
Dia terlalu tinggi...
Aku takut untuk meraihnya..
Aku takut tak dapat menggapainya..
Akupun takut untuk terjatuh..
-Maura-
🌿🌿🌿
Dalam sekejap, sosok Gilang telah maracuni fikiran Maura. Pandangnya tak lepas menatapnya, kadang Maura tersenyum sendiri. Mengingat kebersamaan dirinya dengan Gilang belakangan ini.
Maura terdiam kembali. Kali ini fikirannya teringat akan ucapan Vaya padanya. Janjinya untuk membuat Gilang jatuh cinta pada dirinya.
Mustahil, kata itu yang terlintas difikiran Maura begitu saja. Entahlah.. mungkin Maura merasa menyesal telah berjanji seperti itu.
Menghela nafas kemudian dan kembali lagi menatap Gilang. Namun kali ini Maura merasa Gilang menunjukkan ekspresi yang berbeda. Ia terlihat terkejut sekarang. Pandangannya lurus ke arah pintu masuk cafe ini.
Seorang wanita tengah berdiri di sana. Seakan ikut bernyanyi bersama Gilang. Dia tersenyum menatap Gilang. Terlihat cantik dan begitu tenang.
Sedangkan Gilang tetap terus bernyanyi. Menatap wanita itu penuh dengan kerinduan. Gilangpun ikut tersenyum menatap kehadirannya.
Maura terdiam.. Wanita itu mengingatkan dirinya pada seseorang. Wajahnya sama persis dengan foto dalam bingkai di kamar Gilang.
"Itu pasti Laras." Bisik Maura.
Maura bangkit dari duduknya. Rasanya ia tak mau berlama-lama menatap ini semua. Hatinya terasa perih.. melihat kenyataan.
Maura tahu dengan jelas, Laras masih membekas di hati Gilang. Sesaat ia sempat merasa bahagia, sekarang ia merasa terpuruk.
"Seharusnya aku tak terlibat lebih jauh." Bisik Maura kembali.
Tak berapa lama kemudian, Gilang menyelesaikan lagunya. Maurapun telah pergi dari posisi duduknya saat itu. Ia pergi ke luar dari cafe ini, dan melintasi wanita itu.
.
.
.
.
.
Gilang seakan berlari, meninggalkan panggung. Menghampiri dengan segera wanita yang dirindukannya. Ia masih tak percaya menatapnya. langkahnyapun makin cepat, sampai akhirnya ia berdiri tepat di hadapan Laras.
"Kau datang." Ucap Gilang dengan tatapan yang masih sangat mencintai Laras.
"Ya.. aku datang." Ucapnya.
"Kita duduk di sana?" Pinta Gilang.
__ADS_1
Mereka melangkah bersama sekarang. Gilang masih saja tak berhenti menatap Laras. Kerinduannya sudah sangat memuncak.
"Hai.. Ras, sendiri? Bian tak ikut?" Tanya Hans pada Laras.
"Nanti dia datang menyusul." Jawab Laras dengan tenang dan tersenyum.
Gilang tampak kesal mendengar kata Bian. Wanita yang dicintainya memilih bersama Bian dibandingkan dirinya. Gilang sudah sangat berusaha mempertahankan hubungan mereka dulu. Memaafkan kesalahan Laras yang sudah menduakannya. Memilih untuk tetap mencintai Laras itu pilihan Gilang saat itu, Namun Laraspun memilih untuk mencintai Bian.
Gilang dan Laras sudah cukup lama kenal. Mereka besar bersama. Menghabiskan waktu bersama. Wajar jika akhirnya saling mencintai satu sama lain.
Mereka mulai berpacaran, mengukir kenangan indah bersama. Namun siapa yang menyangka kehadiran Bian diantara mereka memutuskan hubungan Gilang dengan Laras.
Entah apa yang telah dilakukan Bian pada Laras. Membuat Laras dengan mudah melupakan Gilang. Gilang selalu merasa Laras tak salah, Bian yang salah. Yang akhirnya hubungan Gilang dan Bian makin memburuk sampai sekarang.
