Asisten Dadakan

Asisten Dadakan
Bujukan Laras


__ADS_3

Aku memang tak menyukai mantamu, tapi itu tak membuatku menjadi orang jahat.


Terluka pasti, ku harap kau bisa mengobati**nya.


-Maura-


🌿🌿🌿


Melihat ini semua, membuat Maura kesal. Maura melepas genggaman tangan Gilang dan hendak kembali melanjutkan sarapannya.


"Aku mau lanjut sarapan." Ucap Maura datar dan langsung berlalu pergi.


Gilang kini tengah menatap keduanya secara bergantian. Laras yang sedang duduk dan Maura tengah melangkah pergi meninggalkannya.


"Ras, kamu mau ikut sarapan bersama kami?"


"Oh.. Tidak terima kasih. Kau lanjut sarapan saja. Aku boleh duduk di sinikan? sebentar saja. Nanti aku pergi, kebetulan aku ada janji tak jauh dari sini" Jawab Laras menjelaskan.


"Oke, Aku tinggal sebentar." Ucap Gilang dan kemudian membalikkan tubuhnya.


Baru saja beberapa langkah, terdengar sesuatu terjatuh. Gilang kembali membalikkan tubuhnya. Sarapan yang dibuat Laras terjatuh dan membuat makanan itu berhamburan di lantai.


Tatapannya beralih ke Laras. Laras kini tengah memegang perutnya dan tampak kesakitan. Ia pun ikut terduduk di lantai.


Gilang berlari ke arahnya. Meraih Laras dan menggenggam lengannya, membantunya untuk berdiri.


Maurapun terkejut, mendengar suara yang mengagetkan lamunannya. Sesuatu tengah terjadi di sana, di tempat di mana ada Gilang dan Laras berada.


Maurapun bangkit dari duduknya, melepaskan sendok dan garpu yang menemani lamunannya. Berjalan ke arah datangnya suara itu dengan cepat.


Maura terdiam, dilihatnya Gilang tengah menggenggam Laras. Raut wajah yang begitu khawatir jelas ditunjukkan Gilang saat itu.


"Ra.. Aku harus mengantar Laras ke dokter. Tunggulah di sini." Pinta Gilang lalu menuntun Laras pergi bersamanya.


Maura hanya bisa mengangguk menatap semua. Entah apa yang tengah terjadi.. Ada rasa kasihan melihat Laras yang merintih kesakitan, namun rasa cemburu juga menghampirinya.


"Hayolah Ra.. Apa yang kamu fikirkan." Ucap Maura menenangkan hatinya sendiri.


Maurapun melangkah menuju pintu dan menguncinya. Merapikan makanan yang terjatuh saat itu. Lalu pergi melanjutkan sarapannya.


Duduk kembali dan termenung lagi. Hanya menggenggam garpu dan sendok tanpa menyuap apapun.


.


.


.


.


"Bertahanlah." Pinta Gilang pada Laras.


"Sakit Lang."


Gilang masih terus membantu Laras melangkah, membantu Laras masuk ke dalam mobilnya. Gilangpun akhirnya benar-benar pergi bersama Laras.


Rasa khawatir menyelimuti perasaan Gilang sepanjang jalan. Namun tiba-tiba terdengar suara tawa Laras. Gilang terkejut mendengarnya, menatap tak percaya. Apa maksud dari ini semua.

__ADS_1


"Kenapa kamu malah tertawa?"


"Ternyata kamu masih peduli denganku Lang." Ucap Laras dan kemudian tertawa kembali.


"Apa maksudmu Ras?" Tanga Gilang bingung.


"Perutku baik-baik saja, aku hanya pura-pura tadi."


"Ras.." Teriak Gilang akhirnya dan memberhentikan laju kendaraannya dan meminggirkannya tiba-tiba.


"Upsss...sorry, aku hanya bercanda." Ucap Laras yang tampak terkejut melihat rekasi Gilang saat itu.


"Bercandamu berlebihan."


"Aku hanya ingin bersamamu Lang, itu saja."


Gilang diam mendengar ucapan Laras barusan, Gilang masih merasa kesal saat itu.


