ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Cemburu


__ADS_3

Aris yang menatap intens Kikan pun nampak kesal."Sialan siapa Pram itu aku harus cari tahu,apa karna dia Kikan tak menjawab pertanyaan ku"Pikir Aris.


Jihan yang melihat ekspresi cemburu di wajah Aris pun melancarkan aksinya untuk terus menggoda Kikan.


Nenek Puspa yang merasa asing dengan nama yang di sebut oleh Jihan pun bertanya.


"Siapa itu Pram Ji"tanyak nenek Puspa.


"Itu nek kakak kelas kami waktu sekolah dulu Kikan pernah suka dengan dia,betul gak ki"jelas Jihan yang kemudian bertanya pada Kikan.


Aris yang sudah mulai jengah dengan pembicaraan ketiga wanita di depannya pun pamit pergi untuk menelpon sang asisten.Kikan melihat Aris hingga lelaki itu tak terlihat lagi.


"Hais,matanya kedip dong"goda Jihan pada Kikan.


"apaan sih Ji"kilah Kikan.


Nenek Puspa yang melihat Kikan nampak tak ingin memperlihatkan kedekatannya dengan sang cucu pun mengalihkan pembicaraan.


"Ki setelah Aris mendapatkan rumah sakit untuk ayah mu lebih baik adik-adik mu kau ajak ke kota saja"usul nenek Puspa.


Kikan pun nampak memikirkan ucapan nenek Puspa."Iya nek nanti saya bicarakan dulu dengan ibu dan adik-adik"jawab Kikan.


"Oh ya Ki aku sama nenek langsung pulang ya sebentar lagi,maaf gak bisa nemenin kamu"ucap Jihan


"Iya Ji aku gak apa-apa.malah makasih ya kamu Uda repot-repot kemari"ucap Kikan tulus.


"Dimana Aris,nenek mau pamit pulang dulu"ucap nenek Puspa mencari Aris.


Sedangkan yang di cari saat ini sedang berada di taman selain untuk menelpon sang asisten tetapi juga untuk meredakan emosi nya karena cemburu."Oke tenang Aris tahan emosi mu"gumam Aris berbicara pada dirinya sendiri.Setelah merasa sedikit bisa meredakan emosinya dia pun menelpon sang asisten untuk mencarikan rumah sakit dan dokter terbaik untuk ayah Kikan.Aris yang merasa sudah terlalu lama di taman pun memutuskan kembali menemui ketiga wanita beda usia tersebut.


"Lho nek,mau kemana"tanya Aris saat melihat sang nenek akan pergi.


"Iya nenek mau pulang dulu kau disini atau pulang dengan kami"ajak nenek Puspa.


"Aku disini dulu saja nek"jawab Aris


"Baiklah nenek dan Jihan pulang dulu,ayo kita pamit kepada ibumu ki"ucap nenek Puspa.


Beberapa hari setelah Aris meminta sang asisten mencari rumah sakit dan dokter terbaik untuk ayah Kikan pun sudah mendapatkannya dan Aris pun sudah mendapat ijin dari dokter dan rumah sakit untuk memindahkan ayah Kikan.

__ADS_1


Semua keluarga Kikan pun ikut pergi ke kota untuk menemani ayah Kikan yang di rawat di kota.Adik-adik Kikan pun semua Aris pindahkan ke kota agar lebih gampang mengawasi karena jika keduanya di desa Aris takut jika ibu Sukma dan Kikan khawatir.


Setelah menempuh perjalanan dari desa M akhirnya mereka pun sampai di kota.Dan ayah Kikan pun langsung di tangani oleh pihak dokter.


"Dokter tolong lakukan yang terbaik untuk suami saya"pinta Bu Sukma pada dokter.


"Baik Bu akan kami lakukan yang terbaik untuk kesembuhan pasien.


Setelah semua administrasi dan urusan kepindahan ayah Kikan.Aris mengantarkan Kikan dan adik-adiknya menuju rumah yang sudah di kontrakan oleh Aris untuk mereka tinggali.


"Ki semua sudah beres jadi ayo kita langsung ke kontrakan saja"ajak Aris pada Kikan.


"Baik mas aku pamit ke ibu dulu dan mengajak adik-adik ku juga"jawab Kikan yang kemudian menghampiri sang ibu dan adiknya.


