
Hari baru.
Pagi hari keduanya terbangun dalam keadaan saling memeluk, hangatnya sinar mentari yang menerpa wajah keduanya sedikit menyilaukan mata.
"Mas" Ucap Ranti membangunkan Abi.
"Emm" Jawab Abi masih dengan memejamkan mata.
"Sudah siang, Bangun yuk " Ajak Ranti dengan suara lembut.
"Benarkah" Abi meraih ponselnya dan melihat jam yang ada di sana
"Ini masih jam 6 Ran, masih sangat pagi " Ucap Abi malas, dan kembali memejamkan mata seraya memeluk istrinya kembali.
"Mas tapi Ranti mau mandi nih !" pinta Ranti dengan mengerucutkan bibirnya.
"Lagi pula kan mas Abi juga harus kekantor " Ucap Ranti.
"Hari ini hari Sabtu ran, sudah jangan banyak beralasan!" Sergah Abi dengan semakin memeluk erat Ranti.
Ranti yang merasa kesal, namun hanya bisa pasrah akhirnya diam dengan sendirinya, dan kembali menerima perlakuan Abi.
Abi yang menyadari hal itu pun merasa istri kecilnya itu sangat lucu. Gemas dengan tingkah Ranti yang Merajuk.
"Kau ingin mandi ?" Tanya Abi kemudian.
"Tentu saja !, aku tidak pernah bangun sesiang ini mas" Jawab Ranti dengan nada ketus.
"Kau marah ?" Tanya Abi dengan senyum smirk
"Hah !, Mas Abi nggak sadar Ranti Membangunkan mas Abi berkali-kali" Sergah Ranti dengan mulut mencucu.
Abi yang mendengar ucapan Ranti hanya terkekeh kecil. Merasa gemas pada sosok yang sedang dia peluk dengan erat.
"Mau mandi bersama " goda Abi kemudian
"Astaga MAS ABI !" pekik Ranti dengan suara kesal.
"Kenapa tidak hahah" jawab Abi di iringi gelak tawa.
"Ternyata kau mesum sekali !, Tidak ada , Tidak ada !, Ranti mau mandi sendiri" Ucap Ranti dengan menyibak selimut yang dia kenakan.
Namun aksinya terhenti ketika melihat tubuhnya sendiri dalam keadaan sepolos itu, hanya mengenakan segitiga pengaman dan sebuah kacamata.
"Astaga " gumam Ranti lirih.
Abi pun hanya menertawakan sikap istrinya itu.
__ADS_1
Ranti merasa sangat malu di hadapan Abi, entah harus bagaimana caranya dia berjalan ke kamar mandi , sudah pasti Abi akan melihat tubuhnya yang aduhai itu, namun Ranti juga tidak mau jika harus berbagi kamar mandi bersama Abi.
"Mas !" Ucap Ranti
"Iya " jawab Abi dengan senyum smirk
"Tutup mata !" Pinta Ranti dengan suara tegas
"Apa ?" Jawab Abi dengan pura-pura bodoh.
"Mas Abi mana Tutup mata , Tutup matamu, dan jangan Jelalatan !" Ucap Ranti dengan suara tinggi.
"Hahah" Abi semakin kencang tertawa melihat tingkah istrinya yang malu-malu.
"Oke aku akan tutup mataku" Jawab Abi kemudian
Ranti memandang Abi yang tidur di sampingnya, memastikan Abi tidak mengintip, Ranti pun dengan langkah cepat menyibak selimutnya dan berjalan ke kamar mandi.
Saat itu juga Abi pun membuka matanya, melihat keindahan yang sudah lama tidak dia saksikan dari sosok yang berstatus sebagai istri.
Meski banyak rekan kerja yang mengenakan baju seksi, dan tak jarang banyak yang menggoda dirinya, namun Abi tidak sedikitpun tertarik.
Namun entah kenapa terhadap Ranti justru dirinya sangat bersemangat, bahkan Abi merasa Ranti lebih memiliki daya tarik tersendiri dibanding dewi, lagi-lagi Abi harus membandingkan, namun itulah kenyataan.
***
"Ibuk mau di masakin apa ?" Tanya Bi nur dengan sopan.
