Asisten Dadakan

Asisten Dadakan
Bertengkar Lagi


__ADS_3

Sekali lagi aku menyakitimu. Sekali lagi aku membuatmu menangis.


Aku sungguh menyesal..


-Gilang-


🌿🌿🌿


Gilang menahan Maura pergi. Meraih pergelangan tangan Maura dengan cepat.


"Jangan pergi." Ucap Gilang dan terdengar memohon akhirnya.


Maura tetap melangkah, berusaha melepaskan tangan Gilang saat itu. Namun Gilang lebih kuat menahannya, bahkan sekarang memeluknya. Memeluk tubuh Maura dari belakang. Tangannya kembali melingkar di pinggang Maura.


"Jangan pergi." Ucap Gilang dan kali ini berbisik di telinga Maura.


Jantung Maura berdetak kencang, rasanya sulit diutarakan. Apalagi saat Gilang berbisik di telinganya tadi.


"Lepaskan." Pinta Maura.


"Enggak.. sebelum kamu memaafkanku." Ucap Gilang lagi. Kali ini Gilang lebih erat memeluk Maura.


"Aku enggak mau maafin kamu." Ucap Maura lagi karena masih merasa kesal karena tuduhan Gilang tadi.


"Maaf cemburuku berlebihan." Gilangpun merubah posisi Maura saat itu. Berhadapan satu sama lain sekarang.


Gilang menatap Maura, dia menyadari bahwa dirinya telah membuat Maura kesal. Gilang punya alasan, mengapa dia bersikap seperti ini pada Maura. Gilang sadar bahwa temannya Rian telah menyukai Maura. Maura masih tak menyadari itu. Ditambah dengan masa lalu, seorang teman yang sudah merebut pacar temannya.


"Iya berlebihan, kekanak-kanakan, ngeselin." Ucap Maura kesal dan Gilang tiba-tiba tersenyum mendengar ucapan Maura saat itu.


"Kok senyum, aku lagi marah sama kamu." Protes Maura.


"Kamu kalau marah lucu."


"Yaudah aku marah terus." Ucap Maura dan memandang ke arah yang berbeda.


"Jangan seperti itu." Bujuk Gilang.


"Kamu bilang, aku kalau marah lucu."


"Lebih lucu lagi, kalau kamu mau memaafkanku."


"Enggak mau."


"Ra.. aku melakukan itu karena aku takut kehilanganmu." Ucap Gilang lagi dan tampak kecewa karena Maura masih tampak kesal pada dirinya.


"Iya.. tapi berlebihan, nyebelin, ngeselin."


Maura kembali menatap Gilang, senyum Gilang tiba-tiba lenyap saat Maura masih mengucapkan kekesalannya pada Gilang.


"Hah.. untung sayang." Lanjut Maura lagi dan kali ini ia mengalihkan pandangannya ke arah yang berbeda.


Maura menahan senyumnya, rasanya tak berani menatap Gilang yang ada di hadapannya setelah mengatakan sayang pada Gilang barusan.

__ADS_1


"Duh.. keceplosan." Ucap Maura dalam hati.


"Katakan lagi."


"Enggak ada siaran ulang."


Maura masih menunduk malu saat itu. Masih tak berani melihat Gilang yang mungkin saat ini dirinya sedang tersenyum melihat kegugupan Maura.


"Aku sayang kamu juga Ra." Ucap Gilang dan mengangkat wajah Maura akhirnya.


Tatapan mereka akhirnya bertemu. Jantung mereka sama-sama berdetak kencang. Suasana sepi dan hanya terdengar hembusan nafas keduanya.


"Aku sayang kamu." Ucap Gilang lagi dan kali ini mengecup kening Maura.


"Aku minta maaf." Ucap Gilang lagi dan kecupannya pindah ke arah mata Maura saat itu, membuat Maura memejamkan mata akhirnya.


"Aku cinta kamu." Ucap Gilang kembali dan mendaratkan bibirnya tepat di bibir Maura.


Tanpa di sadari Maura memeluk tubuh Gilang dengan begitu erat. Gilangpun demikian, menekan perlahan tengkuk leher Maura. Makin memperdalam ciumannya.