"Bu,kita kerumah kontrakan dulu ya,apa ibu tidak apa disini dahulu"ucap Kikan.


"Iya nak tidak apa pergilah biar adik mu Mita istirahat karena dia sudah terlihat lelah"jawab ibu Kikan yang saat itu juga melihat anaknya yang kecil telah tidur di pangku oleh sang kakak laki-lakinya.


"Iya sudah Bu kami pergi dulu jika ada sesuatu segera kabari ya bu"pamit Kikan."Jar ayok kita ke kontrakan"ajak Kikan pada sang adik.


"Iya kak,aku bangunin dulu mita"ucap Fajar yang membangunkan sang adik."Mita bangun dik"ucap fajar sambil mengelus pipi sang adik.


"Kita pulang dulu yok dek "ajak Kikan


"Iya kak"lesu Mita.


Mereka pun berpamitan kepada sang ibu.Perjalan dari rumah sakit ke kontrakan pun tidak terlalu lama karena dekat dengan rumah sakit.


"Ya kita sudah sampai,ayok turun"ucap Aris


Kikan dan Fajar sang adik pun nampak terkejut karena rumah yang di kontrakan oleh Aris lumayan besar tidak seperti yang mereka bayangkan."Lho mas ini kontrakannya"tanya Kikan.


" iya "jawab Aris mengangguk."ayo masuk"ajak Aris saat dia membuka pintu.


"Mas ini terlalu besar untuk kami"ucap Kikan yang tak enak pada Aris.


"Sudah ayok kasihan tu adikmu sudah lelah dia juga butuh istirahat"ucap Aris yang menunjuk ke arah Mita.


"Iya mas"jawab Kikan.

__ADS_1


mereka pun memasuki rumah itu dan Aris memberitahu letak semua kamar yang ingin mereka tempati.


"Kak aku di kamar belakang saja ya"pinta fajar pada Kikan dan Aris.


"Iya dek,nanti Mita tidur dengan kak Kikan ya"jawab Kikan yang kemudian mengelus kepala Mita sang adik.


Mita yang sudah lelah pun hanya mengangguk lemah."Mas aku antar Mita ke kamar dulu ya"pamit Kikan kepada Aris.


"Iya"angguk Aris.


Kikan dan Mita pun beranjak pergi ke kamar.Saat melihat sang kakak dan adik telah memasuki kamar fajar mendekat pada Aris.


"Kak,makasih ya untuk bantuan Kakak pada keluarga ku"ucap Fajar dengan menunduk.


"Iya sama-sama jar"jawab Aris."Oh ya kau sudah lulus kan,mau lanjut kuliah atau bagaiman"tanya Aris mencairkan suasana.


"Iya kak sudah,rencananya aku mau kerja kak"jawab Fajar.


"Kenapa gak kuliah saja,atau kuliah sambil kerja mungkin"tanya Aris.


"Maunya kuliah kak tapi nanti saja sekarang aku kerja saja dulu agar bisa membantu ayah dan ibu juga kak Kikan.Karena selama ini kak Kikan yang membayar hutang keluarga jadi aku ingin membantu nya kak"jelas fajar pada Aris.


"Ya kalau kau mau kerja kakak akan bantu Carikan tapi kalau bisa kau kuliah lah biar Kakak yang akan membiayai"ucap Aris tulus.


"Maaf kak tidak usah kami sudah banyak berhutang pada keluarga kakak jadi aku tak ingin menambah beban kak Kikan"ucap Fajar.


"Maksud mu berhutang pada keluarga ku"tanya Aris yang seolah tak mengerti maksud fajar.


"Iya kak,waktu itu kak Kikan bicara pada ayah dan ibu jika saat ini sedang berusaha untuk membayar hutang pada keluarga kakak.Tapi belum lunas kami malah berhutang kembali pada kakak jadi aku ingin membantu membayarnya kak"ucap fajar panjang lebar.


Deg


Aris pun nampak kaget dengan penjelasan dari fajar.Dia lupa jika di awal dirinya mempekerjakan Kikan adalah untuk melunasi hutang padanya.Aris pun juga nampak berfikir apa karena uang itu juga yang membuat Kikan belum menerima cintanya.


...***************...


Terima kasih teman-teman untuk Like nya ๐Ÿ’–๐Ÿ’–.Semoga kalian suka ya dengan karya ku yang pertama ini.


Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2