
Maaf aku telah membuatmu lelah.. Mungkin aku egois.. betapa senangnya diriku hanya melihatmu tertidur dan aku berada di sampingmu.
-Gilang-
🌿🌿🌿
Entahlah, rasanya gilang tak rela membangunkan Maura. Malampun sudah semakin larut. Maura tetap saja tertidur dengan lelap.
Setelah membersihkan diri, Gilangpun tak ada niat sedikitpun untuk membangunkannya. Yang ada Gilang menggendong tubuh Maura dan seperti sedang memeluk Maura malam itu.
Tubuh Maura sudah berada di kedua tangannya. Gilang membawanya menuju kamarnya. Gilang menjadi sangat berhati-hati sekali, khawatir Maura akan terbangun malam itu.
Sesekali ia menatap wajah Maura dalam langkahnya. Wanita yang selalu mengajaknya berdebat ini telah tertidur dengan manis.
Sesampainya di kamar, Gilang perlahan meletakan Maura di kasur miliknya. Merapikan posisi tidur Maura dan menyelimuti tubuh Maura dengan selimut miliknya.
Rasanya Gilang ingin berlama-lama di samping Maura. Malam itu, tanpa disadari, Gilang melupakan Laras dalam seketika. Laras yang selalu menggangu hari-harinya bahkan mimpinya. Gilangpun menatap Maura kembali.
"Wanita ini mudah sekali tertidur, dan sulit terbangun." Bisik Gilang dalam hati.
Gilang menatap kembali wajah Maura, merapikan beberapa helai rambut yang tak sengaja terjatuh di wajahnya.
Wajah Maura sudah terlihat jelas sekarang. Cantik.. Batin Gilang bersuara. Jari-Jarinya kembali menyentuh wajah Maura. Gilang mengusapnya, dan tanpa di sadari Gilang mendaratkan ciuman tepat di kening Maura.
"Hemm.." Maura sedikit bersuara namun tak membuatnya terbangun.
"Aku tak akan mengganggu tidurmu." Ucap Gilang dan segera bangkit dari duduknya.
Gilang melangkah menuju pintu luar kamarnya. Meninggalkan Maura tertidur sendiri di sana. Mematikan lampu dan menutup pintu kamar perlahan.
Berbaring di sofa miliknya sekarang, menatap langit-langit kamar apartemennya.
"Maura.." Ucap Gilang sendiri.
Dalam kesunyian malam, Gilang mulai melamun. Apa yang membuat dirinya bisa tersentuh dengan sikap Maura.
"Kenapa aku mencium keningnya tadi." Fikir Gilang kembali dan menghela nafas kemudian.
Gilang tersenyum, dan berucap lagi "Dia suka merah marun."
Hemm.. Perlahan Gilang memejamkan matanya, berusaha tertidur dengan senyum yang masih membekas di wajahnya.
🌿🌿🌿
__ADS_1
Pagi telah tiba.. Maura masih belum terbangun saat itu. Mungkin rasa lelah sangat dirasakannya.
Gilang sudah bangun terlebih dahulu, menuju kamarnya dan menatap terkejut keadaan Maura saat itu. Selimut sudah tidak lagi menutupi tubuhnya. Pakaiannya sedikit terangkat menunjukkan sedikit perut putih milik Maura. Sebuah Guling sudah terjatuh di lantai. Rambutnya terlihat sedikit berantakan. Tapi Maura tetap terlihat manis saat tertidur.
"Maura.. Ra.. bangun." Pinta Gilang sambil menggerak-gerakan tubuh Maura dan merapikan pakaian Maura saat itu.
"Hemm.."
"Maura, ini sudah pagi. Cepat bangun.." Ucap Gilang lagi dan sedikit lebih keras.
Mendengar kata pagi, membuat tubuh Maura langsung bergerak dan terkejut, posisinya sudah duduk sekarang. Matanya terbuka lebar.. ia terkejut kembali saat mendapati Gilang ada di hadapannya sekarang.
"Kamu ngapain di sini?" Tanya Maura dan Gilang nampak bingung mendengarnya.
