Asisten Dadakan

Asisten Dadakan
Rindu


__ADS_3

Hari demi hari ku jalanin sendiri, tetap tersenyum walau hati begitu rindu. Ingin melupakan tapi tetap tak mampu. Aku tau kamu masih menungguku, aku tau kamu juga merindukanku.


Yang ku tak tau, apakah semua rindumu hanya untuku.


-Maura-


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Matahari tampak terbenam saat ini. Terukir indah di atas langit. Hangat.. Masih terasa hangat, deburan ombak terdengar begitu menenangkan.


"Huft.."


Maura menikmati hari-harinya dengan sendiri. Mengunjungi satu tempat ke tempat lainya. Dirinya mencoba tersenyum, walau hatinya sangat merindukannya.


Dipejamkan matanya, dirasakan angin yang berhembus dan menerpa tubuhnya. Melangkah perlahan menyusuri pantai. Pasir-pasir menyelimuti kakinya.


Sudah tiga hari berlalu, masih saja Maura menangis di setiap malam. Sesekali ia menghidupkan handphonenya, lalu mematikan kembali dengan waktu yang lama.


Berpuluh-puluh pesan ia terima. Berpuluh-puluh panggilan ia terima. Hanya satu nama yang mendominan, Gilang.. Nama itu tak pernah tak hadir dalam setiap pesan dan panggilan yang Maura terima.


"Aku belum siap untuk bertemu denganmu Lang." Ucap Maura sendiri, tersenyum dan menatap kembali keindahan langit sore itu.


Kembali melangkah, lalu terdiam lagi. Ditatapnya seorang anak perempuan dan seorang wanita dewasa yang sedang bermain bersama. Tiba-tiba senyum terukir di wajah Maura.


"Kakak akan pergi setelah ini?" Tanya anak perempuan yang terlihat begitu manis.


"Ya.."


"Kakak pasti akan melupakanku, jika kakak pergi." Ucap anak perempuan itu lagi dan kali ini terlihat air yang mengumpul di kedua matanya.


"Tidak akan, kakak janji."


"Sungguh."


"Ya..kakak akan menghubungimu terus, jika itu perlu."


"Itu akan membuat kakak lelah."


"Tidak akan lelah, karena kakak menyayangimu." Ucap Wanita itu dan memeluk kemudian gadis kecilnya.


Maura yang menyaksikan mereka, ikut terbawa suasana, tanpa disadari air matanya turun. Maura menghapus dengan cepat air matanya, saat kehadirannya disadari oleh wanita itu.


"Maaf.." Ucap Maura akhirnya, sambil menurunkan sedikit kepalanya dan tersenyum menatap mereka.


Wanita itu, membalas senyum Maura. Maurapun melanjutkan lagi langkahnya, menikmati keindahan langit dan laut saat sore telah tiba.


"Ya.. seharusnya tidak ada kata lelah, walau itu hanya sebatas menunggu, jika kamu memang benar-benar menyayangiku." Bisik Maura sendiri.

__ADS_1


Gilang sibukkan hari-harinya dengan bekerja dan bekerja. Tak luput pesan dan panggilan Gilang kirimkan kepada Maura. Kata maaf dan rindu selalu tertulis di sana.


"Cepatlah kembali Ra, aku selalu menunggumu." Ucap Gilang di saat istirahatnya tiba.


Gilang terduduk, ditatap handphone miliknya. Gilang tau, Maura membaca semua pesan yang dikirim olehnya, walau tak satupun Maura membalas pesannya.


Namun tiba-tiba, Gilang tercengang. Saat sebuah foto terposting dari akun Maura di salah satu media sosialnya.


Tidak ada kata lelah, walau itu hanya sebatas menunggu, jika kamu memang benar-benar menyayangiku


Diketiknya sebuah kalimat oleh Gilang untuk Maura, membalas kalimat yang sudah diposting Maura bersamaan dengan foto saat itu.


Aku tidak akan lelah menunggu, karena aku memang menyayangimu.


Terkirim dan tersenyum kemudian. Beberapa detik kemudian, Gilang terdiam.. Menatap foto yang di posting Maura.


"Aku tau Maura di mana?" Ucap Gilang akhirnya dan berlalu pergi dengan cepat.


