
Kikan pun penasaran dengan wanita yang di maksud oleh Aris karena sejak awal dia bertemu dengan Aris,lelaki itu selalu memandang semua wanita seperti seseorang yang di maksud.Tetapi Kikan hanya diam saja tak ingin bertanya.Biarlah itu menjadi rahasia Aris kerja jika sudah waktunya pasti lelaki itu akan bercerita pada dirinya pikir Kikan.
Karena waktu yang semakin larut Kikan mengajak semua untuk pulang.
"Ayo kita pulang"ajak Kikan.
Mita yang masih belum puas pun menjadi murung karena ajakan dari sang kakak.Kikan yang mengerti pun akhirnya memberi pengertian pada sang adik."Mita kenapa,masih ingin main?"tanya Kikan lembur yang mendapat anggukan dari sang adik."Nanti kapan-kapan kita main lagi ya sekarang kita pulang,"ucap Kikan berjanji.
"Baik kak"jawab Mita patuh.
Aris yang melihat interaksi kedua adik kakak itu pun di buat bangga karena Kikan adalah sosok yang lembut dan perhatian.Disaat dia asyik memperhatikan Jihan langsung saja mengganggu."Kedip tu mata awas nanti Kelilipan batu kerikil"sindir Jihan.Aris yang mendengarpun hanya mendengus kesal karena ulah sahabat sang kekasih.
"Dasar aneh dan pengganggu"balas Aris sinis.
Kikan pun di buat geleng-geleng oleh kedua orang yang berada di hadapannya.Karena jika bertemu selalu saja ada yang di buat kesal.
"Ki,aku tidur di rumah mu ya"pinta Jihan.
"Iya,aku oke aja Uda lama juga kita gak ngobrol"jawab Kikan.
Setelah menempuh perjalanan pulang Akhirnya mereka pun sampai juga.Aris yang karena sudah larut pun langsung berpamitan pulang saat semua sudah turun.
"Ki,mas pulang dulu ya" pamit Aris pada Kikan.
"Iya mas hati-hati,kabari aku jika sudah sampai"ucap Kikan lembut.
"Iya pasti sayang,Assalamualaikum "pamit Aris
"Wassalamu'alaikum"jawab Kikan dengan tersenyum.
Karena waktu yang telah larut semua pun istirahat kecuali dia sahabat yang telah lama tak saling bertukar cerita.
"Ki kau mau tidur"tanya Jihan.
__ADS_1
"Belum Ji,memang kenapa"ucap Kikan
"Aku pengen ngobrol aja sama kaum"jelas Jihan."Oh ya Ki,kamu gimana masih bekerja di rumah nenek Puspa atau bagaimana"tanya Jihan penasaran.
"Masih Ji,tapi sejujurnya aku ingin membuka toko kue kecil-kecilan"ucap Kikan.
"Owh,Kenapa gak kau coba buat aja dan di jual di depan rumah ini sepertinya disini juga ramai kalau aku lihat"usul Jihan.
"Iya ji kau benar coba nanti aku pikirkan karena aku juga kan harus membeli semua peralatan dan bahan yang di butuhkam"ucap Kikan.
"Ehm bener juga sih ya kamu beli aja atau minta di beliin pacar kamu yang aneh itu"usul Jihan kembali
"Iya sih tapi kalau minta modal enggak lah Ji.Nanti pelan-pelan saja aku coba beli beberapa "jawab Kikan.
"Ok deh,nanti kalau toko kue mu ramai jangan lupa pekerjakan aku ya"pinta Jihan.
"Ya ampun ji,buka aja belum kau ini"heran Kikan.Jihan pun hanya tersenyum tanpa dosa.
"Ya Alhamdulillah baik sih meskipun kadang aku masih canggung"jelas Kikan.
"Aku gak nyangka kalau kau akan berkencan dengan dia.tapi gak apa sih aku senang lihatnya."ucap Jihan senang.
"Lha kamu gak nyangka gimana dengan aku"ucap Kikan apa adanya."Terus kamu sendiri gimana "tanya Kikan.
"Apa nya yang gimana "tanya Jihan tak paham.
"Ya pekerjaan atau cinta mu mungkin"tanya kikan.
"Oh ya seperti biasa tak ada yang menyenangkan kecuali saat kita bareng aja kyak tadi aku seneng banget"ucap Jihan.
Keduanya pun akhirnya larut dalam obrolan hingga malam tiba.
"Ya udah yuk kita tidur,aku besok masuk pagi"ajak Jihan.
__ADS_1
"Iya ayo"jawab Kikan mengangguk.
Tak terasa setelah beberapa saat ayah Kikan siuman akhirnya hari ini pun pak Sastro pulang.
"Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga yah"ucap Kikan.
"iya nak.Ini rumah siapa Ki"tanya pak Sastro.
"Ini kontrakan kita pak jadi sementara kita tinggal disini sampai ayah benar-benar sembuh"jelas Kikan.
Karena mendengar kepulangan ayah Kikan dari rumah sakit semua keluarga Wijaya dan juga Jihan pun turut menyambut kepulangan pak Sastro.Pak Sastro yang melihat semua berkumpul pun menangis terharu sungguh beruntungnya dia dan keluarga di kenalkan oleh orang baik seperti mereka.
Mereka semua pun terlibat obrolan dan saat semua mengobrol ibu Kikan pun menyampaikan keinginannya untuk mengadakan tasyakuran karena kesehatan sang suami.
"Ayah terserah ibu dan Kikan,Ayah setuju saja" ucap setuju ayah kikan.
"Kalau begitu nanti biar saya bantu persiapannya"ucap Nenek Puspa.
"Ya Tuhan tidak usah Bu,Biar kami saja.nyonya sudah begitu baik pada kamu jadi biar kami yang menyiapkan sendiri"tolak Bu Sukma halus.
"Iya nek biar kami persiapkan sendiri."ucap setuju Kikan pada sang ibu.
"Baiklah kalau begitu tapi jika ada yang di perlukan segera hubungi aku"jawab nenek Puspa yang di angguki oleh semuanya
"Nek gak sekalian aja ngadain lamaran buat dia sejoli ini"celetuk Jihan tiba-tiba.
"Jihan"ucap Kikan memperingatkan.
"Kalau masalah itu terserah mereka berdua aja nenek iku aja,Betul gak pak bu"jawab nenek Puspa.
...**************...
Terima kasih teman-teman untuk Like nya 💖💖.Semoga kalian suka ya dengan karya ku yang pertama ini.
__ADS_1