu saja Aris di buat kesal oleh tingkah Kikan yang tak mau kalah.