Menikmati malam di sebuah cafe, alunan musik terdengar begitu indah. Suasana yang begitu tenang, walau terasa sepi di hati.


"Ice chocolatenya satu." Ucap Maura pada seorang pelayan pria yang menghampirinya.


Beberapa menit kemudian, pesanannya sampai. Warna coklat menyelimuti seluruh lapisan gelas yang di hadapannya.


Diambil handphonenya, di fotonya. Dipostingnya di media sosial miliknya, teringat kembali ucapan seorang wanita terhadap adik kecilnya sore tadi.


Foto dan kalimat itu terkirim sudah, kembali menikmati malam-malamnya sendiri. Namun senyum terukir tiba-tiba, saat sebuah pesan hadir pada postingannya. Ingin membalas, namun diurungkan niatnya itu. Hanya bisa tersenyum dan kembali bersedih saat rindu itu hadir.


Sebuah tiket pesawat sudah dipesan Gilang untuk penerbangan pagi ini. Membatalkan banyak janji, hanya untuk bisa menemui Maura.


Gilang merasa tak mau membuang waktu lama untuk bisa menemui Maura. Kesempatan tidak akan datang dua kali, keberuntungan yang Gilang harapkan saat ini.


Diraih handphone miliknya sambil bersiap untuk segera pergi ke bandara. Dicari nama Vaya di sana, ini memang sangat mendadak. Vaya pasti akan kesal mendengarnya.


"Va.. aku mau pergi menjemput Maura."


"Hah.. ngomong apa barusan." Ucap Vaya dan begitu terkejut mendengarnya.


"Aku akan ke bandara sebentar lagi, aku tau Maura di mana."


"Hah.. jangan bercanda pagi-pagi deh Lang."


"Aku serius Va.., aku kabari lagi jika sudah bertemu dengannya nanti."


"Memangnya kamu tau pasti Maura di mana?"


"Tidak.."

__ADS_1


"Lalu gimana cara ketemu dengannya."


"Aku akan mencarinya sendiri."


"Ih.. bodoh.."


"Biarkan."


"Terserah sajalah."


Gilang melanjutkan kesibukannya saat pembicaraanya dengan Vaya sudah terputus. Dibawanya sebuah tas berisi pakaian dan masuk ke dalam taksi yang sudah ia pesan. Tiga jam lagi penerbangannya. Gilang begitu antusias.


Drrtttt...


Namun ditengah perjalanan, terdengar handphonenya berdering. Diraihnya dan terdiam untuk waktu yang lama, berdering kembali dan teringat pesan Vaya padanya.


Jangan pernah menemuinya lagi, apapun itu alasannya.


Laras yang tengah menghubunginya saat ini. Dengan penuh keraguan diangkatnya panggilan itu.


"Lang." Panggilnya.


"Ya.. Ras."


"Kamu bisa ke tempatku sekarang?"


"Kenapa?"


"Aku perlu kamu membantuku Lang, tolong sakit sekali." Rintih Laras di balik telephone saat itu.


Gilang terdiam, fikirannya entah kemana. Mungkinkah rasa bimbang kembali hadir di hati Gilang.


kira-kira jadi nyusul Maura tidak ya๐Ÿ˜…, hanya Author yang tau.. ๐Ÿ˜‚ semangat dulu๐Ÿ’ช


Sebelum lanjut, minta Votenya ya ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘ˆ


Difavorite juga trus kasih Rate yang banyak. Like.. like.. selalu ya. Supaya tambah semangat up lagi ๐Ÿ’ช๐Ÿ˜Š


Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.


Jangan lupa likenya ya kak ๐Ÿ˜Š


ratenya juga ya kak๐Ÿ˜‡


dikasih hadiah juga boleh๐Ÿ˜Š


di Vote Alhamdulilah๐Ÿ˜

__ADS_1


Mampir juga yuk ke novelku yang lain, Judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana๐Ÿ˜‰


Terima kasih yang sudah Vote๐Ÿ˜˜, yang sudah memberi hadiah (poin dan koinnya), yang sudah membaca, yang sudah hadir, yang sudah like, yang sudah komen. Terima kasih ya semoga betah di sini๐Ÿ˜Š.


__ADS_2