
Setelah mengantar Kikan pulang Aris pun melanjutkan menemui seseorang yang beberapa Minggu ini di temuinya.
Tak ada sedikitpun penyesalan di diri Aris setelah pertengkaran dirinya dan Kikan.Karena Aris menganggap apa yang di permasalahkan oleh Kikan itu hanya masalah kecil.
"Hah hal kecil saja di buat rame"gerutu Aris.
Di lain tempat Kikan nampak murung memikirkan hubungan mereka.Kenapa di saat pernikahan yang mereka rencanakan beberapa bulan ke depan malah hubungan keduanya seperti ada jarak."Apa yang salah dengan ku,apa aku terlalu sibuk dengan toko ku,Atau apa benar yang di katakan orang-orang saat mendekati pernikahan akan selalu saja masalah"pikir Kikan bertanya dengan dirinya sendiri.
Hari berganti hari Aris masih belum bisa di hubungi oleh Kikan dan keduanya pun tak saling bertemu.Kikan pun menunjukkan perubahan dengan seringnya melamun di tokonya dan Jihan pun menyadari akan perubahan sang sahabat.
Dikala toko telah tutup Jihan pun mengajak Kikan untuk berbicara.
"Ki bisa kita bicara sebentar?"tanya Jihan yang tak mendapatkan sahutan dari Kikan karena sang sahabat kembali melamun.Karena tak mendapatkan jawaban Jihan pun memegang pundak Kikan sehingga sang sahabat pun Kaget.
"Ach ya kenapa Ji?"tanya Kikan kaget."Kau tadi bilang apa maaf aku tadi sedikit gak konsen!"ucap Kikan dengan nyengir.
"Aku tanya boleh gak kita bicara sebentar?"tanya Jihan kembali.
"Ehm iya bisa sebentar kita ngobrol di resto dekat sini aja ya sambil jalan pulang"ucap setuju Kikan.
"Iya"jawab Jihan.
Mereka pun mengunjungi salah satu rumah makan yang sejalan dengan arah pulang keduanya.
__ADS_1
"Kita duduk situ aja"ajak Jihan pada Kikan.
Kikan pun mengangguk setuju dan mengikuti sang sahabat.
Mereka pun akhirnya memesan makanan untuk menemani ngobrol keduanya.
Jihan sedikit ragu ketika akan memulai bertanya pada Kikan.
Kikan yang menunggu sang sahabat berbicara pun akhirnya bertanya"Ji kau mau bicara apa dengan ku?".
"Ehm maaf nih Ki aku ingin tanya ada apa dengan dirimu karena akhir-akhir ini aku lihat kau sering melamun ada masalah apa Ki?"tanya Jihan.
Kikan yang mendapatkan pertanyaan dari sang sahabat pun kaget tapi dia berusaha untuk terlihat tidak ada apa-apa.
"Kau ini orang bertanya kok malah ngelempar balik pertanyaan ke aku sih"kesal Jihan.
"Hahahaha....Iya iya gitu aja marah"goda Kikan.
"Udah cepet jawab jangan ganti topik"ucap Jihan.
"Oke aku jawab,aku gak kenapa-kenapa kok dan gak ada masalah juga"kilah Kikan.
"Kau jangan bohong ya,aku ngenal kamu itu Uda lama loh"tak percaya Jihan.
__ADS_1
"Iya beneran gak ada masalah paling aku lagi mikir mau bikin kue apa lagi ya buat tambah stok di toko kita itu aja sih"jawab Kikan.
"Beneran cuma itu" ucap Jihan yang masih tak percaya.
"iya cuma itu aja emang ada apa semua baik-baik aja kok yang gak baik tu kamu"ucap Kikan menggoda sang sahabat.
"Lha kok di aku"ucap Jihan heran.
"Iya kamu soalnya gimana yach bilangnya..."ucap Kikan membuat penasaran sang sahabat.
"kenapa aku"penasaran Jihan.
"Kenapa kamu Sampek sekarang kok belum ada pacar aja hahahaha" goda Kikan.
Jihan yang mendapat kan jawaban dari sang sahabat pun mengomel tanpa henti tak terima dengan ejekan Kikan sang sahabat.
Kikan yang melihat tingkah Jihan pun merasa lega dengan begitu sang sahabat tidak akan bertanya kembali tentang dirinya.
Saat mengobrol dengan Jihan terdengar bunyi pesan dari HP Kikan.
"Besok temui aku di taman dekat Toko mu"
tulisan pesan yang di terima oleh Kikan.
__ADS_1
...****************...