Asisten Dadakan

Asisten Dadakan
Datang Lagi


__ADS_3

Mencintaimu ternyata sulit, melupakanmu ternyata menyakitkan. Ku harap hatiku sekuat baja.


-Maura-


🌿🌿🌿


Gilang terbangun dari tidurnya. Sinar matahari mulai masuk perlahan dalam penglihatannya. Seseorang telah membuka tirai saat itu, Gilang terduduk kemudian. Diingatnya kembali kejadian semalam.


"Kembalilah." Pinta Maura tadi malam.


"Aku enggak mau."


"Kembalilah, aku lelah Lang, aku perlu istirahat."


"Aku temani." Paksa Gilang.


"Kamu juga perlu istirahat, kembalilah." Pinta Maura lagi dan lagi.


"Aku temani kamu dulu, nanti aku kembali."


"Hemm.. terserah kamu saja." Ucap Maura mengalah.


Dirinya sudah sangat lelah, tak ingin melanjutkan perdebatan itu lagi. Melangkah perlahan meninggalkan Gilang akhirnya.


Maura membersihkan dirinya, mengganti pakainnya dan hendak menuju kamar untuk tidur. Gilang masih bertahan hanya duduk di sofa sambil menonton televisi. Diam-diam Gilang selalu memperhatikan setiap gerak-gerik Maura malam itu.


Setelah masuk ke dalam kamar, Maura menarik selimut, menutupi seluruh tubuhnya. Mulai memejamkan mata dan mencoba untuk tertidur.


Merasa sudah tidak terlihat sosok Maura di penglihatannya. Gilang akhirnya bangkit dari duduknya. Melangkah menuju kamar dan melihat Maura yang sudah tertidur di sana.


Ditatapnya kembali dengan dekat wajah wanita yang dicintainya itu. Diusap perlahan wajah Maura saat itu.


"Tidurlah dengan nyenyak Ra." Ucap Gilang dan pergi kemudian meninggalkan Maura akhirnya.


Tanpa sepengetahuan Gilang, Maura sebenarnya belum tertidur. Maura membuka matanya perlahan. Saat sosok Gilang sudah bener-benar pergi dari pandangannya malam itu.


"Terima kasih.." Ucap Maura dan kembali memejamkam matanya.


Gilang tersadar dari lamunannya. Suara berisik terdengar dari ruang yang berbeda, yang telah menghapus lamunan Gilang pagi itu. Gilang turun melangkah dari kasurnya, menuju sumber suara itu datang.


Gilang tersenyum, saat melihat punggung wanita yang dicintainya sudah berada di depannya sekarang. Ya.. Maura yang dilihat Gilang saat ini. Perlahan Gilang melangkah mendeket. Dipeluknya kembali Maura saat itu.


Maura terkejut, langsung menatap Gilang yang sudah mendaratkan kepalanya di pundak Maura. Tersenyum dan akhirnya membuat Maura ikut tersenyum.


"Kamu sudah bangun?"


"Ya.." Jawab Gilang dengan singkat dan makin mempererat pelukannya.


"Aku buatkan sarapan untukmu, tunggulah di sana." Pinta Maura.

__ADS_1


"Aku ingin di sini, seperti ini." Ucap Gilang.


"Duh.. kamu ini, cepat tunggu sana, nurut.." Pinta Maura lagi dan mencoba berekspresi marah. Namun bukan marah yang sesungguhnya.


"Iya..iya.. pacarku yang cantik." Ucap Gilang dan berhasil membuat Maura tersenyum akhirnya.


Tak memakan waktu lama, sarapan sudah siap Maura buat untuk Gilang. Mereka makan bersama pagi itu.


"Sepertinya kita perlu pergi berbelanja lagi." Ucap Maura.


"Oke." Jawab Gilang cepat sambil melanjutkan makannya.


"Sepertinya aku perlu bekerja ditempat yang lain." Ucap Maura lagi dan sekarang mengagetkan Gilang.


"Tidak.." Jawab Gilang lebih cepat.


