
...Dia datang padamu hanya untuk melupakan, Bukan menjadikan kamu sebagai tujuan...
...🍁...
Berada dalam dekapan Bian Ranti merasa hatinya lebih tenang, meski ada rasa berdosa, pada sang suami yang entah saat ini berada di mana, setidaknya untuk kali ini saja Ranti ingin hatinya yang tengah luka sembuh dari rasa sakitnya.
Dengan lembut Bian mengusap rambut Ranti yang tergerai indah.
"Krukkk Krukkk"
"Apa aku tidur sangat lama ?" Ucap Ranti dengan Mendongakkan wajahnya. Menyadari suara keroncongan dari perut Bian.
"Tentu saja, Kau membuatku kelaparan" Ucap Bain dengan nada kesal.
Bukan merasa kasihan, melihat wajah Bian yang memelas. Ranti justru merasa lucu, Sekuat tenaga menahan agar tidak tertawa, namun Ranti justru tertawa dengan suara keras.
"Apa kau senang, melihatku kelaparan !" Ucap Bian dengan mengerutkan dahi. Dan Ranti hanya menggaruk kepalanya dengan senyuman nyengir.
"Udah ah, makan yuk...!" ajak Bian kemudian, dan kemudian menggenggam tangan Ranti untuk segera berlalu.
Ranti kembali terdiam ketika Berada dalam satu mobil dengan Bian.
"Maafkan Ranti mas Bian " Ucap Ranti, yang seketika memecah kesunyian diantara keduanya.
"Untuk ?" Jawab Bian
"Karena membuat mas Bian kelaparan" jawab Ranti dengan santai.
"Apa ?, aku pikir kau akan meminta maaf karena telah menikah" Ucap Bian kemudian.
Menyadari hal itu keduanya tertawa bersama, seketika suasana keduanya menjadi cair kembali seperti sebelumnya.
Tiba di sebuah restoran, keduanya tampak memilih beberapa menu makanan yang terdapat dalam buku menu.
Dan setelah menunggu beberapa saat, akhirnya makanan yang di pesan sampai juga di meja Bian dan Ranti. Lumayan lama karena restoran tersebut merupakan salah satu restoran favorit di kota tersebut, tak ayal pengunjungnya lumayan banyak.
Menikmati suapan demi Suapan makanan yang masuk ke mulut di iringi dengan obrolan dan sesekali terlihat canda tawa diantara keduanya.
"Lalu apa kau sudah hamil ?" Ucap Bian dengan nada candaan.
Menyadari pertanyaan konyol dan nyleneh dari mulut Bian, seketika Ranti terbatuk "Uhuk Uhuk.. Mas Bian !" Ucap Ranti dengan suara memekik dan raut wajah kesal.
"Hahaha.. Apa aku salah ?" tanya Bian dengan gelak tawa yang nyaring terdengar di telinga Ranti.
Ranti tampak mendengus kesal mendengar ucapan Bian yang terkesan meledek dirinya.
__ADS_1
"Apakah Hamil bisa terjadi hanya karena saling bertukar cincin, Tuan Bian yang terhormat" Ucap Ranti dengan memicingkan sebelah mata nya.
Dan Bian hanya dapat tertawa melihat raut wajah Ranti yang kesal terhadap dirinya.
"Kau lebih cantik saat marah seperti ini" Goda Bian lagi dengan tatapan mengarah pada Ranti.
"Mas !" ucap Ranti lagi.
"Oke, oke , maaf kan aku" Jawab Bian diiringi gelak tawa.
"Jangankan hamil, di sentuh saja tidak" ucap Ranti dengan suara ketus
"Apa !" ucap Bian dengan suara keras, hingga membuat orang-orang yang berada di sekitarnya menoleh ke arah Bian dan Ranti
"Settt.. Mas Bian !" Ucap Ranti dengan suara berbisik dan menempatkan satu telunjuknya di bibirnya sendiri.
"Eh tapi ngomong-ngomong bener kamu belum di sentuh Abi ?" Tanya Bian lagi memastikan, dengan suara pelan dan nyaris berbisik.
Dan Ranti hanya menjawab dengan anggukan kepala, dengan santai mengunyah kembali makanan yang ada di mulutnya.
Meski merasa kasihan pada Ranti , namun Bian juga merasa senang dengan kenyataan dimana Ranti belum di sentuh oleh Abi, setidaknya masih ada harapan baginya untuk kembali merebut sang pujaan hati.