.


.


.


.


Drtttttt..


Handphone itu bukan punyanya, melainkan punya Gilang. Gilang meninggalkanya tanpa disengaja.


Handphone itu terus bersuara, membuat Maura melangkah dan menggenggamnya. Ditatap layar handphone saat itu. Dalam sekejap Maura terdiam. Menatap nama yang tertera dalam layar handphone yang tengah di genggamnya.


LARAS, kenapa harus nama itu? Kenapa dia masih menghubungi Gilang. Mungkin karena rasa penasaran yang memuncak, membuat Maura akhirnya mengangkat panggilan itu.


Laras mulai berbicara, Maura diam hanya menunggu apa yang akan dikatakan Laras untuk Gilang.


"Kamu di mana Lang, aku sudah tunggu lama di sini?" Ucap Laras.


Deg.. apa maksud dari ucapan Laras barusan. Maura berkesimpulan bahwa mereka sedang janjian untuk bertemu.


"Kamu tidak lupa dengan janji kitakan." Ucap Laras lagi bersamaan dengan terbukanya pintu apartemen saat itu.


Maura melihat Gilang datang lagi, awalnya tersenyum, namun tiba-tiba lenyap saat Maura menatapnya dengan air mata yang menetes begitu saja di pipinya saat itu.


Gilang melangkah lebih cepat. Seakan ia berlari menuju Maura. Sesuatu terjadi dengan Maura tanpa Gilang sadari.


Awalnya Gilang kembali karena ingin mengambil handphone miliknya yang tertinggal. Namun apa yang tengah dilihatnya sekarang, membuat dirinya begitu khawatir. Handphone miliknya ada di tangan Maura saat itu. Seseorang tengah berbicara dengannya.


Mereka sudah berhadapan sekarang. Air mata kembali menetes di pipi Maura. Perlahan Maura menyerahkan handphone Gilang.


"Laras menunggumu." Ucap Maura akhirnya.

__ADS_1


Gilang terdiam, ia melupakan itu. Sekali lagi ia membuat Maura sedih.


Maura mencoba melangkah, rasanya sulit sekali. Gilangpun kembali menghentikan langkah Maura. Meraih pergelangan tangan Maura begitu kencang.


"Ras, maaf. Aku sudah jatuh cinta dengan orang lain. Aku tidak ingin menyakitinya. Aku mau kita menjaga jarak mulai sekarang." Ucap Gilang.


Tut..tut..tut..


Gilang memutuskan panggilan itu. Menarik Maura lagi dalam pelukannya. Maura menangis akhirnya dalam pelukan Gilang. Gilang menyesal.. sangat menyesal.


.


.


.


.


Laras terkejut mendengar pengakuan Gilang barusan. Masih sangat tak percaya dengan ini semua.


Laras kesal, rasanya ia tak rela jika Gilang akhirnya mencintai orang lain. Wanita mana yang bisa merubah perasaan Gilang. Laras terlalu tinggi hati, saat Gilang tetap mengejar dirinya padahal Laras telah memutuskan hubungan antara keduanya.


Dengan rasa kesal yang begitu dalam. Laras kemudian meneguk minuman yang sudah ia pesan dan kemudian beranjak pergi meninggalkan cafe itu segera.


.


.


.


.


yang marah, yang sedih, yang kesal..😡😭😤


Jangan lupa minum seperti Laras😅


Lanjuttt .. semangat author💪


Di jadikan Favorite trus kasih Rate yang banyak. Votenya juga ya, Supaya tambah semangat up lagi.


💪😊


Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.


Jangan lupa likenya ya kak 😊


ratenya juga ya kak😇


dikasih hadiah juga boleh😊


di Vote Alhamdulilah😁


Mampir juga yuk ke novelku yang lain, Judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana😉

__ADS_1


Terima kasih yang sudah Vote😘, yang sudah memberi hadiah (poin dan koinnya), yang sudah membaca, yang sudah hadir, yang sudah like, yang sudah komen. Terima kasih ya semoga betah di sini😊.


__ADS_2