Gilang menatap sekelilingnya. Ia tersadar akhirnya. Ia tak melihat Maura di antara mereka.
"Kau lihat Maura, Hans?" Tanya Gilang akhirnya.
"Tadi kulihat dia keluar."
"Maura, siapa?" Tanya Laras.
Gilang hanya diam, sibuk dengan handphonenya dan mencoba menghubungi Maura. Namun nihil nomornya tak dapat dihubungi.
"Nanti juga dia kembali." Ucap Hans lagi saat melihat Gilang tampak mulai mengkhawatirkan Maura.
"Aku sudah bilang ke dia untuk tidak ke mana-mana." Kesal Gilang.
Gilangpun bangkit dari duduknya , berdiri dan hendak melangkah meninggalkan Hans dan Laras saat itu.
"Mencarinya." Jawab Gilang dan melepaskan tangan Laras begitu saja.
Di tempat lain Maura duduk termenung. Menatap keindahan malam dan keramain jalan.
"Ternyata rasanya jatuh seperti ini, seharusnya aku tak terlalu tinggi berharap." Bisik Maura sendiri.
Ditengah kesendirinnya. Maura dikejutkan oleh kedatangan seseorang. Ia sudah berdiri tepat di hadapan Maura. Menarik kursi di hadapannya dan kemudian duduk.
"Bian." Ucap Maura
"Kita bertemu lagi."
"Kenapa kau malah duduk di sini?"
"Memangnya tidak boleh?"
"Mengganggu." Jawab Maura ketus.
"Galak sekali."
"Kau pasti datang ke sini untuk bertemu dengan Laras."
"Kau kenal Laras?"
__ADS_1
"Kurasa tidak, tapi yang ku dengar dia pacarmu."
"Owhh.. beritaku cepat beredar."
Dari kejauhan Gilang terlihat panik. Dirinya tak melihat Maura di dekatnya. Ia melangkah dengan cepat menuju ke luar cafe ini. Berharap Maura benar berada di luar sana, seperti yang Hans katakannya padanya.
Gilang terus melangkah, dan akhirnya ia menemukan Maura. Senyumnya hadir begitu saja di wajahnya. Saat melihat Maura ada di dekatnya sekarang. Namun senyumnya lenyap seketika, saat dirinya melihat Bian sedang duduk bersama Maura.
Gilang melangkah lebih cepat ke arah Maura. Ia tak mempedulikan sekitarnya. Ia hanya ingin meraih Maura dan menjauhkan dirinya dari Bian.
"Maura." Panggilnya.
Maura terkejut mendengar panggilan itu. Wajah Gilang terlihat sangat menakutkan. Apa yang membuat Gilang memanggilnya seperti itu.
Dengan cepat Gilang meraih tangan Maura. Ia menariknya begitu kasar. Membuat Maura terkejut dan sedikit berteriak.
"Kenapa sih Lang." Protes Maura.
"Akukan sudah bilang, kamu tuh enggak boleh pergi ke mana-mana."
"Aku enggak ke mana-mana, hanya di sini."
"Kita pulang sekarang." Pinta Gilang dan makin menarik tangan Maura dengan paksa.
Hans dan Laras yang tak sengaja mengikuti Gilang terdiam terpaku. Menatap tak percaya dengan sikap Gilang pada Maura. Terlebih Laras.. masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Sungguhkah itu Gilang yang dikenalnya selama ini. Kenapa ia tampak berbeda, sikapnya padanya dan sikapnya pada Maura.
.
.
.
.
.
Gilang, jangan buat Maura bingung 😞
Tinggalkan jejaknya dan likenya ya kak.
Di jadikan Favorite trus kasih Rate yang banyak. Supaya tambah semangat up nya.
💪😊
Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.
Mau likenya ya kak 😊
Mau ratenya juga ya kak😇
di Vote Alhamdulilah😁
Mampir juga yuk ke novelku yang lain, judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana😉
__ADS_1
Terima kasih yang sudah Vote😘, yang sudah membaca, yang sudah hadir, yang sudah like, yang sudah komen. Terima kasih ya semoga betah di sini😊