
Saat ku kembali, orang yang pertama ingin ku temui ya kamu..
Aku merindukanmu Maura.
-Gilang-
🌿🌿🌿
Gilang menarik tangan Maura dan menggenggamnya sekarang. Tubuh Maura mendekat ke arah Gilang dengan cepat karena tarikannya yang tiba-tiba. Beberapa detik kemudian sebuah ciuman mendarat tepat di kening Maura.
Maura terkejut dan terdiam. Ini di depan umum, kenapa Gilang mempunyai keberanian seperti itu. Rasa canggung menyelimuti Maura akhirnya. Rian yang sejak tadi bersamanya juga tampak terkejut dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Lang.." Ucap Maura dan terdengar berbisik.
"Kita balik ke atas." Pinta Gilang sambil menggenggam tangan Maura begitu erat.
Mereka melangkah bersama, Gilang dan Maura melangkah terlebih dahulu, sedangkan Rian mengikuti dari belakang. Tak ada suara sepanjang perjalanan kembali. Maura berfikir, sesuatu tengah terjadi di antara mereka.
.
.
.
.
"Kamu lelah?" Tanya Gilang sambil memandang langit-langit kamarnya.
"Ya.. sedikit, banyak yang membantuku tadi." Jawab Maura sambil menarik selimut saat itu.
Malam sudah sangat larut, sebelum benar-benar tertidur, Gilang menghubungi Maura. Jarak mereka sebenarnya dekat sekali. Hanya di batasi sebuah dinding.
"Ra.." Panggil Gilang lagi.
"Ya.."
"Kamu ngapain aja sama Rian tadi?"
"Maksudmu, saat ku di bawah?" Tanya Maura memastikan.
"Ya.."
"Hanya membeli minum." Ucap Maura sambil berfikir dan mengingat-ngingat apa saja yang sudah ia lakukan bersama Rian tadi.
"Dia tidak mengatakan sesuatu?"
"Mengatakan apa maksudmu, aku hanya mengobrol seputar kuliah."
Maura berfikir terus, kemana arah tujuan pembicaraan ini. Gilang masih terus bertanya tentang Rian.
"Aku cemburu Ra." Ucap Gilang dan kali ini membuat Maura tertawa.
"Kenapa kamu tertawa?"
"Rian itu temanmu, kenapa kamu cemburu?"
"Pokoknya aku cemburu."
"Apa kamu seposesif ini waktu bersama Laras."
"Kenapa kita membahas Laras."
"Aku hanya penasaran saja." Jawab Maura dan berfikir akhirnya.
"Bian itu temanku dulu, Laras pacarku saat itu. Aku tak pernah mencurigai mereka. Sampai akhirnya ku melihat sendiri mereka bersama."
Gilang terdiam kemudian. Maura paham sekarang, kenapa Gilang berkata cemburu saat dirinya bersama Rian.
__ADS_1
"Aku takut kamu pergi Ra, aku takut seseorang merebutmu." Lanjutnya dan Gilangpun duduk kemudian.
Suasana menjadi sunyi tiba-tiba. Gilang terdiam untuk beberapa saat. Teringat akan sosok Laras yang lebih memilih Bian dibandingkan dirinya. Ia bangkit dan melangkah keluar dari kamarnya.
"Terima kasih Ra, kamu tidak meninggalkan aku waktu itu." Ucap Gilang lagi.
"Maaf Lang." Ucap Maura akhirnya.
Maura merasa bersalah saat itu. Mengingatkan kembali masa-masa tersulit Gilang.
"Kenapa minta maaf. Kamu enggak salah Ra. Aku yang salah, aku terlalu bodoh."
"Ya.. aku jatuh cinta sama orang bodoh." Ucap Maura.
"Tapi kamu sayang akukan Ra?" Goda Gilang dan tersipu sendiri mendengar ucapannya.
"Ha..."
"Tolong panggil aku sayang Ra, aku ingin dengar."
"Hah.. kamu kenapa?" Tanya Maura dan wajahnya tersipu seketika.
"Aku enggak apa-apa, aku hanya ingin kamu memanggilku sayang, Itu saja." Goda Gilang lagi.
"Kenapa aku harus memanggilmu sayang?"
"Karena kamu menyayangiku?"
"Iya.. tapi.."
"Aku ingin dengar." Potong Gilang dengan cepat.
