ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Tasyakuran


__ADS_3

Hari ini adalah hari Acara tasyakuran yang di buat oleh keluarga Kikan.Mereka begitu antusias mempersiapkan acara ini.Tak lupa Nenek Puspa dan Jihan pun ikut serta dalam mempersiapkan acara ya meskipun tak besar karena hanya mengundang para tetangga baru mereka.Semua pun nampak sibuk dengan kegiatan masing-masing Kikan dan Jihan yang menyiapkan untuk kue dan Bu sukma di bantu Marni ART nenek Puspa untuk memasak .


Setelah persiapan telah selesai waktu pun menunjukkan acara akan berlangsung.Semua tetangga tampak menghadiri acara keluarga Kikan.


"Alhamdulillah ya Bu semua yang kita undang datang"ucap syukur Kikan.


"Iya nak semua tetangga disini pun baik semua pada kita meski kita orang baru"ucap Bu Sukma.


Acara begitu khidmat dan selesai sesuai dengan apa yang di ingin oleh Kikan.Nampak juga hadir mengikuti tasyakuran tadi Aris.Pak Wijaya dan Gery asisten ARIS.setelah semua acara selesai semua keluarga Kikan dan juga Aris pun nampak bercengkrama dan saat semua saling mengobrol nenek Puspa memohon ijin untuk berbicara.


"Permisi semua"ucap nenek Puspa.Semua yang mendengar pun menoleh pada nenek Puspa."Maaf sebelumnya mungkin ini saat yang kurang tepat tapi ada yang ingin saya sampaikan"ucap nenek Puspa membuat semua heran kecuali pak Wijaya.


"Iya nyonya silahkan"ucap pak Sastro mempersilahkan.


"Begini pak Sastro dan Bu Sukma saya dan anak saya memohon ijin untuk menyampaikan juga tujuan lain kedatangan kami"ucap pak Wijaya.


"Wah Kikan jangan-jangan kau mau di lamar"Bisik Jihan pada sang sahabat.


"Sstt jangan asal aja dech dengerin dulu"ucap Kikan.Jihan pun akhirnya diam dan ikut mendengarkan.


"Begini pak Sastro Kami ingin melamar anak bapak untuk putra saya yaitu Aris.Mungkin lamaran ini sederhana hanya saja saya ingin menyampaikan secara langsung pak"ucap pak Wijaya menyampaikan.Semua nampak terkejut tak terkecuali Kikan dan Aris.


Kikan yang saat itu duduk di sebelah Aris pun menanyakan secara langsung pada lelaki itu.


"Mas kok gak bilang"tanya Kikan berbisik.

__ADS_1


"Aku gak tau sayang kalau papa dan nenek ada maksud ini"ucap Aris tak mengerti.


Ayah Kikan pun yang awalnya kaget mencoba untuk biasa saja."Terima kasih pak,Untuk masalah lamaran saya tidak bisa menjawab pak karena semua itu tergantung dari putri saya.Saya di sini ikuti kemauan putri pertama saya."jawab ayah Kikan."Nak bagaimana ,apa kau menerima pinangan dari nak Aris dan keluarga"tanya pak Sastro pada sang anak.


Kikan pun nampak bingung saat akan menjawab."A..aku..."ucap Kikan terbata.


"Jika kau belum siap tak apa Ki aku bersedia menunggu"ucap Aris yang tak ingin Kikan menjawab terburu-buru.


Kikan yang mendengar ucapan Aris yang tulus pun akhirnya menjawab.


"Bismillahirrahmanirrahim,semoga apa yang aku sampaikan ini bisa di terima dengan lapang"ucap Kikan.


Aris yang menunggu pun nampak dag Dig dug menunggu jawaban Kikan.


"Saya menerima pinangan mas Aris yah,bu"ucap Kikan mantap.


Jihan yang melihat pun menghentikan tindakan Aris."Heh stop mau apa loe.Dilarang peluk-peluk ya belum sah tahu trus tu ada anak kecil jangan menodai mata nya yang masih suci"ucap Jihan.


Aris pun nampak kesal dengan ucapan Jihan sedangkan yang lain tertawa karena tindakan Aris yang di stop oleh Jihan.


"Kau ya selalu saja cari masalah"kesal Aris


"Kalian ini selalu gak akur"ucap Kikan.


"Kalau iri bilang donk tu ada Gery sapa tau mau sama kamu"ucap Aris.

__ADS_1


"Ye sapa juga yang iri"jawab Jihan.


Sedangkan Gery yang sedari tadi diam dan tiba-tiba namanya di sebut pun menggelengkan kepala dan menepuk jidatnya.


"Heh kenapa kau geleng-geleng"protes Jihan.


"Maaf MBK "jawab sopan Gery.


"sudah-sudah kalian jangan bertengkar terus"ucap nenek Puspa menghentikan mereka yang cekcok."Kalau begitu acara pernikahan nya akan kita laksanakan sebulan lagi bagaiman"usul nenek Puspa.


"Tapi nek itu terlalu cepat"protes Aris.


"Lha kau tidak ingin cepet nikah dengan Kikan"jawab nenek Puspa.


"Ya pingin nek kalau bisa dua Minggu lagi juga gak apa selama Kikan gak keberatan"ucap Aris.


Kikan yang mendengar jawaban Aris pun mencubit lengan pria itu.


"tidak apa nyonya jika keduanya setuju kami ikut saja"ucap pak Sastro.


"Baiklah sepertinya mereka tak keberatan jadi sebulan lagi kita laksanakan pernikahan "ucap nenek Puspa memutuskan yang di angguki semua orang.


Jiwa jahil Jihan pun keluar kembali untuk menggoda kedua sejoli tersebut."Cie...cie mau kawin nih.Wah Akhirnya Kikan bisa melelehkan bongkahan Es"goda Jihan.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih teman-teman untuk Like nya 💖💖.Semoga kalian suka ya dengan karya ku yang pertama ini.


__ADS_2