ART Penakluk CEO Dingin

ART Penakluk CEO Dingin
Pindah


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan kamar dan semua ruangan Kikan di ajak oleh Aris ke supermarket untuk berbelanja bahan makanan.


"Kikan apa kau sudah selesai"tanya Aris saat melihat Kikan yang berada di dapur


"Sudah tuan"jawab Kikan mengangguk.


"Baiklah,ayo kita pergi belanja"ajak Aris pada Kikan.


"Tapi tuan apa harus belanja sekarang,bagaimana kalau kita pulang saja"ucap Kikan yang masih ragu untuk dia bekerja di apartemen Aris.


"Ya kita memang akan pulang nanti tapi setelah belanja lalu kau harus packing pakaian mu untuk tinggal disini"ucap Aris.


Kikan yang mendengar keputusan Aris yang tidak bisa lagi di ganggu gugat pun terpaksa mengikutinya daripada dia harus melunasi hutangnya pada Aris pikir Kikan.


Saat belanja nampak Kikan yang memilih semua keperluan di apartemen karena Aris tidak mungkin bisa mengikuti kemana perginya Kikan.Aris hanya bertugas membayar semua yang di beli Kikan.Kikan yang melihat troli belanjaannya pun merasa cukup dan segera menghampiri Aris untuk membayar semuanya,Setelah selesai mereka pun kembali ke apartemen untuk memasukkan semua belanjaan dan setelah selesai Aris kembali mengajak Kikan untuk pulang.


"Ayo Ki kita pulang"ajak Aris.


"Baik tuan"jawab Kikan mengikuti Aris.


Setelah sampai di rumah keluarga Wijaya,Aris menemui papa dan neneknya yang saat itu sedang berada di ruang tv.

__ADS_1


"Lho RIS kau baru pulang dimana Kikan."tanya nenek Puspa saat melihat kedatangan sang cucu.


"Iya nek,Kikan sedang ku suruh packing pakaiannya"jawab Aris santai.


"Apa packing pakaian memang mau kemana"tanya nenek Puspa kaget


"Aku mengajaknya untuk ke apartemen ku nek karena dia akan bekerja di sana"ucap Aris.


"Kau mau pindah"tanya pak Wijaya papa Aris.


"Iya pa"


"tapi kenapa bukannya lebih baik disini saja kondisi mu juga masih belum sehat betul"tanya papa Aris.


Nenek Puspa yang mendengar jika Aris akan membawa Kikan esok hari pun bertambah kaget karena sebelumnya Aris tak pernah sekalipun membicarakan rencana nya ini.


"Kau kenapa mendadak sekali dan kenapa harus Kikan"tanya nenek Puspa


"Tidak mendadak ini sudah aku rencana kan dari Minggu lalu."jawab Aris acuh.


"Tapi kenapa Kikan bagaiman kalau Marni saja ya yang bekerja disana"cegah nenek Puspa menghalangi rencana Aris.

__ADS_1


Aris yang sudah membulatkan keputusannya pun membuat sang nenek menyerah karena semua alasan yang di buat sang nenek tak ada yang bisa menggoyahkan rencananya untuk membawa Kikan bekerja di apartemennya.


setelah beberapa Minggu kepindahan keduanya ke apartemen Aris saat ini sudah melakukan kegiatan nya seperti semula karena dia sudah sembuh dari kelumpuhannya.Dan semua itu juga tak lepas dari bantuan Kikan yang selama ini membantu dirinya.Aris selalu sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Kikan yang selalu berada di apartemen merasa kesepian karena setiap Aris bekerja dia akan sendiri di sana meskipun terkadang sang nenek menghampirinya.


Saat merasa sudah bosan Kikan pun pagi itu sebelum Aris pergi ke kantor memberanikan diri meminta ijin pada Aris untuk libur saat weekend.


"Tuan permisi"ucap Kikan pada Aris.hanya deheman yang keluar dari mulut Aris saat menanggapi ucapan Kikan.


"Begini tuan saya mau ijin besok mau ke rumah teman saya apa boleh"pamit Kikan yang merasa takut.


"Tidak kau di sini saja kalau Meu ketemu cukup teman mu kemari"tolak Aris.


"Tapi tuan sekali ini saja"mohon Kikan pada Aris dengan suara yang sudah sedih.


"Aku bilang tidak ya tidak"ucap Aris kesal dan pergi begitu saja meninggalkan Kikan seorang diri.


Kikan yang mendapat bentakan dan penolakan dari Aris pun menangis karena dia merasa sudah sangat tidak betah setiap harinya hanya ada di apartemen saja.


***


Jangan lupa like,komen dan Rate bintangnya supaya aku semangat nulisnya.Dukungan teman-teman sangat berarti untuk support aku menulis😉

__ADS_1


Matur Suwun teman"


__ADS_2