"Ih.. kekanak-kanakan." Ucap Maura dan sekarang ia memeluk Guling dengan kencang.
"Tolong buka pintu."
"Kenapa jadi buka pintu?"
"Ngapain kamu di depan pintu?"
"Ingin mendengar kamu bilang sayang padaku."
"Ih.. jangan bercanda." Jawab Maura dan akhirnya duduk sekarang.
"Aku serius, kalau kamu tak membukanya. Aku masuk sendiri."
"Aku hitung sampai sepuluh."
"Hah..Lang.. ayolah ini sudah malam."
"Satu.."
"Lang.."
"Dua.."
"Ish.. kau ini." Ucap Maura dan akhirnya Maura benar-benar turun dari kasurnya, bahkan ia berlari saat Gilang terus menghitung menuju angka sepuluh.
Terbuka sudah pintu itu sekarang. Dilihatnya Gilang yang sudah berdiri dan tersenyum menatap Maura.
"Kamu mengerjaiku malam-malam." Protes Maura.
"Aku hanya merindukanmu Ra."
"Tapikan, kita baru saja bertemu, cepat kembali ke kamarmu."
"Aku enggak mau, katakan dulu sayang padaku."
__ADS_1
"Kita masih membahas itu."
"Ayolah.." Bujuknya dan tatapan yang memohon.
"Cepat tidur." Bujuk Maura lagi dan kali ini mendorong tubuh Gilang ke arah pintu apartemennnya.
"Ra.. cepat katakan."
"Apa."
"Panggil aku sayang."
"Gilang sayang.. cepat tidur ya. Ini sudah malam." Ucap Maura akhirnya dan berhasil membuat Gilang tersipu.
"Sekali lagi, aku ingin dengar sekali lagi."
"Tadikan sudah Lang."
"Sekali lagi."
Maura menghela nafasnya, Gilang menunggu dengan sabar. Senyumnya masih terukir, tatapannya masih ke arah Maura.
"Selamat malam sayang.." Ucap Maura cepat dan langsung mengecup pipi Gilang.
Maura langsung berlari meninggalkan Gilang. Menutup pintu dengan segera. Menyandarkan tubuhnya di balik pintu kemudian. Tersenyum sendiri dengan jantung yang berdebar kencang.
Gilang terdiam dan terkejut melihat tindakan Maura padanya yang tiba-tiba. Gilangpun tersenyum akhirnya. Menyentuh pipinya sendiri dan akhirnya masuk ke dalam apartmennya kembali.
Sebelum benar-benar tertidur. Gilang membuka handponenya lagi. Ia mengirim pesan untuk Maura. Gilang tersenyum dan membaca kembali pesan yang akan ia kirim malam itu.
Selamat malam juga sayang.
Pesan itu masuk dengan cepat. Maura membacanya dan tersenyum kembali.
Malam itu terasa indah. Mengingat kata-kata Gilang membuat Maura tak berhenti tersenyum. Jantung Maura masih berdebar kencang. Membaca pesan Gilang berkali-kali. Menatap layar handphone tiada henti.
"Oh.. Lang, kamu berhasil mengganggu tidurku." Bisik Maura lalu menutup wajahnya dengan selimut saat itu.
Gilangpun masih saja tersipu, mengingat wajah Maura yang gugup, setelah ia berhasil mengecup pipi Gilang tadi.
"Mimpi yang indah Ra." Bisik Gilang dan mencoba memejamkan matanya perlahan.
Malam yang indah, untuk mereka berdua yang sedang jatuh cinta. Sedangkan Rian masih tampak kesal mengingat Gilang yang sengaja menciun kening Maura di depan dirinya tadi.
.
.
.
.
Lanjuttt.. semangat, jangan lupa bilang sayang 💪😎
Di jadikan Favorite trus kasih Rate yang banyak. Votenya juga ya, Supaya tambah semangat up nya.
💪😊
Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.
Jangan lupa likenya ya kak 😊
ratenya juga ya kak😇
dikasih hadiah juga boleh😊
di Vote Alhamdulilah😁
__ADS_1
Mampir juga yuk ke novelku yang lain, judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana😉
Terima kasih yang sudah Vote😘, yang sudah memberi hadiah (poin dan koinnya), yang sudah membaca, yang sudah hadir, yang sudah like, yang sudah komen. Terima kasih ya semoga betah di sini😊.