"Rasanya aneh, aku kerja dengan pacarku sendiri." Ucap Maura lagi dan lagi, dan kali ini sambil mengaduk-ngaduk makanan yang ada di hadapannya.


"Enggak ada yang aneh."


Maura diam mendengarnya. Entah kenapa Maura terfikir untuk berhenti dari pekerjaannya sekarang.


Bunyi bel menghentikan pembicaran mereka. Gilngpun bangkit dari duduknya dan hendak membuka pintu saat itu.


"Aku buka pintu dulu, kita lanjutkan masalah ini nanti."


Gilangpun melangkah menuju sumber suara itu. Dibukannya perlahan pintu itu. Lalu terdiam sekejap. Dilihatnya sebuah senyum yang dulu sering dilihatnya. Laras datang lagi dan masuk begitu saja, meninggalkan keterkejutan Gilang saat itu.


"Kenapa kau datang?" Tanya Gilang.


"Hemm.. kamu kenapa sih Lang. Kamu enggak suka aku datang?"


"Akukan sudah bilang semalam."


"Hemm.. kitakan berteman Lang, kenapa harus jaga jarak."


Maura yang tadinya duduk tenang, merasa terganggu akhirnya. Suara wanita yang begitu dikenal. Suara wanita yang selalu mengganggu hatinya. Maura ikut bangkit dari duduknya. Melangkah memastikan semuanya. Berharap apa yang difikirkannya salah.


Namun ternyata, harapannya kali ini tak terkabul. Dilihatnya Laras yang begitu cantik sedang berbicara dengan Gilang saat itu. Memberanikan diri mendekati mereka. Mencoba mendengar apa yang tengah dibahas oleh mereka berdua.


"Sudahlah.. yuk kita sarapan bersama." Pinta Laras dan kemudian melangkah lebih ke dalam.


Laras dan Maura bertemu, menatap satu sama lain. Berhenti dan hanya saling memandang untuk beberapa saat.


"Hai.." Sapa Laras akhirnya.


"Kau di sini juga?" Laraspun bertanya.


Maura masih terdiam, kali ini Gilang melangkah mendekati mereka.

__ADS_1


"Ya.. Maura di sini." Ucap Gilang dan kali ini meraih tangan Maura dan menggenggamnya.


Laras terdiam, hanya menatap tangan mereka yang berpaut satu sama lain. Rasanya tidak mungkin, tidak mungkin kalau Maura adalah wanita yang dicintai Gilang saat ini. Wanita yang berhasil merebut hati Gilang.


"Maura pacarku Ras." Ucap Gilang dan membuat Laras makin tercengang mendengarnya.


"Kamu bercanda, bukannya dia asistenmu."


"Dia pacarku.. ini kenyataannya." Ucap Gilang lagi.


"Bercandamu enggak lucu, ayo kita sarapan."


"Aku serius Ras dan Maura sudah membuatkan sarapan untukku."


"Oh.., padahal aku membuat sarapan kesukaanmu."


"Maaf.."


"Ya sudah.., selamat buat kalian." Ucapnya dan kali ini membalikan tubuhnya dan kemudian melangkah menuju sofa.


Laras duduk di sana, entah kenapa dia masih bertahan saat ini. Membuat Maura kesal menatap ini semua.


.


.


.


.


Yukk ah.. jaga jarak😅, Lanjuttt .. semangat author💪


boleh minta Votenya enggak👉👈


Difavorite juga trus kasih Rate yang banyak. Like.. like.. selalu ya. Supaya tambah semangat up lagi.


💪😊


Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.


Jangan lupa likenya ya kak 😊


ratenya juga ya kak😇


dikasih hadiah juga boleh😊


di Vote Alhamdulilah😁


Mampir juga yuk ke novelku yang lain, Judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana😉

__ADS_1


Terima kasih yang sudah Vote😘, yang sudah memberi hadiah (poin dan koinnya), yang sudah membaca, yang sudah hadir, yang sudah like, yang sudah komen. Terima kasih ya semoga betah di sini😊.


__ADS_2