ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Bertemu 2


__ADS_3

Aris yang baru saja datang dapat melihat keberadaan sang kekasih sedang duduk tertunduk.Aris pun berjalan mendekat pada Kikan Dia begitu kaget melihat sebelah tangan sang kekasih yang sedang ditutupi perban.Aris pun mempercepat jalan nya karna khawatir.


Kikan yang saat itu melihat kedatangan Aris pun tersenyum kepada sang kekasih.


Ketika sudah dekat Aris menanyakan kenapa dengan tangan Kikan.Tapi sang kekasih tak menjawab dengan jujur.


"Kenapa dengan tangan mu Ki"tanya Aris kembali.


"Aku...aku..tadi.."jawab Kikan terbata-bata.


"Kenapa tadi?"tanya Aris penuh penekanan.


"Tadi aku terkena saat aku mengeluarkan kue dari Oven"jawab Kikan dengan tertunduk.


Aris yang mendengar pun nampak kaget "Apa kau kenapa ceroboh sekali sih"kesal Aris."Bisa gak sih kau ini kalau kerja yang bener jangan ceroboh seperti ini,Kalau begini siapa yang rugi"ucap Aris.


Kikan yang mendengar ucapan Aris pun semakin tertunduk dan terdengar isakan tangis nya.


"Kenapa kau malah nangis sih"tanya Aris.


"Aku...aku.."jawab Kikan yang masih terbata.


Aris sesaat sadar jika dia membuat sang kekasih takut dan menangis.Dia pun mencoba meredakan kekesalannya karna dia sadar Kikan seperti ini pun pasti adalah penyebabnya diri dia.


"Hah.. Maaf aku gak bermaksud untuk marah padamu aku hanya khawatir"ucap Aris.


Kikan yang mendengar pun mengangguk.


"Lalu sekarang bagaiman hmmm.Sudah ke dokter kan apa kata dokter"tanya Aris sambil memegang tangan Kikan.


Kikan yang mendapat sentuhan dari Aris pun kaget karna dia berfikir jika Aris akan marah.


"Su..sudah mas tadi dengan Jihan"Jawab Kikan lirih.

__ADS_1


"Lalu"tanya Aris penasaran.


"Untuk sementara aku diminta untuk istirahat"jawab Kikan.


"Baiklah,Lalu kenapa kau tadi tidak bilang pada ku jika tangan mu terluka?"tanya Aris.


"Tidak apa aku hanya takut mas sibuk jadi tidak memberitahumu mas"jawab Kikan.


"Hmm baiklah,Kau sudah makan"tanya Aris.


"belum"jawab Kikan dengan menggeleng kan kepalanya.


"Ayo kita cari makan kau pasti lapar kan"ajak Aris.


"Aku belum lapar mas"jawab Kikan.


"Meskipun belum lapar ayo"ajak Aris.


"Tapi mas"tolak Kikan.


"Baiklah"jawab Kikan.Kemudian keduanya pun beranjak dari duduk nya menuju mobil Aris.Saat berjalan Aris yang masih khawatir pun masih menanyakan tangan Kikan apakah sakit.Kikan yang mendapat perhatian dari sang kekasih pun begitu senang karena telah cukup lama dia tidak merasakan perhatian dari Aris.Kikan pun tersenyum bahagia saat Aris menggandengnya.


Aris yang mendapati kondisi Kikan seperti saat ini pun mengurungkan niatnya.


Dan saat mereka berdua sedang menikmati makan Kikan memberanikan diri bertanya pada Aris.


"Mas bilang mau ada yang di bicarakan,memang ada apa mas?"tanya Kikan.


"Hmm apa"ucap Aris.


"Mas mau ngomong apa"tanya Kikan lembut.


"Ehm..gak jadi"jawab Aris.

__ADS_1


"Kok gak jadi"heran Kikan.


"Sudah habiskan makan mu"ucap Aris.


"Baiklah"ucap Kikan dengan cemberut.


Aris yang melihat sikap Kikan pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Bagaiman kondisi Toko roti mu?"tanya Aris.


"Ehm baik cukup baik malah semakin ramai"jawab Kikan dengan senyum semangat.


"Bagus kalau begitu jadi kau harus semangat dalam bekerja dan ingat jangan ceroboh seperti itu lagi"ucap Aris.


"Siap bos"jawab Kikan.


"Kau ini aku serius Ki"ucap Aris.


"Iya mas aku mengerti.Lalu gimana dengan pekerjaan mas sendiri?"tanya Kikan.


"Biasa aja gak ada yang spesial"jawab Aris.


Pertemuan keduanya hari itupun membahas tentang keseharian keduanya saat tak bertemu.Hingaa malam tiba Aris pun mengantar sang kekasih pulang.


"Okey sudah sampai"ucap Aris.


"Hmm iya"jawab Kikan tak semangat.


"kok lemes gitu"tanya Aris.


"Gak apa-apa"jawab Kikan bohong."Baiklah aku turun mas hati-hati di jalan"ucap Kikan.


"Hmm iya"jawab Aris.Setelah melihat sang kekasih masuk rumah Aris pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Kikan.

__ADS_1


"Akhirnya aku tak bisa juga menyampaikan apa yang ingin aku bicarakan dengannya"ucap lirih Aris.


...****************...


__ADS_2