Pandangan Maura beralih ke sekelilingnya sekarang. Dia menatap satu persatu setiap sudut ruang ini. Lalu dia terdiam dan berbisik akhirnya. " Inikan kamar Gilang."
"Sudah ingat sekarang?"
Maura hanya bisa menghela nafasnya saat itu. Mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi semalam.
"Cepat bangun, kamu masih harus membuatkan nasi goreng untukku." Ucap Gilang dan berlalu pergi meninggalkan Maura.
Uh.. Maura.. kenapa kamu harus tertidur semalam. Sepertinya tidak terjadi apa-apa. Gilang bukan orang seperti itu.. ya bukan seperti itu. Ah.. aku tak pulang ke kostanku. Apa kata ibu kost.. Batinnya berbicara terus tiada henti. Bertanya dan memikirkan banyak hal.
"Ingat nasi goreng, aku harus buat nasi goreng hari ini." Bisik Maura kembali.
"Kakiku dipijat olehnya, lalu.. setelah itu.. aku tak ingat. Ah.. aku tertidur pasti saat itu. Duhh.. bodohnya." Tuduh Maura pada dirinya sendiri.
Setelah merasa sadar sepenuhnya. Maura melangkah keluar menemui Gilang. Gilang sudah berada di dapur lengkap dengan peralatan masaknya.
"Kamu lama sekali." Ucap Gilang saat melihat Maura mulai melangkah menuju dirinya.
"Tidak terjadi apa-apakan semalam?" Tanya Maura tiba-tiba dan mengagetkan Gilang saat itu.
"Memang apa yang terjadi?" Jawab Gilang pura-pura tak peduli dengan pertanyaan Maura pada dirinya.
"Kamu nggak ambil kesempatan dalam kesempitankan?"
Deg.. Jantung Gilang berdetak dengan cepat. Sejujurnya dia takut ketahuan, kalau dirinya telah berani mencium kening Maura malam itu.
"Kita nggak mela.." Ucap Maura kembali namun tertahan, rasanya tak pantas jika ia harus berkata seperti itu. Lalu bagaimana cara menanyakannya pada Gilang. Kenapa Gilang jadi sepolos ini.
"Oke.. kalau aku tidur di kasurmu, lalu semalam kamu tidur di mana?"
__ADS_1
"Di sofa." Jawabnya singkat namun menjawab apa yang dikhawatirkan Maura saat itu.
"Kenapa aku nggak dibangunin sih?"
"Kamu nggak mau bangun." Jawabnya santai sambil mengeluarkan bahan-bahan masakan yang kemarin sudah dibeli mereka.
"Harusnya kamu lebih usaha lagi bangunin aku." Protes Maura lagi.
"Sudahlah sampai kapan bahas ini terus. Tidak terjadi apapun, dan kamu tidak mau bangun malam itu dan aku lapar sekarang" Ucap Gilang berbohong dan membuat Maura cemberut.
"Iya.. iya.. Nasi gorengkan."
"Yup.. Nasinya sudah ada, aku sudah memasaknya tadi. Sekarang giliran kamu yang mengolahnya"
"Kamu yang masak sendiri?" Tanya Maura dengan tatapan tak percaya.
"Hei.. jangan melihat aku seperti itu. Kamu seakan meremehkanku."
Maura awalnya memang tak percaya. Namun melihat Gilang saat ini. Diapun akhirnya mempercayai ucapan Gilang.
"Iya.. iya.. aku percaya." Ucap Maura sambil memulai menyiapkan bumbu yang diperlukan.
.
.
.
.
Semoga nasi goreng bisa menginspirasi makan pagi, siang atau malam malam kalian ya. Selamat makan😂
Tinggalkan jejaknya dan likenya ya kak.
Di jadikan Favorite trus kasih Rate yang banyak. Supaya tambah semangat up nya.
💪😊
Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.
Mau likenya ya kak 😊
Mau ratenya juga ya kak😇
__ADS_1
di Vote Alhamdulilah😁
Mampir juga yuk ke novelku yang lain, judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana😉