"Kamu menolak sarapan buatku, ku fikir kamu sudah enggak peduli lagi denganku."


"Aku enggak suka caramu yang seperti ini."


"Iya maaf.. maaf." Jawab Laras dan kemudian tangannya tiba-tiba menyentuh punggung tangan Gilang dan menggenggamnya.


Gilang terkejut lagi dengan tingkah Laras saat itu. Menatap wajah Laras yang tampak memohon meminta maaf padanya.


"Maaf ya Lang, aku hanya merasa kesepian akhir-akhir ini."


Laras tersenyum, namun wajahnya tampak bersedih. Ia terdiam setelah mengatakan kalimat itu. Membuat Gilang merasa sesuatu tengah terjadi dengan Laras.


"Bian sibuk sekali, dia hampir tak ada waktu buatku." Ucap Laras lagi dan pandangnnya mengarah ke depan.


"Temani aku hari ini ya, kita sudah lama tak pergi bersamakan. Mau yah.." Bujuk Laras dan kembali menggenggam punggung tangan Gilang. Senyumpun terukir di wajahnya.


"Kamu sudah menolakku kemarin, ku mohon jangan tolak ajakanku lagi hari ini" Bujuk Laras kembali.


"Bukannya kamu ada janji?"


"Tidak, itu hanya alasan yang ku buat saja."


"Aku ada janji dengan Maura hari ini."


"Hayolah.. Kamu bisa pergi dengannya kapanpun, tapi aku hanya ada waktu hari ini." Bujuk Laras terus.


"Maura tak akan marah, toh kan dia tau kalau aku hanya temanmu saja." Bujuk Laras terus dan terus.


Tiba-tiba Handphone Gilang berbunyi, tertera nama Maura di sana. Gilangpun mengangkatnya.


.


.


.


.


Menunggu itu sesuatu yang menyebalkan. Maurapun memutuskan untuk menghubungi Gilang. Meraih handphonenya, mencari nama Gilang untuk melakukan panggilan.

__ADS_1


"Gimana keadaan Laras, Lang?" Tanya Maura saat dirinya sudah berhasil terhubung ke Gilang.


"Dia baik-baik saja."


"Syukurlah."


Laras yang masih setia duduk di samping Gilang, menyadari bahwa Gilang saat ini sedang berbicara dengan Maura. Tiba-tiba saja Laras langsung merebut handphone milik Gilang.


"Hai Ra.." Panggil Laras dan berhasil mengejutkan Maura saat itu.


Terdengar suara Laras yang begitu ceria. Maura tampak berfikir, apa yang tengah terjadi padanya. Harusnya ia tak bersuara seceria itu.


"Izin ya, Gilang mau pergi bersama ku." Ucap Laras dan membuat Gilang terkejut mendengarnya.


Gilangpun merebut kembali handphone miliknya.


"Kamu jangan bicara asal Ras." Ucap Gilang kesal dan kemudian melanjutkan pembicaraan dengan Maura.


Namun semua sudah terlambat, Maura sudah memutuskan panggilan itu. Gilang kembali kesal, memukul kemudi begitu keras.


"Sial." Teriak Gilang dan mengagetkan Laras saat itu.


"Cemburuan banget sih Maura."


"Cukup Ras, aku antar kamu pulang sekarang."


.


.


.


.


sabar.. sabar.. orang sabar disayang pacar😅


semangat Author💪💪💪


boleh minta Votenya enggak👉👈


Difavorite juga trus kasih Rate yang banyak. Like.. like.. selalu ya. Supaya tambah semangat up lagi.


💪😊


Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.


Jangan lupa likenya ya kak 😊


ratenya juga ya kak😇


dikasih hadiah juga boleh😊


di Vote Alhamdulilah😁


Mampir juga yuk ke novelku yang lain, Judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana😉


Terima kasih yang sudah Vote😘, yang sudah memberi hadiah (poin dan koinnya), yang sudah membaca, yang sudah hadir, yang sudah like, yang sudah komen. Terima kasih ya semoga betah di sini😊.

__ADS_1


__ADS_2