"Apa aja Bi, Ohya Bi Nur sama mang Seno pagi ini saya bebas tugaskan dulu, Tapi Ranti mau minta tolong" Ucap Ranti.
"Apa Buk?" Tanya Bi Nur.
"Kemarin Ranti buat beberapa daftar belanjaan barang-barang buat keperluan rumah, cukup banyak sih bik, nanti Bibik sama Mang Seno belanja ya" pinta ranti dengan senyum manis di wajahnya.
"Oalah, belanja , Bibi pikir apa Buk, Siap mah kalau cuma belanja aja" Jawab bi Nur penuh semangat.
Kemudian Ranti mengajak pembantunya tersebut untuk dudu di ruang tengah, menjelaskan apa saja yang perlu di beli, dan kebutuhan lainya.
Bi Nur Pun mendengarkan dengan cermat setiap penjelasan dari majikanya itu.
Setelah dirasa sudah semua , Ranti menyerahkan beberapa uang dengan jumlah lumayan banyak, mengingat belanjaan yang akan di beli juga banyak.
Setelahnya Bi Nur dan Mang Seno melaksanakan tugas dari majikanya, berlalu dari rumah tersebut menuju pusat perbelanjaan.
Setelah kepergian mang Seno dan BI Nur, Ranti mulai Menyibukkan dirinya dengan membuat sarapan pagi, simpel Nasi goreng spesial dengan Telur ceplok.
"Emm Harun sekali"
__ADS_1
Ucap Abi yang baru saja muncul dari kamarnya. Wajah yang terlihat lebih segar dari semalam, mengenakan kaos dan celana pendek membuat Abi terlihat lebih tampan dan semakin mempesona.
"Mas , Sarapan yuk " Ajak Ranti dengan suara lembut.
Abi pun mendekat pada Ranti, dan kembali meraih pinggang istri kecilnya tersebut, menghirup aroma masakan yang terasa begitu nikmat
"Kau pandai memasak rupanya " ucap Abi jujur. Ranti hanya mengulas sebuah senyum simpul di wajahnya.
Ranti pun juga sudah tidak merasa canggung jika di dekati Abi, ataupun disentuh oleh Abi.
"Hanya nasi goreng mas" Ucap Ranti kemudian.
"Duduklah, sebentar lagi siap " Pinta Ranti yang masih sibuk mengaduk nasi goreng dalam penggorengan.
"Ohya Sepi sekali, Bi Nur dan Mang Seno kemana?" Tanya Abi kemudian.
"Oh, itu mas , Ranti minta tolong untuk beli beberapa keperluan rumah, ada beberapa yang ingin Ranti tambah, nggak papa kan ?" Tanya Ranti dengan menatap wajah Abi yang telah berdiri di sampingnya.
"Tentu saja, Rumah ini milikmu sayang " ucap Abi
"Sayang " gumam Ranti dengan mengerutkan dahi.
Beberapa saat kemudian Ranti telah selesai dengan semua hidangan untuk sarapan pagi dan juga dua gelas jus Jeruk.
Abi dan Ranti pun menikmati sarapan mereka dengan binar bahagia, hingga sesaat keduanya pun melupakan Dewi yang tengah berjuang di rumah sakit.
Egois ?
Tidak !, keduanya hanya ingin sama-sama belajar untuk mendekatkan diri dan saling menerima keadaan di tengah keterbatasan ini.
"Mas nggak ke kantor ?" Tanya Ranti dengan mengunyah makanan dalam mulutnya. Abi hanya menggelengkan kepala.
"Mas, Ranti izin ya nanti mau ke Kos" ucap Ranti lagi.
"Kenapa harus ijin, bukankah aku yang akan mengantarmu ?" Ucap Abi santai.
"Apa ?" Jawab Ranti dengan membulatkan kedua bola matanya.
"Tapi Ranti bisa sendiri mas" Sergah Ranti kemudian.
"Tapi aku ingin menemanimu " Jawab Abi dengan suara santai.
Tidak biasanya Abi bersikap seperti itu, Abi yang dikenal Ranti kenal adalah sosok yang sangat tegas.
***
Terima kasih Reader Setia Author . Peluk Jauh untuk para reader semuanya.
__ADS_1
Mohon maaf apabila dalam penulisan masih terdapat kata-kata yang salah.