"Mas Bian kenapa senyum-senyum sendiri ?" Tanya Ranti , dengan tatapan mengintimidasi
"Biasanya emang gak seneng " tukas Ranti kesal
Dan Bian hanya terkekeh.
Setelah selesai dengan makan siang yang telat , Ranti menyandarkan punggungnya di sandaran bangku.
Merogoh Smartphone yang dia letakkan di dalam tas, memastikan sudah jam berapa saat ini, namun sialnya ternyata ponsel Ranti pun juga sudah Koid. Menyadari hal itu Ranti hanya dapat mendengus kesal.
"Kenapa ?" Tanya Bian
"Nggak, Udah sore, musti cepet-cepet pulang" ucap Ranti kemudian
"Kamu kan sendirian di sini, ngapain cepet-cepet?" tanya Bian lagi.
"Ranti kan udah nikah mas, gak baik lah keluyuran" Ucap Ranti santai
"Emang di anggap?" Tanya Bian kemudian
Mendengar ucapan Bian, seketika Ranti menghentikan aktifitasnya beberes, dan menatap Bian dengan tatapan tajam menusuk.
"Meski gak di anggap, setidaknya selama menjadi istri Ranti ingin memberi kesan yang baik" ucap Ranti dengan nada sinis.
__ADS_1
Mendengar jawaban Ranti, Bian kembali merasa lucu dan kemudian tertawa terbahak " Pengen jadi istri yang baik ceritanya" Goda Bian kemudian.
"Udah ah mau pulang !" Ucap Ranti kesal dengan beranjak dari duduknya.
"Ehh, kok ngambek sih, aku akan mengantarmu " Ucap Bian dengan suara lembut.
***
Suasana jalanan begitu ramai dengan banyak kendaraan yang berlalu lalang di jalanan, Jumat sore merupakan hari yang menyenangkan, pasalnya untuk hari Sabtu kebanyakan kantor juga telah libur.
Beberapa saat menempuh perjalanan akhirnya mobil Bian terparkir rapi di depan rumah kos Ranti.
Tidak hanya mengantar Ranti sampai depan gerbang saja, namun Bian juga mengantar masuk hingga ke ruang tamu, dan sesekali menyapa bapak dan ibuk pemilik kos.
Beberapa kali datang dan mengobrol dengan pemilik kos, membuat hubungan diantara Bian dan sang pemilik kos semakin akrab, sehingga mudah bagi Bian untuk keluar masuk kos Ranti.
Ranti meninggalkan Bian yang masih asik ngobrol dengan bapak pemilik kos. Segera berlalu untuk masuk kedalam kamar.
Setibanya di kamar Ranti segera membersihkan diri, meraih smartphone miliknya, dan mencarger, Ranti memilih sejenak merebahkan tubuhnya, sembari menunggu daya pengisian baterai handphone penuh.
Meraih sebuah buku kesukaannya, dan membaca beberapa halaman disana. Saking asyiknya membaca buku, Ranti sampai lupa untuk menghidupkan kembali handphone miliknya.
Hingga beberapa saat Ranti merasa matanya sudah sangat lelah dan seketika terpejam dengan posisi memeluk buku yang sempat dia baca.
"Astaga,sudah jam berapa ini !" gumam Ranti dengan terperanjat kaget.
Segera Ranti meraih handphone miliknya yang di Letakan diatas nakas, kemudian menyalakan handphone tersebut. Memastikan beberapa pesan yang masuk kedalam handphone miliknya, dan seketika mata Ranti membulat sempurna, mendapati beberapa pesan yang di kirim oleh Abi.
"Mas Abi" Gumam Ranti
Segera Ranti membuka pesan yang di kirim Abi
💌 Kemana saja kau, kenapa tidak bisa di hubungi !
Kurang lebih seperti itu isi pesan yang Abi kirim pada Ranti , Ranti tampak mengerutkan dahinya dengan rasa heran "Memangnya Ada apa mas Abi menghubungi ku" Gumam Ranti kemudian.
Meski merasa lelah dan mengantuk, terlebih waktu sudah menunjukan pukul 21.45 namun Ranti mencoba memastikan pada Abi , dan segera menghubungi Abi kembali.
.
***
Bersambung
***
__ADS_1